Back Anda disini: Home

Artikel

Kategori KLB, Kasus DBD Meningkat

Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Sumsel masih termasuk kejadian luar biasa (KLB) dengan jumlah kasus yang terus merangkak naik. Dinas Kesehatan Sumsel 
mencatat di sepanjang Januari 2015, terdapat 591 kasus DBD. Jumlah tersebut meningkat dibanding Desember 2014 dengan 308 kasus dan 144 kasus pada November. 
 
-----------------------
 
KEPALA Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumsel, Lesty Nurainy, melalui Kasi Pengendalian Penyakit Menular,  Mulyono mengatakan, kasus DBD di awal tahun ini sudah termasuk dalam kategori KLB (kejadian luar biasa) dengan tinginya kasus yang terjadi di Sumsel. 
Bahkan, jumlah ini jauh lebih banyak disbanding Januari 2014 yang hanya mencapai 137 kasus, meskipun kasus tertinggi terjadi pada Januari 2012 dengan jumlah 804 kasus.
“Jika disbanding Januari 2012 dengan kasus kejadian maksimal, awal tahun ini juga terbilang cukup tinggi karena mencapai 591 kasus. Kasus minimal terjadi pada Januari 2011 dengan jumlah 99 kasus DBD di Sumsel. Sedangkan Februari ini, data yang masuk baru ada 38 kasus yang dilaporkan ke kita (Dinkes Sumsel, red),” katanya, kemarin (23/2).
Dijelaskan Mulyono, Palembang masih menjadi kota dengan kasus DBD terbanyak, yakni mencapai 115 kasus disusul Kabupaten Banyuasin sebanyak 101 kasus kejadian, dan Musi Banyuasin dengan 91 kasus. 
Sedangkan kabupaten yang tidak terjangkit DBD, yakni Muratara dan Empat Lawang. Untuk Pagaralam dan Musi Rawat, hanya ada satu kasus penemuan DBD sepanjang Januari 2015.
Dengan banyaknya kasus tersebut, Dinkes Sumsel tidak hanya berdiam diri. Berbagai upaya dilakukan di sepanjang 2014 lalu. Seperti mengembangkan budidaya ikan tempalo untuk pencegahan DBD, mengaktifkan kader jumantik atau pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam rangka PSN DBD. “Kita juga meningkatkan promosi kesehatan dalam pencegahan DBD,” tambahnya.
Selain itu, distribusi logistik larvasida dalam pencegahan DBD sebanyak 5.500 kg keseluruh kabupaten/kota, distribusi logistik insektisida 2.365 liter bahan untuk penyemprotan nyamuk, dan distribusi RDT DBD dalam mendeteksi dini secara cepat penyakit DBD.
Pihaknya juga melakukan distribusi alat pelindung diri (APD) untuk petugas penyemprotan DBD ke seluruh kabupaten/kota dan bantuan biaya penyemprotan atau fogging nyamuk dalam mengendalikan vektor DBD.
“Lalu, membuat surat edaran kewaspadaan dini dalam peningkatan kasus DBD ke seluruh kabupaten/kota hingga ikut serta dalam menyukseskan AUG ke XVII dalam hal penyemprotan nyamuk untuk pencegahan DBD,” bebernya.
Sementara itu, berdasarkan data Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, jumlah pasien rawat inap dengan diagnosis dengue fever (classical dengue) sebanyak 32 orang dengan jumlah kunjungan baru sebanyak 31 pasien dan 1 pasien dengan kunjungan lama, yang terdiri dari 17 penderita anak-anak dan 15 orang dewasa.
Untuk diagnosis dengue hemorrhagic fever, sebanyak 34 pasien dan 1 pasien meninggal dunia dengan total 21 pasien anak-anak dan 13 pasien dewasa. 
“Namun berdasarkan data DBD IGD Januari 2015, jumlah pasien DBD sebanyak 68 orang, terdiri dari 32 laki-laki dan 36 perempuan. Dari jumlah tersebut, 42 di antaranya pasien anak-anak dan 26 dewasa,” ungkap Kepala Instalasi Humas dan Pengaduan Publik RSMH Palembang, Hj Emma Huzaimah. (may/ce4)