Back Anda disini: Home

Artikel

Balik MCK ke Sungai

PALEMBANG – Sejak beberapa hari terakhir, distribusi air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi di sejumlah wilayah di Metropolis, termasuk di kawasan Seberang Ulu (SU) II, terganggu. Akibatnya, warga kesulitan memperoleh air bersih.

Warga pun berusaha mencari alternatif sumber air lain. Bahkan, tak sedikit pelanggan PDAM yang berada di daerah tepian sungai akhirnya terpaksa kembali melakukan aktivitas mandi cuci kakus (MCK) memanfaatkan air Sungai Musi.

Seperti Ijah, warga 12 Ulu, mengaku sudah sejak tiga hari terakhir aliran air dari PDAM mengalami gangguan. “Dak tau apo sebabnyo, sudah coba beberapa kali hidupkan pompa, tapi airnyo jugo idak ngalir-ngalir,” ujarnya.

Karena tidak punya pilihan lain, ia dan keluarga akhirnya terpaksa memanfaatkan air Sungai Musi untuk aktivitas rumah tangga sehari-hari seperti mandi, cuci, dan kamar kecil. “Padahal airnyo keruh, bahkan bercampur sampah. Tapi nak makmano lagi,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan Parman, warga 11 Ulu. Distribusi air bersih di kediamannya mulai terganggu sejak dua hari terakhir. “Hari pertama (air, red) tidak mengalir. Kalau tadi (kemarin, red), mengalir,” tuturnya.

Tapi, lanjutnya, kalaupun hidup, air mengalir tidak deras dan hanya sebentar. Oleh karena itu, ia mengaku terpaksa membeli air bersih jeriken untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Yah, mau gimana lagi,” keluhnya.

Sementara Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Musi, Cik Mit ST, membenarkan mengenai adanya gangguan distribusi air bersih di sejumlah wilayah pelayanan. “Beberapa waktu lalu, kan terjadi pemadaman listrik sehingga mengganggu kegiatan produksi dan pengolahan air bersih,” ungkapnya.

Namun, saat ini permasalahan tersebut telah disampaikan ke pihak PLN. “Kami minta agar dibantu,” ungkapnya seraya meminta maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. (vin/via/ce4)