Kam07102014

Last update08:08:55 AM

Back Anda disini: Home

Artikel

Proyek Infrastruktur Mulai September

JAKARTA - Ibarat lomba lari, pemerintah hendak sprint di akhir periode pada Oktober 2014 nanti untuk mengejar target pembangunan infrastruktur yang menumpuk.

Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung (CT) mengatakan, pemerintah menargetkan peletakan batu pertama atau groundbreaking 13 proyek infrastruktur bisa dilakukan paling lambat September atau Oktober 2014.

"Karena itu akan dilakukan percepatan," ujarnya setelah rapat koordinasi di Kantor Kemenko Perekonomian kemarin (25/6).
       
CT mengakui, selama ini pembangunan infrastruktur tertunda akibat banyaknya hambatan. Mulai pembebasan lahan, proses tender atau lelang, hingga belum sinerginya pemerintah pusat dan daerah. Termasuk dalam proyek-proyek infrastruktur dengan skema kerja sama pemerintah swasta atau public private partnership (PPP).

"Masalah yang ribet itu kan sebelum groundbreaking. Kalau sudah groundbreaking, proses selanjutnya akan lebih lancar," katanya.
       
Ke-13 proyek yang bakal dikebut tersebut bakal menelan investasi hingga Rp 524 triliun. Di antaranya, proyek jalan tol, yakni tol Trans Sumatera yang diperkirakan menelan investasi Rp 355 triliun. Lalu tol Cibitung-Cilincing senilai Rp 4,2 triliun,  tol Manado-Bitung Rp 4,3 triliun, tol Palu-Parigi Rp 2,2 triliun.
       
Kemudian proyek infrastruktur transportasi seperti Pelabuhan Cilamaya senilai Rp 14,9 triliun, perluasan Bandara Soekarno-Hatta Rp 26,25 triliun, Bandara Kertajati di Majalengka Rp 8,3 triliun, serta jaringan kereta api di Kalimantan Rp 59 triliun.
       
Lalu proyek infrastruktur kelistrikan seperti pembangkit listrik tenaga uap (PLTU Sumatera Selatan Rp 25 triliun, PLTU Pangkalan Susu 2 x 200 MW senilai USD 471 juta atau sekitar Rp 5,4 triliun, dan PLTU Takalar senilai USD 246 juta atau sekitar Rp 2,8 triliun.

Kemudian jaringan transmisi listrik Jawa-Sumatera 500 Kv HVDC senilai Rp 12,2 triliun. Satu proyek infrastruktur lainnya adalah Waduk Jati Gede senilai USD 416 juta atau sekitar Rp 4,7 triliun.
       
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, untuk jalan tol Trans Sumatera, pemerintah akan memulai pembangunan empat ruas. Yakni Bakaheuni-Bandar Lampung, Palembang-Indralaya, Medan-Binjai, dan Pekabaru-Dumai.

"Nanti dikerjakan BUMN. Perpres (peraturan presiden penunjukan BUMN) masih dibahas," ujarnya. (owi/oki)