Back Anda disini: Home

Artikel

Jaga Stabilitas Harga, BBM Dievaluasi Sebulan

JAKARTA - Pemerintah memastikan review harga minyak dunia untuk menentukan harga baru bahan bakar minyak (BBM) ditentukan tiap bulan. Jadi, penurunan harga
 yang terjadi dua kali seperti Januari tidak akan terjadi lagi. Alasannya, untuk menjaga kestabilan pengelolaan harga dan logistik.
(Plt) Direktur Jenderal Minyak dan Gasbumi Kementerian ESDM, IGN Wiratmadja memastikan, tidak ada perubahan harga BBM sampai evaluasi untuk Maret. Sebelumnya, kementerian memang menurunkan harga di tengah Januari. “Evaluasi dan penetapan harga bulanan sudah sesuai dengan rekomendasi Komisi VII DPR,” ujarnya.
Seperti diketahui, sampai akhir 2014 harga Premium Rp8.500. Lantas, menjadi Rp7.600 pada 1 Januari 2015. Harga baru itu sekaligus menjadi penanda tidak adanya subsidi untuk bahan bakar RON 88 tersebut. Harga minyak dunia yang terus turun membuat pemerintah menurunkan jadi Rp6.600 per liter.
Sepanjang perbedaan harga logistik masih belum singnifikan, Wiratmadja mengatakan tidak perlu sering mengubah harga BBM. Khusus untuk solar, pemerintah belum bisa menurunkan karena kecenderungan rata-rata harga indeks pasarnya naik. Pada 13 Februari misalnya, harga MOPS Gasoil meningkat sampai US$73 per barel.
“Sampai saat ini, harganya 5,7 persen lebih tinggi,” katanya. Itulah kenapa, saat rapat dengan DPR pada 3 Februari, sempat ada usulan menurunkan harga. Tetapi, perkembangan harga berkata lain. Keputusan finalnya, pemerintah tidak menurunkan harga solar sampai saat ini.
Untuk memastikan penghitungan harga BBM transparan, dia menyebut auditor pemerintah maupun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dilibatkan. Audit itu, kata Wiratmadja, mencakup realisasi volume pendistribusian jenis BBM tertentu, penugasan khusus, besaran harga dasar, biaya penugasan pada periode yang telah ditetapkan, besaran subsidi, sampai pemanfaatan selisih-lebih dari harga jual eceran.
Menteri ESDM Sudirman Said menambahkan, rapat dengan Menko Perekonomian memang menyepakati tidak ada perubahan harga. Dia juga mengatakan perlunya menjaga harga supaya tetap ada untung. Apalagi, pemerintah berencana untuk membangun infrastruktur untuk cadangan penyangga. “Kalau keadaan turun, ya diturunkan,” terangnya.
Dihubungi terpisah, Direktur Pemasaran PT Pertamina (persero) Ahmad Bambang sepakat kalau harga BBM tidak sering berubah. Dari pengalaman yang ada, penting untuk menjaga stabilitas kebutuhan pokok melalui BBM. “Yang sudah-sudah, kalau harga naik, semua naik. Tapi, saat turun tidak ikut turun,” tuturnya. (dim/fad/ce1)
 
--