Jum10242014

Last update11:22:42 PM

Back Anda disini: Home

Artikel

Sumsel Tatap Asian Games XVIII - 2018

INCHEON  -  Sumatera Selatan kembali mencatatkan diri dalam sejarah dunia olahraga internasional, setelah sukses menyelanggarakan multievent SEA Games XXVI dan Islamic Solidarity Games (ISG) III, Sumsel kembali dipercaya menyelenggarakan ajang mutievent olahraga yang lebih bergengsi Asian Games XVIII tahun 2018. Ditandai dengan diterimanya secara resmi bendera dan obor Asian Games dari tuan rumah Asian Games XVII Incheon Korea Selatan pada acara penutupan yang berlangsung pada, Sabtu (4/10) malam.

 Pada prosesi serah terima tersebut, bendera dan api Asian Games diserahkan dari perwakilan Korea Selatan kepada Presiden Dewan Olimpiade Asia (OCA) Sheikh Ahmad Al Fahad Al Sabah, yang kemudian menyerahkan kembali simbol-simbol itu kepada perwakilan dari Indonesia.

Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin menerima obor Asian Games. Sementaara bendera Asian Games I (New Delhi, 1951) diterima oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Terakhir, bendera Asian Games, diterima oleh Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Rita Subowo.

 
Usai serah terima tersebut, Indonesia mendapatkan kesempatan menayangkan video kesiapan penyelenggaraan Asian Games serta penampilan tarian kesenian Indonesia yang disaksikan puluhan ribu penonton di stadion utama Incheon Korea Selatan. Puluhan penari yang ditukangi langsung oleh koreografer Deni Malik ini, menampilkan tarian Palembang Darusalam sebagai simbol kebesaran kerajaan Sriwijaya, sementara kebudayaan DKI Jakarta dituangkan dalam Ronggeng Betawi. Kemudian terakhir, tari Rampak Nusantara sebagai implementasi keanekaragaman seni budaya Indonesia secara keseluruhan.

 
Sebelumnya, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin saat ditemui sebelum acara di stadion utama Incheon menyampaikan, untuk kesiapan venue di Sumsel tidak terlalu banyak yang bangun baru. Menurutnya, beberapa venue yang ada di Sumsel justru lebih siap dibandingkan yang ada di Incheon sekarang.

 
"Venue volly beach kita sudah siap, base ball dan softball, renang, menembak dan atletik kita tidak perlu bangun baru. Kalau dibandingkan dengan Incheon, lima atau enam venue justru  kita lebih siap. Selain itu, sistem transportasi di Korea memang lebih baik, tapi menurut saya tetap saja masih ada kekurangan. Saya sudah buktikan tadi sempat mengunjungi atlet village, dan ternyata transportasi mereka masih juga keleleran. Kelebihan kita adalah, semua terpusatkan disatu wilayah seluas 350 hektar dengan 5 menit jalan kaki dari atlet village ke masing-masing venue,"ujar Alex.

 

Selain kesiapan venue dikatakannya lagi, dinning hall di Sumsel sudah dalam bentuk permanen dan hanya perlu penambahan kapasitas saja. Sementara di Incheon, dinning hallnya dalam bentuk tenda, namun tendanya luar biasa besar.

"Bahkan kita tadi sudah sempat memesan dua pintu tenda ukuran besar untuk penambahan di Sumsel. Untuk itu, mohon doa restu dari seluruh rekan-rekan media maupun masyarakat Indonesia dan Sumsel khsusnya, agar pelaksanaan Asian Games di Sumsel nanti dapat berjalan sukses. Ini merupakan sejarah baru bagi Sumsel even olahraga tingkat Asia,"pungkasnya.

 
Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo menaambahkan, Asian Games di Indonesia nanti tidak harus bangun baru. Menurutnya, hal itu justru yang menjadi kelebihan Sumsel sebagai tuan rumah Asian Games nantinya bersama DKI Jakarta. "Beberapa venue sudah siap di Sumsel, semua berada di satu kawasan dan semua sudah hijau. Jadi kita tidak harus bangun baru, hanya saja perlu perbaikan dan renovasi,"tegas Rita.

 Pada acara penutupan Asian Games tersebut, dihadiri sejumlah utusan dari Sumsel diantaranya, Asiaten III Pemprov Sumsel Ahmad Najib, Ketua Umum KONI Sumse Muddai Madang, Kabiro Humas dan Protokol Pemprov Sumsel Irene Camelyn, Sekum KONI Sumsel Maryama Bustam serta rombongan lainnya. (rel)