Back Anda disini: Home

Artikel

Dituduh Hendak Perkosa PSK, Dihajar Hingga Muntah Darah

MEDAN – Nasib sial dialami Tua Gultom, 23. Dia dihajar sekelompok pria yang menuduhnya hendak memerkosa Pekerja Seks Komersil (PSK) di Hotel Limbo, Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Medan Petisah. Tua dipukuli hingga muntah darah.

Kejadian berawal saat Tua dan beberapa temannya berangkat dari Tanjungbalai ke Medan, guna melayat rekan mereka yang meninggal dan disemayamkan di Jalan Ayahanda. Karena tiba di Medan sudah malam, mereka pun memilih menginap di Hotel Limbo, Sabtu (7/2) sore.

Sial, tiba-tiba dia dituduh hendak memperkosa salah seorang PSK yang berada di dalam kamar hotel. Tua pun disiksa sejumlah pria sampai muntah darah. Kasus ditangani Polsekta Medan Baru.

“Adikku sempat dimintai Rp 500 ribu agar tidak dilaporkan ke polisi atas tuduhan pemerkosaan. Adikku tak seperti itu, meski ada sedikit kurang-kurangnya,” ujar Santa Gultom, kakak Tua saat ditemui di Polsekta Medan Baru, Minggu (8/2) siang.

Namun kemudian, kedua belah pihak akhirnya mengambil jalur damai secara kekeluargaan. “Sudah damai kami bang, meski pelaku yang menyiksa adik saya tidak kelihatan lagi,” ujar wanita yang mengaku tinggal di Perumnas Mandala, Percut Seituan tersebut.

Terkait tuduhan yang ditujukan kepada adiknya, Santa mengaku dirinya pernah mendapat kabar, kalau para tamu di Hotel Limbo sering menjadi korban pemerasan. "Tapi saya tidak tahu bakalan adik saya yang diperas dengan tuduhan hendak memperkosa,” ungkapnya, seperti diberitakan Sumut Pos (Grup JPNN).

Ketika dikonfirmasi ke Hotel Limbo, dari pihak hotel sendiri mengaku tidak mengetahui kejadian yang dialami Tua Gultom. “Nggak tahu kami kejadian itu. Nggak tahu kami petugas jaganya, karena selalu berganti-ganti. Pemilik hotel pun tak tahu kejadian ini bang,” kata penjaga hotel yang berdinas shift pagi tersebut yang enggan menyebutkan identitasnya.

Kanit Reskrim Polsekta Medan Baru, Iptu Oscar Setjo membenarkan kedua belah pihak antara Tua Gultom dan PSK telah berdamai dan tidak membuat laporan. “Sudah diselesaikan secara kekeluargaan bro,” pungkasnya.(mag2/han)