Back Anda disini: Home

Artikel

Cap 100 Sneijder

PIALA Dunia adalah ajang penyempurna bagi karier setiap pesepak bola. Lebih spesial lagi bila torehan rekor bisa dipetik sepanjang perhelatan akbar tersebut. Seperti Wesley Sneijder yang bakal mengoleksi 100 cap bersama Timnas Belanda kala berhadapan dengan Spanyol di pertemuan perdana. Namun, sepertinya tak banyak warga lokal yang ”menyukainya”.
Sosok Sneijder bisa jadi adalah pemain paling tersohor di Brasil. Dialah pembawa mimpi buruk bagi tim Samba saat pencetak dua gol penentu perempat final Piala Dunia Afrika Selatan 2010 dan menyingkirkan juara dunia lima itu. ”Orang-orang mengenalku, tapi aku tidak merasa animo yang besar di sini,” ujar pria yang Senin lalu (9/6) genap berusia 30 tahun tersebut.
Midfielder veteran, yang kini bermain untuk klub Galatasaray itu bahkan disambut tepuk tangan dari orang-orang di jalanan saat skuat oranye itu sedang bersantai di sepanjang Pantai Ipanema, Rio de Janeiro, Rabu (11/6). ”Hei lihat! Itu dia si kecil,” seru seorang penggemar menunjuk pria setinggi 170 sentimeter itu.
Sneijder menjalani Piala Dunia ketiganya meski penampilannya di tim raksasa Turki itu naik-turun. Panas di akhir musim liga, ditambah cederanya Rafael van der Vaart dan Kevin Strootman, membuka jalannya menuju Brasil. ”Aku sedikit ”tertidur” di awal musim, tapi lantas bekerja keras dan sekarang aku mendapatkan penghargaan ini (bermain di Piala Dunia),” tambah mantan pemain Real Madrid itu.
Tapi Sneijder telah kehilangan ban kaptennya di turnamen sepak bola terakbar sejagad kali ini. Posisinya kini disandang striker Manchester United Robin van Persie. ”Tidak mengenakkan memang. Tapi tidak masalah. Meski bukan lagi kapten, aku tetap salah satu leader di timnas,” tukasnya.
Spanyol menaklukkan Belanda di final Piala Dunia 2010. Tapi Sneijder yang pernah merumput di Italia bersama Inter Milan itu yakin, kekalahan itu tidak akan berulang kali ini. ”Barangkali, kami bukan lagi tim papan atas. Tapi kami tetap mampu mengalahkan Spanyol. Kami hanya perlu bermain sebagai tim,” paparnya seperti dilansir AFP.
Muncul kritikan yang ditujukan kepada Pelatih Louis van Gaal yang menurunkan line up dengan lima pemain bertahan. Tapi Sneijder membela keputusan bos baru Manchester United itu. ”Bukan masalah jika taktik ini bukanlah untuk menyerang. Dengan strategi baru ini kami tidak akan khawatir melawan siapa pun,” belanya.
Menurutnya, hal yang memperkuat Timnas Belanda saat ini adalah atmosfer di dalamnya. Jauh lebih kompak dibanding dengan saat Euro 2012. "Dari pengalamanku (kekompakan) itu adalah faktor penting untuk memenangi sebuah turnamen," ungkap permain yang tidak dipanggil Van Gaal tahun lalu itu. (cak/ego/ce5)