|
SUMSEL - Kepadatan arus mudik melalui jalur darat di jalan lintas timur (jalintim) maupun jalan lintas tengah Provinsi Sumatera Selatan, empat hari jelang (H-4) Idulfitri, kemarin, mulai terlihat. Meskidemikian, arus lalu lintas tetap berjalan lancar. Tak ada kemacetan di dua jalur tersebut. Pantauan Sumatera Ekspres, pengemudi kendaraan tampak berhati-hati memacu laju kendaraannya di jalan mulus pascadiperbaiki beberapa waktu lalu. Volume kendaraan yang melintas di Jalintim Ogan Komering Ilir (OKI) didominasi kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat. Kepala Dinas Perhubungan, Informasi Komunikasi (Diskominfo) OKI, Drs H Asnawi P Ratu mengatakan, peningkatan volume kendaraan mulai terjadi sejak H-6. “Perkiraan, arus mudik semakin padat pada H-4 dan H-3, karena banyak PNS maupun pegawai swasta yang mulai libur kerja.” Kasatlantas Polres OKI AKP I Ketut Suarnaya menambahkan, walaupun volume pemudik di jalintim mulai meningkat, namun arus lalulintas berjalanlancar. “Mudah-mudahan tetap lancar tanpa ada kecelakaan.” Tak jauh berbeda di Prabumulih, peningkatan volume kendaraan yang melintas juga sudah terjadi. Kapolres Prabumulih, AKBP Yerry Oskag SIK melalui Kabag Ops AKP HT Sianturi mengatakan, kendaraan yang banyak melintasi Prabumulih adalah kendaraan dari Lahat, Muara Enim, Baturaja, dan OKU Timur. Sedangkan dari luar provinsi juga ada, tapi belum mengalami peningkatan signifikan. ’’Kita sudah menerjunkan 327 personel yang ditempatkan di empat pos di wilayah yang menjadi pusat keramaian, rawan kejahatan dan kemacetan. Yakni, pos tugu nanas, pos yang berada dekat kantor Camat Prabumulih Selatan, pos pasar inpres dan air mancur,’’ bebernya. Sementara kemacetan yang terjadi di pusat kota Sungai Lilin, Musi Banyuasin (Muba) lebih parah dari hari-hari sebelumnya. Pengendara terpaksa harus memacu laju kendaraannya perlahan saat hendak melintasi Jembatan Sungai Lilin yang sempit. Keberadaan pasar tumpah, penumpukan parkir di dan ke bahu jalan serta aktivitas bongkar muat barang dan adanya terminal bayangan memperparah kemacetan. “Ternyata hari ini (kemarin, red) banyak kendaraan muatan yang melintas. Padahal sudah dilarang,” ujar Kasat Lantas Polres Muba AKP Andi Kumara SIk yang terjun langsung mengatur arus lalu lintas di pusat kota Sungai Lilin kemarin. Petugas dibuat sibuk sepanjang hari. Aparat gabungan Satlantas Muba, Polres Muba, Polsek Sungai Lilin berusaha keras mengurai kemacetan. “Kita sudah berkali-kali mengusir kendaraan yang parkir di bahu jalan, tapi mereka balik lagi. Terus-terusan begitu,” tukas seorang anggota Polsek Sungai Lilin. Sementara itu, peningkatan arus mudik pada H-4 juga mulai terlihat di Jalinteng Sumatera (Jalintengsum). Umumnya, masih didominasi kendaraan mobil pribadi luar daerah. Arus lalu lintas normal, meski intensitas kendaraan meningkat dari sebelumnya. Kendaraan yang melintas didominasi mobil pribadi yang melaju dari arah Lampung secara bergelombang. Sementara, kendaraan roda dua belum menunjukkan peningkatan. Kasat Lantas Polres OKUT AKP Menang mengatakan, sejauh ini lalu lintas di Jalintengsum masih normal. “Diprediksi, puncak arus mudik pada H-3 nanti. Diharapkan, pengemudi tetap waspada mengingat ada sejumlah jalur yang dinilai rawan kecelakaan,’’ katanya. Hal yang sama juga terlihat di wilayah Mura dan Lubuklinggau. Bus-bus berbadan besar serta kendaraan pribadi volumenya kian banyak. Tak jarang antara kelurahan Lubuk Kupang dengan Desa Pedang Mura banyak kendaraan yang parkir di pinggir badan jalan. “Istirahat dulu, Mas. Kebetulan di sini adem. Karena pohonnnya besar-besar,” kata Suparto, warga Jambi yang akan ke Lampung. Kapolres Musi Rawas AKBP Rizal Syahman Radi melalui kasat lantas AKP Syafruddin mengatakan prediksi arus mudik akan kembali meningkat. “Arus mudik memasuki H-3 kemungkinan meningkat. Kebanyakan orang akan mengejar salat ied di kampung halaman mereka,” ujarnya. Bagi, pemudik yang menggunakan jalur jalan lintas tengah dari Palembang-Muara Enim melintasi arah Baturaja diharap waspada. Meski sudah dilakukan penambalan, potensi kecelakaan dan macet masih akan terjadi. “Harus hati-hati karena di Jalinteng mulai dari arah Tanjung Agung menuju Muara Enim dan sampai Prabumulih banyak tikungan dan jalanan sempit sehingga rawan kecelakaan,” kata Kasat Lantas Polres Muara Enim AKP Agung Setyo Nugroho didampingi Kanit Laka Iptu Indrowono, kemarin (15/8). Daerah rawan laka setidaknya ada enam titik, yakni, Ds Sp Benakat, Gunung Megang Km 40-45. Lalu, Ds Karang Raja Km 4-5 dari Muara Enim, Ds Seleman Km 44-45 dari Muara Enim. Ada lagi, Ds Talang Taling Kecamatan Gelumbang pada Km 137-149 dari Muara Enim, Ds Lembak Km 95-98 dari Muara Enim dan perlintasan KA tanpa palang pintu Km 115 dari Muara Enim serta Ds Desa Karang Agung Km 125-130 dari Muara Enim. Di Baturaja, kemacetan sering terjadi akibat kegiatan Pasar Tumpah atau kalangan di Tangsi Lontar, Pengandonan dan Ulak Pandan, Semidang Aji. “Di setiap pasar tumpah kita tempatkan dua petugas untuk membantu mengatur arus lalu lintas. Tindakan ini untuk mencegah kemacetan lalin akibat pasar tumpah,” kata Kadishub OKU Firmasyah. Sementara itu, bagi pemudik yang melewati jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Lahat diharapkan tetap waspada. Sebab, ada beberapa titik jalan rawan longsor di sepanjang jalan lintas mulai Muara Enim menuju Lahat, serta Lahat ke Tebing Tinggi Empat Lawang. Rambu-rambu lalulintas serta alat berat sudah disiagakan. Di Jalinsum Lahat-Muara Enim setidaknya ada tiga lokasi rawan longsor, yakni Desa Gedung Agung, Kecamatan Merapi Timur, di Desa Ulak Pandan dan Payo di Kecamatan Merapi Barat. Sementara Jalinsum Lahat-Tebing Tinggi, ada tujuh titik longsor. Semua tersebar di sisi ruas jalan di Kecamatan Gumay Talang, Kecamatan Kikim Timur, Kikim Tengah, serta Kikim Barat di perbatasan Lahat dan Empatlawang. Beberapa di antaranya bahkan cukup berbahaya, karena membuat badan jalan amblas. “Kita sudah maksimalkan pos keamanan yang dibangun bersama Polres Lahat,’’ ujar Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Kadishubkominfo) Lahat Chairudin SH. Sementara itu, Dinas Perhubungan Banyuasin menyiapkan 520 armada Lebaran. Rinciannya, 470 angkutan desa (angdes), 34 bus AKDP, 4 mobil ambulance, 1 unit mobil derek, 8 kendaraan operasional dan 10 barigade motor. Selain itu, disiapkan pula mobil pemadam kebakaran yang akan mobile. Di samping, disiapkan angkutan sungai seperti speed boat, perahu jukung dan tongkang, di Gasing, Simpang PU, Simpang Kumbang dan Sungang. Kasatlantas Polres Banyuasin AKP Andi Supriadi mengatakan, titik rawan kemacetan, terutama di perbatasan Palembang-Banyuasin. “Penyebabnya karena banyak kendaraan yang ngetem di pinggir jalan.” Bagaimana dengan arus mudik di Palembang, pusat ibu kota Sumsel? Perkiraan puncak arus mudik terjadi hari ini (16/8). “Besok (hari ini, red) mulai puncak arus mudik, khususnya tujuan Medan,” ujar Kepala Lorena Cabang Palembang, Djunaidi, kepada Sumatera Ekspres, kemarin (15/8). Keberangkatan H-3, pemudik bisa sampai di tempat tujuan pada H-1. “Waktunya pas sebab besoknya Lebaran. Banyak yang pilih H-3 untuk keberangkatan perjalanan jauh,” terangnya. Sedangkan untuk tujuan dengan jarak tempuh sehari semalam, seperti Jakarta, Bandung dan lainnya, puncak arus mudik diperkirakan H-2. “Pada H-2 nanti, enam bus Lorena ke Jakarta. Kalau hari ini (kemarin, red) hanya empat bus dan satu bus ke Medan.” Sementara Kepala PO Handoyo Cabang Palembang, Karnoto Effendi mengatakan, puncak arus mudik Lebaran pada H-4. Sebab, tujuan perjalanan bus miliknya cukup jauh memakan waktu sehari lebih. “Kita tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur, memakan waktu dua hari. Jadi, puncak arus mudiknya hari ini (kemarin, red). Puncak arus mudik kita sejak 12-15 Agustus. Kalau besok (hari ini, red) sepi,” jelas Karnoto. Kemarin, pihaknya memberangkatkan 9 bus tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sementara hari ini sampai besok, jumlah armada yang berangkat 2-5 bus. Bagaimana dengan kereta api (KA)? Jaka Jarkasih, Humas PT KAI Divre III.I Sumsel mengatakan, jumlah arus mudik dari H-7 semakin menurun. “Karena PNS dan pegawai perusahaan belum libur seluruhnya. Mungkin H-3 (hari ini, red) puncaknya,” ujar Jaka. Menurutnya, H-3 menjadi waktu yang tepat karena bisa istirahat sebelum Lebaran bersama keluarga. Informasinya, kedatangan dari Tanjung Karang dan Lubuklinggau juga penuh kemarin. “Full informasinya dari Tanjung Karang, sementara dari Lubuklinggau hanya tersisa 60 persen gerbong AC,” jelasnya. Ia juga mengungkapkan, kesiapan bus yang dipasok ke stasiun Kertapati. “Mereka on call, begitu kita butuhkan mereka sudah siap,” katanya. Bus ini, untuk mengantisipasi jumlah pemudik yang membludak dan tak tertampung oleh KA. Sementara mereka ingin berangkat pada H-3 tersebut. “Sepertinya kita masih mampu. Kita lihat kondisi nanti, mereka siap on call,” katanya. Di Terminal Karya Jaya, keberangkatan calon pemudik belum begitu tinggi. Pasalnya dari keseluruhan armada yang dipersiapkan sebanyak 224 armada dari dan menuju Terminal Karya Jaya masih sepi. “Dibandingkan tahun lalu, jumlah pemudik jauh menurun,” ujar Kepala Terminal Karya Jaya, Kms Fauzi Azzali saat ditemui di ruangannya, kemarin (15/8). Dikatakan Fauzi, dari sedikitnya 70 unit angkutan kota dalam provinsi (AKDP) yang datang dengan jumlah seat atau tempat duduk sebanyak 1.728 buah, terisi 798 seat atau 47 persen. Sementara bus antar kota antar provinsi (AKAP) sebanyak 40 unit dengan jumlah seat sebanyak 1.325 buah terisi 941 seat atau 72 persen. Sedangkan keberangkatan, pihaknya juga menyiapkan 70 unit AKDP dengan tempat duduk yang ada sebanyak 1.728 seat. Terisi 949 seat atau 55 persen. Lalu, dari 40 bus AKAP yang menyediakan 1.325 seat, terisi sebanyak 1.130 seat atau 86 persen dari kapasitas yang disiapkan. “Belum semua tempat duduk yang disiapkan terisi,” katanya lugas. Ditempat terpisah, Kepala Pos Terminal Pelabuhan Boom Baru, Rusli, mengatakan, peningkatan arus kedatangan sudah dirasakan sejak 7 Agustus lalu. Peningkatan terjadi sekitar 50 persen tiap kapal. “Mengantispasi membeludaknya jumlah penumpang, sejak dua hari lalu, kita sudah tambah armada. Normalnya hanya dua kapal yang beroperasi. Nah sejak kemarin (Sabtu, red) menjadi 4 kapal yang beroperasi. Yakni Ekspres Bahari 8, Ekspres Bahari 5, Sumber Bangka 7 dan Sumber Bangka 6,” terangnya. Kondisi normal juga terpantau di Pelabuhan Penyeberangan 35 Ilir. “Saat ini kami telah menyiapkan sembilan kapal,” kata Kepala Bidang Hubungan Laut dan Air Sungai, Danau, Penyeberangan, Dinas Perhubungan Kota Palembang, Said Albar di ruangan kerjanya. (asa/bis/ayo/iol/23/hak/dom/qda/kur/rei/afi/cj2/cj4/ce1)
|