>> Home
Dicat dan Diperbaiki
PALEMBANG – Pascakebakaran bagian bawah jembatan Ampera 2010 lalu, hingga ki...Readmore
Demo BBM Meluas
SUMSEL - Aksi demontrasi besar-besaran menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (...Readmore
La Furia Roja (Belum) Perkasa
RECIFE - Spanyol menunjukkan jati dirinya sebagai tim penguasa dunia. Menghadapi j...Readmore
Ahsan-Hendra Selamatkan Indonesia
JAKARTA - Indonesia tidak jadi malu sebagai tuan rumah di Djarum Indonesia Open 20...Readmore
Perampok Tembak Pedagang Emas
KAYUAGUNG – Kawanan perampok bersenjata api yang diduga berjumlah enam orang...Readmore
  • Dicat dan Diperbaiki

    PALEMBANG – Pascakebakaran bagian bawah jembatan Am...

  • Demo BBM Meluas

    SUMSEL - Aksi demontrasi besar-besaran menolak kenaikan h...

  • La Furia Roja (Belum) Perkasa

    RECIFE - Spanyol menunjukkan jati dirinya sebagai tim pen...

  • Ahsan-Hendra Selamatkan Indonesia

    JAKARTA - Indonesia tidak jadi malu sebagai tuan rumah di...

  • Perampok Tembak Pedagang Emas

    KAYUAGUNG – Kawanan perampok bersenjata api yang di...

NEWS UPDATE

Stop
Play
17 Agustus Rukyat Hilal
Ditulis oleh Redaksi   

PALEMBANG - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan akan melaksanakan kegiatan rukyatul hilal pada Jumat 17 Agustus mendatang. Jalannya kegiatan dipusatkan di Hotel Aryaduta mulai pukul 17.00 WIB hingga ba’da maghrib.
Kakanwil Kemenag Sumsel Drs H Najib Haitami MM mengatakan, hasil pengamatan badan hisab dan rukyat (BHS) Sumsel dilaporkan langsung ke Kemenag RI untuk mengikuti sidang Isbat yang di pimpin langsung oleh Menteri Agama, Surya Dharma Ali ba’da Maghrib di Jakarta. “Selain BHS dan Kanwil Kemenag Sumsel, Rukyat Hilal melibatkan Pengadilan Tinggi Agama Sumsel, Akademisi dan Ormas Islam serta Badan Meteorologi dan Geofisika.”
Dikatakan Najib, alat yang digunakan untuk melihat bulan adalah kompas, teleskop dan teodolit.  Dan  sesuai dengan kalender bahwa Idul Fitri tanggal 19 Agustus, namun itu belum pasti karena masih harus dilakukan rukyat hilal. “Tapi semua masih menunggu sidang isbat, karena Palembang bukan lokasi strategis untuk melihat bulan,” ujarnya lagi
Najib meminta, masyarakat menghormati setiap perbedaan tentang penentuan awal Ramadhan. Sebab,  perbedaan adalah Rahmat. “Memang ada perbedaan antara ahli hisab dan ahli rukyat dalam menentukan awal Ramadhan, namun jadikan ini kedewasaan kita dalam menyikapi perbedaan dengan tetap rukun dan kondusif,” imbuhnya.
Ia menambahkan, masyarakat Sumsel untuk mengikuti dan menunggu hasil sidang isbat yang dilakukan pemerintah. Sebab, siding isbat merupakan hasil dari semua pantauan hilal yang ada di Indonesia. “Taatilah Allah, dan Rasulnya serta pemimpin kalian,” kata Najib mengutip terjemahan ayat al-Qur’an.
Bukan Serba-Baru
Di sisi lain, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Selatan mengimbau masyarakat Sumsel agar tidak berlebihan dalam merayakan Idulfitri 1433 H. Apalagi, Islam tidak mengajarkan umatnya untuk hidup boros.
“Islam tidak mengajarkan umatnya untuk konsumtif. Membeli makanan dan minuman jangan berlebihan,” kata Ketua MUI Provinsi Sumsel, HM Sodikun, kemarin.
Menurut Sodikun, Ramadan dan Idulfitri harus ditandai dengan perubahan dari kalbu. Bukan berbagai barang yang baru. “Umumnya masyarakat berlomba-lomba mendapatkan semua hal baru. Baju baru, makanan berlimpah dan lainnya. Akan lebih baik kalau meningkatkan kepedulian sebagai buah dari puasa.”
Di sisi lain, Sodikun juga menyoroti maraknya jasa penukaran uang di jalan-jalan protokol seperti di lampu merah maupun seputaran jalan Merdeka  yang melakukan pemotongan. Semisal menukar Rp100 ribu, namun menjadi Rp90 ribu.“Harus sama-sama iklas karena tidak lain tujuannya untuk memudahkan dan membantu. Jangan sampai ada keterpaksaan,” pungkasnya. (cj9/nni/ce3) 



Add this to your website
 

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078