Back Anda disini: Home

Artikel

Kans Sterling Bungkam Sorotan Miring

LONDON - Queens Park Rangers (QPR) adalah klub yang pernah dibela Raheem Sterling ketika masih berstatus pemain junior. Namun, bukan reuni dengan mantan klub yang membuat Sterling menjadi sorotan pada laga malam nanti. Tapi, soal sorotan miring yang ditujukan kepada Sterling ketika membela Inggris saat menghadapi Estonia di laga kualifikasi Euro 2016 pada Minggu (12/10).

Pemain yang baru berusia 19 tahun tersebut dikritik media dan fans Inggris karena mengaku kelelahan jelang laga melawan Estonia. Pengakuan itu memaksa pelatih Inggris Roy Hodgson untuk menempatkan Sterling di bangku cadangan. Dia baru masuk pada menit ke-64 untuk menggantikan Jordan Henderson.

Sorotan dan kritikan tersebut jelas mengganggu konsentrasi Sterling saat Liverpool melawat ke Loftus Road untuk menghadapi QPR malam nanti (tayangan langsung beIN Sports 3 pukul 19.30 WIB).Arsitek The Reds -julukan Liverpool- pun menyadari situasi itu.

Apalagi Rodgers sempat diisukan sebagai sosok yang meminta Sterling agar menolak tampil bermain sebagai starter saat melawan Estonia. ''Saya membaca dan mendengar apa yang menjadi pembicaraan tentang Sterling,'' cetus Rodgers kepada Mirror.

''Dia (Sterling, Red) adalah pemain yang luar biasa. Dia sudah sangat matang sebagai pemain di usianya yang baru 19 tahun. Dia akan menjadi pemain kunci bagi Inggris dan Liverpool,'' tandasnya.

Rodgers membantah bahwa dirinya meminta Sterling agar tidak tampil sebagai starter. ''Dia bilang bahwa dirinya merasa lelah. Saya sudah sering berhadapan dengan Sterling dan melihat kakinya sudah kelelahan. Tapi, dia memaksakan diri terus bermain,'' ujarnya.

Mantan manajer Swansea City itu berharap Sterling bisa membungkam kritik media di Loftus Road malam nanti. Sterling menjadi tumpuan karena Liverpool belum bisa menurunkan Daniel Sturridge yang masih dibekap cedera. Sementara itu, penampilanMario Balotelli masih angin-anginan. ''Beberapa hari ini dia memang terlihat shock. Tapi, dia menunjukkan semangat yang luar biasa dalam sesi latihan pada Jumat (17/10),'' jelasnya.

Lawatan ke Loftus Road bukanlah laga mudah bagi Liverpool. Tuan rumah bakal all-out lantaran laga tersebut menjadi penentu masa depan Manajer QPR Harry Redknapp. Pemilik QPR Tony Fernandes kabarnya kecewa dengan kinerja Redknapp. Hingga pekan ketujuh, QPR masih terbenam di dasar klasemen. Namun, Redknapp berupaya bersikap tenang. ''Saya tidak merasa dalam tekanan siapa pun. Saya masih yakin kami akan mendapatkan hasil positif,'' kata Redknapp. (c20/bas)