Sab10252014

Last update01:24:17 AM

Back Anda disini: Home

Artikel

Butuh Zah-Gumbs

PALEMBANG – Kans Sriwijaya FC untuk lebih berprestasi di Indonesia Super League (ISL) musim depan terbuka lebar. Syaratnya, tim berbasis di Palembang tersebut harus mampu mendatangkan pemain bintang sekelas Zah Rahan Krangar atau Keith ”Kayamba” Gumbs.
    Hal tersebut diungkapkan, pemerhati olahraga Sumsel, Syamsul Ramel, kepada Sumatera Ekspres, kemarin. “Peluang Sriwijaya FC cukup besar untuk meraih kampiun, namun tahun ini gagal lantaran tim kebanggaan masyarakat Sumsel ini kehilangan sosok seperti Zahrahan dan Kayamba Gumbs di lini tengah yang mampu menjadi kreator serangan,” katanya.
    Karena itu, sambung Syamsul, Sriwijaya FC musim depan harus mampu mendatangkan pemain sekelas mereka, sehingga roh dan gaya permainan tim bermarkas di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring hidup kembali. “Gustavo Lopes merupakan pemain yang hebat, namun masih di bawah mereka (Zah Rahan Krangar dan Kayamba Gumbs),” sebut dia.
    Diakui Syamsul, memboyong pemain berkualitas memang harus didukung finansial yang kuat sebab mendapatkan tanda tangan mereka tidak murah. “Kontrak pemain asing cukup tinggi. Alternatifnya, bisa pemain lokal yang memiliki kualitas seperti Syamsul Arif,” beber dia.    
     Tak hanya itu, menurut Syamsul, kegagalan Sriwijaya FC musim lalu lantaran minimnya pemain pelapis kedua. “Kalau melihat musim ini, Sriwijaya FC kesulitan merotasi pemain, baik lini depan maupun belakang. Jika pemain inti tidak bisa main, rotasi dilakukan pasti tidak maksimal. Alhasil, menelan pil pahit. Ini yang harus dicermati pelatih baru Sriwijaya FC,” urai dia.
    Artinya, masih kata dia, kualitas pemain inti dan pemain cadangan (pelapis) harus sama sehingga rotasi pemain bisa dilakukan maksimal. “Pemain lapis kedua Sriwijaya FC dominan diisi pemain Sriwijaya FC U-21. Sebaliknya, mereka masih sangat minim jam terbang,” lanjut Syamsul.
    Karena itu, tambah dia, jika ingin mengorbitkan putra daerah, kesempatan yang diberikan harus besar. Meski dengan berbagai pertimbangan dan risiko. ”Semuannya bisa jadi pilihan. Tergantung motivasinya,” tukas dia. (yun/ion/ce6)