>> Home Home Arsip SLIDE NEWS Sisir Pemalak-Agen Petasan
Massa Bakar Kantor PT Gembala Sriwijaya
INDERALAYA - Kantor PT Gembala Sriwijaya di jalan lintas timur, Palembang-Prabumul...Readmore
Kurang Sebulan, Catat 150 SPK
BOGOR – Mobil All New KIA Carens mendapat respon baik dari publik Tanah Air....Readmore
Pembagian Buku Manasik Tertunda
PALEMBANG – Sebanyak 6.475 set buku manasik haji dan umrah kiriman Kementeri...Readmore
Dicat dan Diperbaiki
PALEMBANG – Pascakebakaran bagian bawah jembatan Ampera 2010 lalu, hingga ki...Readmore
Demo BBM Meluas
SUMSEL - Aksi demontrasi besar-besaran menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (...Readmore
  • Massa Bakar Kantor PT Gembala Sriwijaya

    INDERALAYA - Kantor PT Gembala Sriwijaya di jalan lintas ...

  • Kurang Sebulan, Catat 150 SPK

    BOGOR – Mobil All New KIA Carens mendapat respon ba...

  • Pembagian Buku Manasik Tertunda

    PALEMBANG – Sebanyak 6.475 set buku manasik haji da...

  • Dicat dan Diperbaiki

    PALEMBANG – Pascakebakaran bagian bawah jembatan Am...

  • Demo BBM Meluas

    SUMSEL - Aksi demontrasi besar-besaran menolak kenaikan h...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Sisir Pemalak-Agen Petasan

PALEMBANG - Jajaran Polresta Palembang kembali menggelar giat operasi dengan target premanisme, petasan, dan sajam (senjata tajam).  Operasi dipimpin langsung Kanit Pidum Iptu Nanang Supriatna SH. Razia mulai  pukul 11.00 WIB dengan menyisir beberapa kawasan sekitar Jl Jenderal Sudirman, kemarin (31/7).
Di awal operasi, polisi merazia orang-orang yang diduga preman dan sering melakukan tindak kriminal. Salah satunya di pinggir Jl Sudirman, seberang Masjid Agung. Ditengarai di lokasi itu, sering terjadi tindak penodongan dan pemalakan. Seorang pemuda diperiksa kelengkapan identitasnya saat disambangi petugas.
Saat diperiksa, pemuda tersebut tidak memiliki identitas alias KTP (kartu tanda penduduk). Justru dari dalam dompetnya ditemukan KTP orang lain. Alhasil pemuda itu digiring polisi untuk dimintai keterangan.
Romadhon Saputra (16), warga Lr Masjid, RT 12/6, Kelurahan Tangga Takat, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II  yang diduga pelaku pemalakan mengatakan, KTP yang tersimpan di dalam dompetnya merupakan KTP milik pamannya. Bahkan, ia juga mengaku, dompet yang disimpan disaku belakang celananya merupakan milik pamannya.
"KTP itu punyo mamang aku, termasuk dengan dompetnya. Aku minjem dompet dengan Mamang aku. Tadi tu bukan nak belari pas ado razia, aku tu lagi nunggu angkot nak balek ke rumah," ujarnya lagi.
Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan ke setiap orang yang tengah nongkrong di kawasan tersebut. Kali ini, target razia nihil dan polisi langsung melanjutkan ke kawasan Jl Kepandean, Kelurahan 17 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) I.
Polisi merazia beberapa pedagang petasan. Bahkan, untuk membuktikan barang bukti petasan yang disita, polisi meledakkannya. Kontan, petasan yang dijual pedagang memiliki suara ledakan kuat. "Bawa semua barang-barang (petasan) mereka. Jelas ini petasan, dari suaranya saja besar sekali," kata Kanit Pidum, Iptu Nanang Suprayatna.
Sedikitnya empat kotak kecil petasan diamankan Polisi dari pedagang di kawasan tersebut. Kemudian razia berlanjut ke Jl  Rustam Effendi, Kelurahan 17 Ilir, Kecamatan IT I.
Petugas juga mengamankan empat kotak petasan. Namun pedagangnya tidak diamankan hanya diberikan imbauan dan peringatan. Informasi yang diperoleh polisi dari beberapa pedagang mengatakan bila petasan tersebut dibeli dari toko (agen) main anak-anak yang berada di Jl Sayangan, No 736, Kelurahan 16 Ilir, Kecamatan IT I.
Mendapat informasi berharga itu, polisi langsung menyambangi toko yang dimaksud. Polisi kaget setibanya di lokasi. Sebab,  toko tersebut merupakan agen mainan. Setelah diperiksa secara detail kedalam toko, polisi mengamankan berkardus-kardus petasan yang siap dijual kepada para pengecer. Sedikitnya empat kardus petasan diamankan dari dalam toko penjualan mainan anak-anak itu. Bahkan untuk membawa barang bukti tersebut, polisi harus menggunakan jasa tukang becak. Tak khayal, dari razia kemarin membuat lalu lintas sedikit tersendat.
Sedangkan pemilik toko STMJ and Toys Fireworks yang merupakan agen kembang api dan petasan, Serwin (28) membantah bila tokonya dikatakan menjual petasan. "Ini bukan petasan, tapi kembang api yang meletup. Aku sudah tiga tahun berjualan kembang api yang mana barang didatangkan dari Jakarta dengan cara dibawa pakai truk. Kita punya surat izin dari Polda," kata Serwin.
Kapolresta Palembang, Kombes Pol Sabaruddin Ginting SIK melalui Kasat Reskrim Kompol Djoko Julianto didampingi Kanit Pidum, Iptu Nanang Supriatna SH, mengatakan mereka yang diamankan akan dimintai keterangan serta diberikan peringatan untuk tidak kembali menjual petasan. "Kita berikan imbauan, kembang api ada dua yakni yang meledak dan tidak meledak. Nah yang meledak dilarang. Gelar razia ini akan terus berjalan sepanjang bulan Ramadan," pungkasnya. (wek/ce3)



Add this to your website
 

ALL SPORT

article thumbnailPercepat Jalur Juara
23 Feb 2013

LONDON - Manchester United akan bertandang ke markas Queens Park Ranger dalam lanjutan Premier League yang akan dilangsungkan Sabtu (23/2). Pertandingan yang rencananya disiarkan Global TV mulai pu [ ... ]


Berita lain

GELORA SRIWIJAYA

article thumbnailKim-Vali Masih Tanda Tanya
23 May 2013

JAKARTA - Besok (24/5), Persiwa Wamena menjamu Sriwijaya FC di Stadion Pendidikan, Wamena. Namun, tim berjuluk Badai Pegunungan itu masih pusing menyiapkan komposisi terbaik untuk menjamu juara ber [ ... ]


Berita lain

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078