>> Home
Dicat dan Diperbaiki
PALEMBANG – Pascakebakaran bagian bawah jembatan Ampera 2010 lalu, hingga ki...Readmore
Demo BBM Meluas
SUMSEL - Aksi demontrasi besar-besaran menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (...Readmore
La Furia Roja (Belum) Perkasa
RECIFE - Spanyol menunjukkan jati dirinya sebagai tim penguasa dunia. Menghadapi j...Readmore
Ahsan-Hendra Selamatkan Indonesia
JAKARTA - Indonesia tidak jadi malu sebagai tuan rumah di Djarum Indonesia Open 20...Readmore
Perampok Tembak Pedagang Emas
KAYUAGUNG – Kawanan perampok bersenjata api yang diduga berjumlah enam orang...Readmore
  • Dicat dan Diperbaiki

    PALEMBANG – Pascakebakaran bagian bawah jembatan Am...

  • Demo BBM Meluas

    SUMSEL - Aksi demontrasi besar-besaran menolak kenaikan h...

  • La Furia Roja (Belum) Perkasa

    RECIFE - Spanyol menunjukkan jati dirinya sebagai tim pen...

  • Ahsan-Hendra Selamatkan Indonesia

    JAKARTA - Indonesia tidak jadi malu sebagai tuan rumah di...

  • Perampok Tembak Pedagang Emas

    KAYUAGUNG – Kawanan perampok bersenjata api yang di...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Sisir Pemalak-Agen Petasan

PALEMBANG - Jajaran Polresta Palembang kembali menggelar giat operasi dengan target premanisme, petasan, dan sajam (senjata tajam).  Operasi dipimpin langsung Kanit Pidum Iptu Nanang Supriatna SH. Razia mulai  pukul 11.00 WIB dengan menyisir beberapa kawasan sekitar Jl Jenderal Sudirman, kemarin (31/7).
Di awal operasi, polisi merazia orang-orang yang diduga preman dan sering melakukan tindak kriminal. Salah satunya di pinggir Jl Sudirman, seberang Masjid Agung. Ditengarai di lokasi itu, sering terjadi tindak penodongan dan pemalakan. Seorang pemuda diperiksa kelengkapan identitasnya saat disambangi petugas.
Saat diperiksa, pemuda tersebut tidak memiliki identitas alias KTP (kartu tanda penduduk). Justru dari dalam dompetnya ditemukan KTP orang lain. Alhasil pemuda itu digiring polisi untuk dimintai keterangan.
Romadhon Saputra (16), warga Lr Masjid, RT 12/6, Kelurahan Tangga Takat, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II  yang diduga pelaku pemalakan mengatakan, KTP yang tersimpan di dalam dompetnya merupakan KTP milik pamannya. Bahkan, ia juga mengaku, dompet yang disimpan disaku belakang celananya merupakan milik pamannya.
"KTP itu punyo mamang aku, termasuk dengan dompetnya. Aku minjem dompet dengan Mamang aku. Tadi tu bukan nak belari pas ado razia, aku tu lagi nunggu angkot nak balek ke rumah," ujarnya lagi.
Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan ke setiap orang yang tengah nongkrong di kawasan tersebut. Kali ini, target razia nihil dan polisi langsung melanjutkan ke kawasan Jl Kepandean, Kelurahan 17 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) I.
Polisi merazia beberapa pedagang petasan. Bahkan, untuk membuktikan barang bukti petasan yang disita, polisi meledakkannya. Kontan, petasan yang dijual pedagang memiliki suara ledakan kuat. "Bawa semua barang-barang (petasan) mereka. Jelas ini petasan, dari suaranya saja besar sekali," kata Kanit Pidum, Iptu Nanang Suprayatna.
Sedikitnya empat kotak kecil petasan diamankan Polisi dari pedagang di kawasan tersebut. Kemudian razia berlanjut ke Jl  Rustam Effendi, Kelurahan 17 Ilir, Kecamatan IT I.
Petugas juga mengamankan empat kotak petasan. Namun pedagangnya tidak diamankan hanya diberikan imbauan dan peringatan. Informasi yang diperoleh polisi dari beberapa pedagang mengatakan bila petasan tersebut dibeli dari toko (agen) main anak-anak yang berada di Jl Sayangan, No 736, Kelurahan 16 Ilir, Kecamatan IT I.
Mendapat informasi berharga itu, polisi langsung menyambangi toko yang dimaksud. Polisi kaget setibanya di lokasi. Sebab,  toko tersebut merupakan agen mainan. Setelah diperiksa secara detail kedalam toko, polisi mengamankan berkardus-kardus petasan yang siap dijual kepada para pengecer. Sedikitnya empat kardus petasan diamankan dari dalam toko penjualan mainan anak-anak itu. Bahkan untuk membawa barang bukti tersebut, polisi harus menggunakan jasa tukang becak. Tak khayal, dari razia kemarin membuat lalu lintas sedikit tersendat.
Sedangkan pemilik toko STMJ and Toys Fireworks yang merupakan agen kembang api dan petasan, Serwin (28) membantah bila tokonya dikatakan menjual petasan. "Ini bukan petasan, tapi kembang api yang meletup. Aku sudah tiga tahun berjualan kembang api yang mana barang didatangkan dari Jakarta dengan cara dibawa pakai truk. Kita punya surat izin dari Polda," kata Serwin.
Kapolresta Palembang, Kombes Pol Sabaruddin Ginting SIK melalui Kasat Reskrim Kompol Djoko Julianto didampingi Kanit Pidum, Iptu Nanang Supriatna SH, mengatakan mereka yang diamankan akan dimintai keterangan serta diberikan peringatan untuk tidak kembali menjual petasan. "Kita berikan imbauan, kembang api ada dua yakni yang meledak dan tidak meledak. Nah yang meledak dilarang. Gelar razia ini akan terus berjalan sepanjang bulan Ramadan," pungkasnya. (wek/ce3)



Add this to your website
 

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078