Sen09012014

Last update11:42:09 AM

Back Anda disini: Home

Artikel

Tari Setabik Pembuka IFT Serbia.

SEKAYU - Tari Setabik yang merupakan Tari Tradisional Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Propinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tampil pada acara pembukaan 36th International Fair of Tourism (IFT), di Sajam Fair, Kota Beograd Serbia.

Tari Setabik yang ditampilkan oleh para penari dari Sanggar Tari Putri Cindai
Kabupaten Muba dengan anggun dan gemulai itu, berhasil memukau lebih dari seribu tamu dan undangan yang hadir pada acara pembukaan pameran. Sontak saja ketika tarian berakhir mendapatkan big aplause dari para tamu undangan dan tentunya menjadi perhatian wartawan-wartawan media setempat yang meliput acara pembukaan pameran.

“I like Stabik Dance, The Dance is Very Beautiful (saya suka Tari Setabik, Tari itu
sangat indah” ujar Boris, fotografer media cetak di Serbia memuji penampilan tari setabik Muba.

Menariknya lagi Presiden Parlemen Serbia Mr. Nebosja Stefanovic dan Menteri Ekonomi Republik Serbia Igor Mirovic mencicipi daun sirih yang diberikan oleh penari utama sebagai bentuk penghormatan sebagaimana layaknya diberikan kepada para pejabat pemerintah di Kabupaten Muba.

Pengasuh Sanggar Tari Putri Cindai, Hj. Lucianty Pahri yang menyaksikan langsung penampilan Tari Setabik merasa bangga dengan tampilnya Tari Setabik pada acara pembukaan tersebut. “Ini kesempatan langka, Tari Setabik bisa tampil di acara tingkat internasional. Tentunya ini merupakan kebanggan masyarakat Muba. Karena ini momentum agar Kabupaten Muba dikenal di mancanegara” ujarnya.

 Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Muba, Sunaryo, SSTP, MM, menjelaskan,  tim Kesenian Kabupaten Muba dari Sanggar Putri Cindai bersama Tim Kesenian dari Sanggar Tari Guruh Soekarno Putra (GSP) tergabung dalam Delegasi Indonesia pada Kegiatan Pameran Pariwisata Internasional ke-36 di Serbia.

“Kita kesini (Serbia) membawa misi pariwisata Indonesia. Yang patut kita banggakan adalah kesenian kabupaten Muba dapat mewakili Indonesia di pameran pariwisata internasional ini”, ujar Sunaryo. (Yud)