>> Home Metropolis Primadona, Local Newspaper
Tangkal Badai Pegunungan
PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke markas Persiwa Wamena di...Readmore
Jual 15 Unit per Bulan
PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- Main Dealer Honda Palemban...Readmore
Putusan Sesuai Perintah MK
PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang segera mengeluarkan surat kepu...Readmore
Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi
PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahun  bulan 4, yang bebas t...Readmore
Banyak Saingan, Diminta Transparan Harga
Saat koran ini jalan-jalan ke sana siang kemarin, pengunjung di bawah tiap tenda tida...Readmore
  • Tangkal Badai Pegunungan

    PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke...

  • Jual 15 Unit per Bulan

    PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- M...

  • Putusan Sesuai Perintah MK

    PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang seger...

  • Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi

    PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahu...

  • Banyak Saingan, Diminta Transparan Harga

    Saat koran ini jalan-jalan ke sana siang kemarin, pengunjung...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Primadona, Local Newspaper

BISNIS koran ke depan masih sangat menjanjikan, terutama di daerah. Hanya, tantangannya juga cukup berat. Seperti apa? Berikut  wawancara Agus Srimudin dengan Ketua Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Dewan Pers, yang juga Ketua Harian Serikat Penerbit Suratkabar (SPS) Pusat, Muhammad Ridlo Eisy, didampingi Kasubbag Hubungan Antar Lembaga Dewan Pers, Syariful SE, ketika berkunjung ke Graha Pena,--kantor Sumatera Ekspres Group, sekaligus markas SPS Sumsel yang diketuai H Subki Sarnawi, general manager Sumatera Ekspres, kemarin (30/7).

Bagaimana potensi koran ke depan?
Peluang bisnis koran ke depan masih sangat menjanjikan, karena rakyat kita banyak sekali. Ketika di Amerika dan Eropa banyak koran mati, maka konsumsi kertas di India, Cina, termasuk Indonesia malah naik. Artinya, koran makin banyak di Asia, termasuk Indonesia.
Sampai kapan bisnis koran tetap cemerlang?
Dulu, banyak yang mengatakan koran akan hidup 20 tahun lagi, tapi sekarang sudah terantisipasi. Ternyata koran tetap hidup, malah makin banyak. Anggota SPS (Serikat Penerbit Suratkabar) saja sekitar 450 koran. Jumlahnya terus bertambah. Sekarang media cetak memantapkan eksistensinya dengan konsep multi-platform. Perusahaan koran mulai melengkapi diri dengan media online, televisi, dan radio. Bahkan bisa jadi keempat-empatnya. 
Apa problem koran saat ini?
Problem bagi sebagian koran ialah soal tarif iklan. Tarif iklan cetak dan online jangan disamakan, karena akan mengganggu salah satunya, terutama koran. Makanya, di Amerika dan beberapa negara di Eropa banyak media cetak yang terkenal akhirnya mati, pendapatannya turun. Kasus itu seperti dialami Amerika, tentu sangat menyakitkan. Namun, kasus tersebut berbeda dengan media-media di Cina, Asia, dan Indonesia. Kehidupan koran kita masih jauh lebih bagus.
Bagaimana nasib koran di era otonomi daerah?
Otonomi daerah sangat menyenangkan media cetak. Sebab, salah satu syarat media dibaca karena faktor proximity (kedekatan). Contoh saja, untuk berita di Palembang atau Lubuklinggau, bila berita bagus atau berita lokal, tidak akan dimuat oleh koran-koran di Jakarta. Tetapi, koran lokal memuat semua, baik berita bagus maupun yang buruk atau jelek. Koran di Jakarta baru memuat berita daerah, biasanya, kalau di daerah itu terjadi bencana alam besar, korbannya banyak, konflik besar, dan semua yang jelek-jelek. Inilah kesempatan koran daerah untuk memberitakan apa saja di daerah. Tetapi kita bangga berarti orang daerah tidak anti-kritik, mereka bisa menerima kondisi sebenarnya.
Tips agar koran daerah tetap eksis?
Koran mempunyai banyak karakter pembaca. Termasuk pembaca tradisional yang tidak terlalu suka disibukkan membuka online. Mereka ingin membaca koran sambil tidur-tiduran, sambil menonton televisi. Local newspaper itu malah jadi primadona di Indonesia. Katakanlah, kalau kita bikin koran di Jakarta, butuh modal yang besar, man power yang hebat. Persaingan koran di Jakarta sangat keras. Makanya, sekarang peluang emas pers lokal menjadi luar biasa. Di Amerika pun, pers yang kuat malah pers lokal, sebut saja Washington Post yang terbit di Kota Washington DC dan Los Angles Times yang terbit di Los Angeles, California. Walau sekarang ada tiga pers nasional di Amerika, antara lain The New York Times, atau The Straits Times, koran berbasis di Singapura. Jadi, kesimpulan sederhananya persoalan berita-berita proximity (local content) sangat penting, sajiannya dilengkapi teknologi informasi berkonsep multi-platform.(*/ce3)


Add this to your website
 

--------------------------------------------------

GELORA SRIWIJAYA

article thumbnailKim-Vali Masih Tanda Tanya
23 May 2013

JAKARTA - Besok (24/5), Persiwa Wamena menjamu Sriwijaya FC di Stadion Pendidikan, Wamena. Namun, tim berjuluk Badai Pegunungan itu masih pusing menyiapkan komposisi terbaik untuk menjamu juara ber [ ... ]


Berita lain

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078