Back Anda disini: Home

Artikel

Desperate, Ducati ke Open Class

SEPANG - Ini kabar resmi, bukan lagi rumor. Ducati menyatakan selamat tinggal pada kelas Pabrikan yang merepotkan mereka dalam lima musim terakhir. Demi kelanjutan pengembangan motor sepanjang musim 2014, tim asal Bologna itu memutuskan untuk bertarung di Open Class.
    Open Class, dengan segala fasilitas penunjangnya, memang lebih menjanjikan bagi Ducati.

Lihat saja hasil uji coba pertama Andrea Dovizioso di kelas pengganti CRT tersebut Kamis (27/2). Catatan waktunya 2 menit 0.787 detik dan masuk lima besar pembalap tercepat.
    Rekor pribadinya membaik di hari terakhir uji coba Sepang kemarin (28/2). Dovi sukses menyodok ke tiga besar tercepat dengan best lap 2 menit 0.067 detik. Hanya terpaut 0.068 detik dari Valentino Rossi (Yamaha Factory Racing) yang menjadi rider tercepat.
Catatan waktu Dovi juga melampaui bintang Open Class yang sudah lebih dulu menjadi pembicaraan, Aleix Espargaro. Kemarin dia finis tepat di bawah Dovi. Perkembangan positif itu membuat semua rider Ducati yang sebelumnya tercatat di Factory Class, seperti Cal Crutchlow dan Andrea Dovizioso, plus pembalap Pramac Ducati Andrea Iannone, diputuskan untuk menyusul Yonny Hernandez di Open Class.
Hernandez, rekan setim Iannone di Pramac, sudah lebih dahulu terdaftar di kelas kasta kedua MotoGP tersebut. "Kami sudah mempelajari dengan hati-hati regulasi teknis baru dan memutuskan memilih opsi Open. Karena menurut kami paling tepat untuk kondisi Ducati saat ini," ujar General Manager Ducati Corse Gigi Dall "Igna usai penutupan uji coba pramusim kedua di Sepang.
Kemarin (28/2) adalah batas terakhir bagi tim-tim MotoGP untuk memutuskan untuk memilih akan berlaga di kelas Factory atau Open. "Tahun ini kami harus terus melakukan pengembangan motor untuk meningkatkan daya saing. Dan opsi di kelas Factory bakal menutup kesempatan itu. Kami percaya kualitas paket elektronik (ECU) yang dipasok Magnetti Marelli dan Dorna sangat bagus. Dan akan membuat seluruh fungsi utama motor lebih baik," imbuhnya.
        Meski berbeda dalam jumlah konsumsi bahan bakar, ban belakang, penggatian dan pengembangan mesin, kelas Factory serta Open akan bertarung memperebutkan titel juara dunia yang sama. Faktor krusial bagi Ducati keluar dari kelas Factory adalah regulasi engine freeze yang melarang pengembangan mesin sepanjang musim.
Perbedaan antara Desmosedici 2014 versi Open dan Facatory hanya terletak pada software ECU dan tangki bahan bakar yang lebih besar. Spek ini lebih baik dari tim-tim satelit Yamaha atau Honda yang menyewa atau membeli mesin standar pabrikan serta prototipe.
Ducati merasa sudah putus asa dengan catatan superburuk musim lalu. Karena untuk pertama kalinya sepanjang musim, tak ada satu pun podium yang diraih. Bahkan, tanpa kemenangan sejak Casey Stoner, juara dunia 2007, memutuskan pensiun pada akhir 2010.
Dengan hengkangnya Ducati, kelas Factory hanya akan diisi Yamaha dan Honda. Belum ada komentar dari kedua tim pabrikan itu menanggapi keputusan Ducati. Keputusan itu juga berpengaruh pada keanggotaan Ducati dalam MSMA (Manufacturers Association). MSMA sendiri punya tempat di lembaga pembuat kebijakan, Grand Prix Commision bersama Dorna, FIM, dan IRTA.
Keputusan Ducati juga bakal menjadi pertimbangan bagi Suzuki yang comeback musim depan. Suzuki juga punya pengalaman mirip dengan Ducati yang kesusahan bersaing dengan regulasi di kelas Factroy. (cak/ion/ce6)