Back Anda disini: Home

Artikel

Rajin ke KPK, Liza Sako Jadi Pesinetron

JAKARTA - Nama Liza Merliani Sako semakin santer terdengar pasca ditahannya Wali Kota (Wako) Palembang Romi Herton dan 
istrinya, Masyito. Perempuan yang disebut-sebut sebagai istri muda Romi Herton itu pun mengakui saat ini ia sudah ditawari untuk bermain sinetron. Liza Sako, begitu biasa disapa, sempat berkomentar singkat cerita seputar kehidupannya masuk ke industri hiburan.  
“Iya, saya main sinetron. Awalnya iseng-iseng saja ditawari sama teman. Di sana (sinetron), saya berperan sebagai dokter,” tutur wanita keturunan Jepang itu usai pemeriksaan pada pukul 16.30 WIB, kemarin. Ia pun tidak menampik jika menerima tawaran main sinetron sudah mendapat izin dari suaminya, Romi Herton. Meskipun ia tidak menjawab, namun ia tersenyum semringah.  
Sebelumnya Liza Sako memenuhi panggilan pemeriksaannya kemarin (17/10) ke Gedung KPK walaupun sebenarnya ia dijadwalkan diperiksa pada Kamis (16/10). Mengenai pemeriksaannya, Liza enggan berkomentar. “Pemeriksaan seperti yang kemarin-kemarin. Besok saya datang lagi untuk diperiksa,” elaknya.   
Lalu mengenai ketidakhadirannya, Liza membantah jika sengaja mangkir dari pemeriksaan KPK yang telah dijadwalkan sehari sebelumnya. Dia menuturkan, ketidakhadirannya lantaran tidak mendapat pesawat dari Palembang ke Jakarta.  “Kemarin (Kamis, 16/10) enggak dapat pesawat, mungkin karena gangguan kabut asap,” ujarnya sambil tersenyum. Liza datang ke KPK seorang diri. Saat datang perempuan berparas cantik ini mengenakan setelan blus dan rok putih bermotif batik.   Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha menjelaskan, Liza diperiksa sebagai saksi bagi suaminya, Romi Herton, yang telah menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap terkait sengketa Pilkada Kota Palembang dan memberikan keterangan yang tidak benar di persidangan. “Liza Merliani Sako selaku ibu rumah tangga diperiksa sebagai saksi untuk RH dan M,” kata Priharsa.     Dalam perkara ini, Romi dan Masyito diduga melakukan praktik dugaan suap terkait penanganan sengketa Pilkada Kota Palembang. Selain itu, keduanya juga dijerat karena memberikan keterangan tidak benar di persidangan dalam kasus serupa, namun dengan tersangka yang berbeda.   
Romi dan Masyito ditetapkan sebagai tersangka pada 16 Juni 2014. Sepasang suami istri ini disangkakan melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf (a) Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana jo Pasal 22 jo Pasal 35 ayat 1 UU No 20/2001.   
Atas sangkaan itu, Romi kini mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Militer Pomdam Jaya Guntur. Sementara, Masyito ditahan di Rutan KPK. Sebelumnya, dalam kasus sengketa Pilkada Palembang ini juga telah menjerat mantan Ketua MK, Akil Mochtar. Perkara Akil sudah diproses di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dan dia divonis pidana penjara seumur hidup. (ran/ce6)