>> Home Metropolis Tradisi Masjid ke Masjid selama Ramadan (4)

Dicat dan Diperbaiki
PALEMBANG – Pascakebakaran bagian bawah jembatan Ampera 2010 lalu, hingga ki...Readmore
Demo BBM Meluas
SUMSEL - Aksi demontrasi besar-besaran menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (...Readmore
La Furia Roja (Belum) Perkasa
RECIFE - Spanyol menunjukkan jati dirinya sebagai tim penguasa dunia. Menghadapi j...Readmore
Ahsan-Hendra Selamatkan Indonesia
JAKARTA - Indonesia tidak jadi malu sebagai tuan rumah di Djarum Indonesia Open 20...Readmore
Perampok Tembak Pedagang Emas
KAYUAGUNG – Kawanan perampok bersenjata api yang diduga berjumlah enam orang...Readmore
  • Dicat dan Diperbaiki

    PALEMBANG – Pascakebakaran bagian bawah jembatan Am...

  • Demo BBM Meluas

    SUMSEL - Aksi demontrasi besar-besaran menolak kenaikan h...

  • La Furia Roja (Belum) Perkasa

    RECIFE - Spanyol menunjukkan jati dirinya sebagai tim pen...

  • Ahsan-Hendra Selamatkan Indonesia

    JAKARTA - Indonesia tidak jadi malu sebagai tuan rumah di...

  • Perampok Tembak Pedagang Emas

    KAYUAGUNG – Kawanan perampok bersenjata api yang di...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Tradisi Masjid ke Masjid selama Ramadan (4)
 PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Administrator   
Senin, 23 Juli 2012 11:45

Selama Ramadan, jadwal kegiatan keagaaman di Masjid Daarul Muttaqien sangat padat, Mulai dari Subuh hingga ba’da Tarawih, semua diagendakan untuk mensyiarkan Islam dan menyemarakan bulan suci Ramadan. Seperti apa?
 
Masjid Daarul Muttaqien Jl M Isa, Kuto, Palembang didirikan oleh seorang ulama, keturunan Rasulullah, al-Habib Ahmad Bin Syekh Bin Syahab ratusan tahun silam. Dipastikan, menjadi tempat masyarakat kota Palembang untuk mensyiarkan Islam dan menyemarakkan Ramadan. 
Sehari-hari, Masjid yang terletak tidak jauh dari pelabuhan Bom Baru dan pasar Kuto itu, selalu ramai oleh jamaah untuk melakukan ibadah. Biasanya, jamaah melakukan salat fardu lima waktu dan mengikuti pengjian rutin serta memabaca zikir ratib al-haddad.
“Baru saja selesai Majelis Taklim ba’da Zuhur,” kata Koordinator Bidang Pendidikan Masjid Daarul Muttaqien, Habib Idrus Rofiq Syahab MA mengawali perbincangan dengan Sumatera Ekspres, akhir pelan kemarin, (21/7).
Habib Rofiq, begitu jamaah biasa memanggilnya mengatakan, sebagai mana bulan Ramadan sebelumnya, selama Ramadab, Masjid Daarul Muttaqien banyak kegiatan keagaan memanfaatkan bulan suci Ramadan. “Tarawih 20 Rakaat dan 3 witir dengan 2 kali salam serta semalan 1 juz,” kata Alumnus Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.
Habib Rofiq, menjelaskan, Rasulullah selalu memanjangkan bacan al-Qur’an di bulan Ramadan melebihi bulan-bulan lainnya. “Riwayat yang paling kuat menurut aqidah Ahli Sunnah wal Jamaah dan dilakukan oleh mayoritas ulama salaf adalah tarawih 20 rakat,” terang Habib Rofiq memeluk kitab di dadanya.
Habib Rofiq, Kelahiran 20 Oktober 1973 ini memaparkan, program-program yang sudah dipersiapkan selama Ramadan, yaitu Majelis Taklim ba’da Subuh yang diasuh oleh sedikitnya ulama dan habaib. “Diantara yang memberikan tausiyah al-Habib Abdurrahman al-Habsyi dan Muallim Hasyim Zamzam,” kata keturunan generasi ke-6 al-Habib Ahmad Bin Syekh Bin Syahab ini.
Selain itu, Tadarus al-Qur’an setelah Tarawih, semalam satu juz serta bekerja sama dengan Majlis Tahfiz al-Qur’an Syifa al-Mukminin, pimpinan Sayyid Umar al-Munawwar menggelar Ikhtibar Hifzil Qur’an (IHQ). 
“Majelis Taklim ba’da Zuhur diantara yang memberikan pengajian saya sendiri membaca kitab Fawaidul Mukhtaroh yang berisi tentang akhlak,” kata Habib Rofiq memperlihatkan kitab karangan Habib Ali Bin Hasan Baharun itu.
Ba’da Asar, lanjutnya, membaca Ratib al-Hadad, sebuah kumpulan zikir yang dianjurkan untuk di baca oleh Rasulullah, terlebih di bulan Ramadan. “Semua kegiatan tersebut dapat di dengar di rumah, melalui Radio BAZZ AM 954 KHZ, radio dakwah Palembang,”.
Diceritakan, Masjid Daarul Muttaqien didirikan oleh al-Habib Ahmad Bin Syekh Bin Syahab pertama kali berupa Musallah, sebagai pusat majelis takli masyarakat daerah pesisir Ilir Sungai Musi dekat pelabuhan pada ratusan tahun yang silam. “Berubah menjadi Masjid pada 19 Juli 1996 atau bertepatan dengan 3 Rabiul Awal 1417 H,” kata Habib Rofiq lagi.
Habib Rofiq mengajak kaum muslimin-muslimat untuk memanfaatkan Ramadan bulan penuh berkah dengan memperbanyak membaca al-Qur’an, salat jamaah, melakukan ibadah sunnah dan sadakah. “Serta memanfaatkan dengan menghadiri Majelis Taklim ilmu,” pungkasnya (*)


Add this to your website
 

ALL SPORT

article thumbnailPercepat Jalur Juara
23 Feb 2013

LONDON - Manchester United akan bertandang ke markas Queens Park Ranger dalam lanjutan Premier League yang akan dilangsungkan Sabtu (23/2). Pertandingan yang rencananya disiarkan Global TV mulai pu [ ... ]


Berita lain

GELORA SRIWIJAYA

article thumbnailKim-Vali Masih Tanda Tanya
23 May 2013

JAKARTA - Besok (24/5), Persiwa Wamena menjamu Sriwijaya FC di Stadion Pendidikan, Wamena. Namun, tim berjuluk Badai Pegunungan itu masih pusing menyiapkan komposisi terbaik untuk menjamu juara ber [ ... ]


Berita lain

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078