Back Anda disini: Home

Artikel

Cryosurgery Bunuh Sel-Sel Kanker

Kemajuan beragam terapi untuk pengobatan penyakit kanker terus dilakukan untuk membunuh sel-sel kanker. Kondisi ini 
memberi harapan bagi para penderita untuk pulih, termasuk menerapkan teknik pembekuan atau cryosurgery. 
--------------------------------
 
MENURUT Prof Xu Kecheng, director of Fuda Cancer Hospital, Guangzhou, Tiongkok. Teknik pembekuan sel-sel kanker (cryosurgery) mulai diterapkan di RS itu sekitar tahun 2000. Merupakan teknik untuk terapi kanker yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pada 1998 dan disetujui di Tiongkok pada 1999.
“Metode itu merupakan terapi dengan cara membekukan sel-sel kanker hingga suhu minus 160 derajat Celsius, tanpa pembedahan. Teknik itu hanya memerlukan lubang sebesar jarum berukuran 2-8 milimeter. Proses pembekuan sel kanker menggunakan gas argon,” katanya.
Dokter memakai alat bantu ultrasonografi (USG) untuk mengetahui letak presisi sel kanker yang akan dibekukan. Pembekuan dengan menyuntikkan gas argon tepat ke sel kanker hingga suhu minus 160 derajat Celsius sehingga sel kanker membeku. Tujuannya untuk mematikan sel kanker tersebut.
Dijelaskan Xu Kecheng, melalui layar USG, memperlihatkan sel kanker yang membeku yang menyerupai bola. Awalnya, bola terbentuk lebih besar dari ukuran sel kanker. Kemudian, dalam satu-dua pekan, sel kanker akan mengecil.
Selain menggunakan teknik pembekuan sel kanker, RS itu juga memadukan metode itu dengan kemoterapi dan imunoterapi. Kemoterapi yang dilakukan bersifat lokal, yaitu kemoterapi yang langsung pada titik kanker atau terapi target. 
“Jadi, obat kemoterapi dimasukkan ke dalam tubuh dengan kateter, langsung ke sel kanker. Dengan metode itu, obat lebih efektif ke sasaran, tak mengenai sel sehat lain,” ulasnya.
Pasien kanker juga mendapatkan terapi lain berupa imunoterapi, yaitu terapi dengan menyuntikkan sel darah terbaik pasien yang sudah dibiakkan untuk meningkatkan kembali imunitas tubuh. “Sebelum mendapat terapi itu, tingkat imunitas tubuh pasien diperiksa lebih dahulu,” tambahnya.
Jika kondisi kekebalan tubuh di bawah standar, pasien akan menjalani imunoterapi. Intinya, imunoterapi dilakukan dengan mengambil sekitar 100 cc sel darah pasien. Sel darah itu lalu dipilih yang terbaik dan dibiakkan sekitar sembilan hari.
Pada hari ke-10, sel darah terbaik yang sudah dibiakkan disuntikkan kepada pasien lewat infus. “Setelah imunoterapi, tiga bulan kemudian perlu dicek lagi untuk melihat nilai imunitas tubuh pasien,” ujarnya.
Hingga kini, ribuan pasien kanker dari sejumlah negara, seperti Australia, Singapura, Thailand, Arab Saudi, Malaysia, Vietnam, dan Indonesia, telah mendapat pengobatan dengan teknik pembekuan tersebut. Beberapa jenis kanker yang diterapi dengan teknik itu antara lain kanker hati, paru, ginjal, pankreas, payudara, sarkoma pada tulang, prostat, kulit, kanker kepala, kanker leher, dan kanker pada jaringan lunak lain.
Selain mengobati pasien dengan teknologi modern dan obat-obatan, RS itu juga membantu menyembuhkan pasien dengan memberikan layanan dan motivasi untuk sembuh dari penyakit. 
Kini, pihaknya juga mengembangkan metode green cancer treatment. Intinya, pengobatan tak membuat pasien lebih buruk. Jadi, terapi tak berlebihan agar tak merusak tubuh pasien.
“Pengobatan juga mempertimbangkan upaya memperbaiki kualitas hidup pasien, dilengkapi pengobatan herbal jika diperlukan. Pasien diberi kebebasan berjalan-jalan menikmati suasana Kota Guangzhou, sepanjang hasil pemeriksaan laboratoriumnya bagus, dan meminta izin kepada penanggung jawab di RS,” pungkasnya. (may/ce6)