Sab10252014

Last update01:46:47 AM

Back Anda disini: Home

Artikel

Palembang Kekurangan 800 Guru

PALEMBANG – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang mengklaim kekurangan 800 orang guru untuk tingkat SD dan SMK saat ini. 
Sebelumnya, kekurangan guru tersebut pernah diajukan pada saat penerimaan guru PNS, tetapi tetap tidak mendapatkan kuota.
"Saat ini di Palembang masih mengalami kekurangan tenaga pendidik. Terlebih, ditambah guru yang pensiun di setiap tahunnya otomatis jumlah guru semakin berkurang," kata Kadisdikpora Kota Palembang Ahmad Zulinto Kamis (16/10) kepada Sumatera Ekspres.
Kendala lain yang menyebabkan kekurangan guru ini, kata dia, karena penyebaran guru yang tidak merata. "Misalnya, ada guru yang menumpuk di SMP. Nah, guru ini tidak bisa dipindahkan untuk mengajar di SD, apalagi bagi mereka yang sudah mendapatkan sertifikasi, tentunya guru yang bersangkutan harus mengikuti ujian sertifikasi lagi untuk mendapatkan sertifikasi, tentunya sebagian guru tidak mau dipindahkan," ungkapnya.
Fakta di lapangan yang terjadi saat ini yaitu jumlah guru dan rombel (rombongan belajar) di sekolah menjadi tidak seimbang. Bahkan, ada guru yang harus rela menjadi guru multi fungsi. "Misalnya lagi guru tersebut mengajar bahasa Indonesia, dan di sekolah tidak ada guru kesenian. Jadi, guru bahasa Indonesia tadi harus mengajar juga kesenian karena tuntutan kekurangan tenaga pendidik di sekolah," jelasnya.
Khusus guru SMK, lanjut dia, tidak bisa melakukan rangkap jabatan. Pasalnya, guru yang dibutuhkan sebagai tenaga pendidik di SMK harus guru produktif. "Karena ini berkaitan dengan skill. Jadi, harus merekrut guru yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya," urainya.
Kekurangan guru ini akan segera diatasi. Pada 2015 mendatang pihaknya akan mengajukan ulang untuk kuota penerimaan guru di Palembang. "Kami berharap kekurangan guru ini hanya sementara, dan bisa diatasi pada 2015 mendatang," pungkasnya. (but/war/ce6)