Kam07022015

Last update10:35:47 AM

Back Anda disini: Home

Artikel

Wanita Ini Lapor Polisi dengan Wajah Berdarah

MEDAN - Dengan kening bercucuran darah, Faridah Hanum (30) mendatangi Polsek Sunggal, Sabtu (27/6) siang. Wanita yang tinggal di Jalan Binjai KM 9 No. 590, Kelurahan Lalang, Medan Sunggal, ini melaporkan pegawai PLN yang telah menganiaya dirinya.

Ditemui saat hendak membuat laporan, Faridah mengaku dianiaya oleh 3 orang pegawai PLN cabang Sunggal yang datang ke rumahnya. "Ceritanya gini bang. Jadi listrik di rumahku sudah 3 bulan menunggak. Kemudian datang petugas PLN ke rumahku katanya mau memutuskan jaringan listriknya," kata perawan tua ini sembari menangis.

Dijelaskan Faridah, sebenarnya ia mau membayar tunggakan listrik tersebut. Namun, kantor PLN cabang Sunggal selalu membola-bolakannya.

"Kan sebenarnya dicicil boleh bang. Total tunggakan listriknya senilai Rp2,3 juta bang. Jadi aku dan ibuku, Zubaidah (62) hanya sanggup membayar 2 bulan saja. Malah nggak mau petugas PLN-nya bang. Katanya harus dilunasi. Bagaimana coba gitu perusahaan BUMN. Tiba-tiba datang ke rumah mau memutus listrik aja," ungkap wanita yang bekerja sebagai penjual nasi soto ini lagi.

Begitu melihat petugas PLN masuk ke dalam rumahnya dan mau mengangkat tangga, sontak saja Faridah menghalang-halanginya. Saat keduanya tarik-tarikan tangga tiba-tiba tanpa sengaja petugas PLN itu menghempaskan tangga tersebut sehingga mengenai kening Faridah. Seketika darah segar bercucuran dari keningnya.

"Salah satu petugasnya wanita bang. Namanya Anita pakai jilbab. Itu lah yang paling lantam kali mulutnya. Katanya dia enggak takut dilaporkan ke kantor polisi," bilang Faridah lagi.

Beruntung perkelahian itu tak berlanjut karena warga segera melerainya. Pun begitu, Faridah tetap memperpanjang masalahnya.
"Kata tetangga dan saudaraku laporkan saja ke polisi makanya ku laporkan bang. Biar tahu rasa mereka," pungkasnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Oscar S Setjo yang dikonfirmasi mengaku baru menerima laporan korban.

"Iya sudah kita arahkan membuat visum, nanti kita periksa saksi-saksinya," ujar Oscar singkat.(ris/jpnn)