Kam07022015

Last update07:48:26 AM

Back Anda disini: Home

Artikel

Sebelum Bertarung, Calon Kada PDIP Wajib Sekolah

JAKARTA - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan kesiapan partai pimpinan Megawati Soekarnoputri mengikuti Pilkada serentak tahun 2015, 9 Desember mendatang.
 
Penegasan disampaikan dalam sambutan pembukaan Sekolah Partai bagi Calon Kepala Daerah di bekas Kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Minggu (28/6). Menurut Hasto, kesiapan partai pemenang Pemilu 2014 ini mengikuti Pilkada ditandai dengan telah dilatihnya manajer tim kampanye seluruh daerah.
 
"DPP sudah mengadakan pelatihan manajer-manajer tim kampanye, sehingga kami benar-benar telah siap mengkuti Pilkada. PDIP akan memenangkan Pilkada secara gotong royong," kata Hasto.
 
Menurutnya, apabila semakin banyak kemenangan yang diraih kader-kader PDIP dalam pilkada serentak nanti, maka hal itu akan lebih mengokohkan pemerintahan Joko Widodo-Jusaf Kalla. Karena itulah untuk menghadapi pilkada, PDIP juga ingin membangun kekuatan lebih besar dengan menggembleng para calonnya.
 
Dalam Sekolah Partai ini para calon kada akan diberikan beragam materi tentang pemerintahan, politik ekonomi hingga kebijakan anggaran yang berpihak pada rakyat dengan memperjuangkan anggaran daerah sebagian besar akan dialokasikan untuk publik.
 
"Kami punya politik anggaran, bagaimana merubah persentase kebijakan anggaran. PDIP kan punya politik anggaran 60 persen untuk belanja publik," tegasnya.
 
Sekolah Partai tahap awal ini akan diikuti  137 siswa calon kada. Mereka akan diajar oleh politikus senior hingga para kepala daerah dan ketua DPP PDIP berpengalaman di bidangnya. Seperti Yanti Sukamdani, yang menurut Hasto sebagai kandidat menteri pariwisata.
 
"Kalau ada isu reshuffle, ya ini salah satu calonnya menteri pariwisata, ibu Yanti Sukamdani. Beliau selain ahli perhotelan juga pariwisata," jelas Hasto.
 
Kemudian sederet nama lain yang hadir sebagai pembicara adalah Profesor Hendrawan Supratikno yang akan bicara soal politik anggaran. Ada Ahmad Basarah, Ribka Tjiptaning, Bambang DH (mantan Wali Kota Surabaya), Rokhmin Dahuri, Teras Narang hingga Ganjar Pranowo.(fat/jpnn)