>> Home
Tangkal Badai Pegunungan
PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke markas Persiwa Wamena di...Readmore
Jual 15 Unit per Bulan
PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- Main Dealer Honda Palemban...Readmore
Putusan Sesuai Perintah MK
PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang segera mengeluarkan surat kepu...Readmore
Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi
PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahun  bulan 4, yang bebas t...Readmore
Banyak Saingan, Diminta Transparan Harga
Saat koran ini jalan-jalan ke sana siang kemarin, pengunjung di bawah tiap tenda tida...Readmore
  • Tangkal Badai Pegunungan

    PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke...

  • Jual 15 Unit per Bulan

    PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- M...

  • Putusan Sesuai Perintah MK

    PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang seger...

  • Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi

    PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahu...

  • Banyak Saingan, Diminta Transparan Harga

    Saat koran ini jalan-jalan ke sana siang kemarin, pengunjung...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Gumoh Berlebih Sebabkan Malnutrisi

IBU yang sedang menyusui biasanya panik karena menemukan masalah bayi gumoh. Pada dasarnya, semua itu lazim terjadi. “Penyebab bayi gumoh (regurgitasi) karena terlalu kuat menyedot ASI hingga tercampur dengan udara. Ketika bayi bergerak cepat, tekanan dalam perutnya akan menjadi tinggi,” ujar dr Msy Rita Dewi SpM (K) dari Rumah Sakit Dr Mohammad Hoesin Palembang.
Gumoh biasa terjadi pada minggu-minggu awal kelahiran bayi dan akan berkurang seiring dengan pertumbuhan usianya. Gejalanya sering kali dikaitkan dengan reflux atau keluarnya cairan dari lambung menuju mulut. Hal ini menjadi perhatian utama  para ibu hingga menimbulkan kecemasan.
Lanjutnya, jika sering terjadi gumoh, bisa menyebabkan malnutrisi, yakni suatu keadaan dimana tubuh mengalami gangguan dalam penggunaan zat gizi untuk pertumbuhan, perkembangan, dan aktivitas. Gumoh sendiri tergantung dengan tingkat usianya. Bila hanya sedikit terutama di bawah tiga bulan, merupakan usaha tubuh untuk mengeluarkan cairan. Setelah itu, biasanya frekuensi makin berkurang.
“Bila sangat sering sekali, mungkin itu suatu esophageal reflux (susah menelan) yang harus dideteksi lebih lanjut. Di usia empat bulan, sudah sangat jarang terjadi. Bayi gumoh dengan frekuensi yang tidak terlalu sering, tidak terlalu berbahaya. Hal ini karena ketika bayi gumoh, itu mengalir begitu saja dari mulutnya tanpa ada kontraksi dari perut bayi,” beber dr Rita.
Periksakan nipple (puting susu) ibu, jangan sampai terbenam. Hal inilah yang sering membuat bayi frustasi dan perut kembung. “Posisikan bayi dengan cara berdiri bila sudah menyusui. Hindari menyusui dengan kondisi berbaring. Posisikan setengah duduk dan setelah itu sebaiknya bayi disendawakan dahulu,” terangnya. (cj6/ce4)













Add this to your website
 

--------------------------------------------------

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078