Back Anda disini: Home

Artikel

Bunuh Kakak Ipar Lalu Gantung Diri

MEDAN - Kisah tragis dan memilukan terjadi di Jalan Karya Baru II, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, Kamis (16/10) sekira pukul 03:00 WIB. Situasi di rumah beton bernomor 8 mendadak ramai lantaran 3 penghuninya tergeletak tak berdaya di dalam rumah itu.

Usut punya usut, ternyata kehebohan tersebut terjadi akibat ulah Syahrian alias Ijan (30) warga Jalan Tempuling, Pancing yang tega membunuh kakak iparnya Desvia Wardani (36) serta menganiaya dua adik iparnya Riston (24) dan Lini Pronika (16).

Parahnya, usai melakukan pembunuhan, Syahrian justru memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di pohon waru kawasan Jalan Gatot Subroto sekira pukul 09:00 wib.

Informasi yang dihimpun POSMETRO (grup JPNN), sebelumnya Syahrian bersama istrinya Leni mendatangi kediaman kakak iparnya itu sekaligus hendak mengantarkan rantangan makanan sebagaimana biasanya.

Usai bercengkrama di dalam rumah tersebut, Syahrian masih sempat makan bersama keluarga dari istrinya itu dan kemudian pamitan. Saat akan pulang, ternyata sepeda motor miliknya rusak.

Lantaran ketika itu hujan, Syahrian pun menunggu di rumah tersebut bersama keluarganya. Sekira pukul 19:00 wib, sepeda motor Vixion milik Syahrian yang rusak, mau tak mau ia harus memperbaikinya agar bisa pulang.

Lantaran ingin membeli perlengkapan sepeda motor untuk mengganti, Syahrian pun meminta tolong kepada korban Desvia untuk meminjamkan sepeda motor Vario miliknya.

Namun, sepeda motor tersebut justru sedang dipakai oleh Riston yang ketika itu sedang berpacaran. Sempat menelpon Riston, akhirnya Syahrian memilih menunggu di rumah hingga beberapa jam.

Tak lama, saat Riston kembali ke rumah, Syahrian yang sudah kesal pun mengamuk dan membentaknya bahkan saat itu Syahrian justru sempat memukul istrinya Leni lantaran menghalang-halanginya saat terlibat cek-cok. Akhirnya keduanya pulang ke Jalan Tempuling.

Akan tetapi, Syahrian kembali ke rumah kakak iparnya itu dengan alasan ingin mengembalikan sepeda motor Vario yang ia pinjam mengantar istrinya itu. Kekesalan Syahrian sepertinya belum mereda, semula ia memasuki kamar tidur dimana Desvia dan Rini tertidur. Ketika itu, pelaku mencekik Desvia hingga akhirnya meninggal dunia.

Selanjutnya, ia mencekik Rini, namun korban berontak dan melawan hingga membuat Riston yang telah tertidur di kamar lain turut terbangun.

Tak mau aksinya ketahuan, Syahrian memukul Rini dan Riston menggunakan balok hingga tersungkur. Kemudian korban memilih kabur meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor Vario milik korban.

Insiden tersebut baru diketahui setelah Riston yang dalam keadaan luka di kepala menghubungi kerabat keluarganya di kawasan Binjai. Tak lama, kerabat korban datang dan melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar hingga akhirnya korban dilarikan ke RS Materna, sementara korban tewas dibawa ke RS Pirngadi Medan.

“Kejadian jam 11 malam ya, hanya saja ketahuan sekitar jam 3 pagi tadi,” kata Sudirman Kepling Link X, Kel. Helvetia Timur.

Sekira pukul 09:00 wib, Syahrian justru ditemukan tewas tergantung di pohon waru tepat di sebelah panglong dimana ia bekerja. Ia nekat gantung diri setelah sebelumnya membunuh kakak ipar dan menganiaya 2 adik iparnya.

Pertama ditemukan, korban tergantung dengan celana jeans miliknya dan nyaris tanpa busana. Personil Reskrim dari Polresta Medan bersama Polsek Sunggal dan Polsek Helvetia tampak di lokasi guna melakukan olah TKP.

Akhirnya diketahui jika jasad yang tergantung tersebut merupakan pelaku pembunuhan. Ditemukan pula sepeda motor Vario yang digunakan korban tak jauh dari lokasi penemuan jasad Syahrian tergantung. (wel/sam/jpnn)