Kam09182014

Last update02:00:37 PM

Back Anda disini: Home

Artikel

Pupuk Tujuan Muara Enim, Bongkar di Palembang

PALEMBANG - Dianggap mencurigakan, aparat Subdit I/Indaksi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumsel pimpinan AKBP Suhasto, Kamis (27/2) mengamankan truk-truk fuso dan truk PS yang bongkar muat pupuk di pinggir jalan dekat Terminal AAL Palembang. Muatan pupuk itu jenis NPK, merek Pupindo (Pupuk Indonesia) produksi PT Dupan Anugerah Lestari, Saraswanti Group, Mojokerto, Jawa Timur, khusus untuk PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII (persero).

 “Setelah kami cek ternyata surat jalannya dari Jawa Timur dengan tujuan Muara Enim,” ujar Direktur Reskrimsus Polda Sumsel Kombes Pol Eddy Purwatmo, didampingi Kasubdit I/Indaksi  AKBP Suhasto, kemarin sore. Kecurigaannya, mengapa harus bongkar muat di Palembang, bukan bongkar muat di daerah Ogan Ilir.
“Kalau bongkar muat di Palembang terus nanti diantar lagi ke Muara Enim butuh waktu banyak,” jelas Eddy. Untuk dugaan ilegal atau tidaknya pupuk tersebut, Eddy mengatakan, saat ini masih proses penyelidikan pihaknya. “Masih kami lidik dulu. Saat ini 10 truk kami anamkan di Mapolda Sumsel dengan total muatan pupuk sekitar 200-an ton. Tujuan pupuk-pupuk ini ke PTPN VII Muara Enim,” pungkas Eddy.
Sementara Basir, ekpsedisi dari PT Trans World Freight mengatakan dirinya ditawarkan untuk ambil muatan di Palembang. Lalu dari Palembang akan diantar ke PTPN VII Muara Enim. “Saya hanya ditawarkan untuk ambil muatan pupuk di Palembang, lalu diantar ke Muara Enim. Saya juga tidak tahu Muara Enim itu dimana, karena baru satu kali mengantar ke sini (Sumsel, red). Rencananya pupuk-pupuk ini akan disebar ke seluruh PTPN di Sumsel dengan total pupuk 1.000 ton,” akunya.
Sementara salah satu sopir truk fuso, Sapriandi (48) warga Lampung, mengatakan tujuan mereka memang ke Muara Enim, Sumsel. Namun mereka disuruh bongkar muatan pupuk di dekat Terminal AAL. Sementara truk-truk PS standby di Km 14, sebelum ambil muatan pupuk. “Kami berangkat dari Mojokerto, Rabu (19/2,red), tiba di Palembang tadi malam (kemarin, red). Sampai di Palembang, pak Basir ini yang menerima bongkaran pupuk kami. Kami dapat uang jalan senilai Rp10 juta. Untuk muatan satu fuso itu bisa empat kali truk kecil,” aku Sapriandi.
    Informasi di lapangan, pukul 15.00 WIB sepuluh truk tiba di Mapolda Sumsel, banyak jalan di Mapolda rusak akibat dilewati truk-truk tersebut. Truk-truk tersebut yakni truk colt diesel warna kuning bernopol BG 8447 MO, BG 8356 UB dan BG 8706 UV. Sedangkan truk Fuso warna hijau dengan muatan 40 ton dan 37 ton dari Mojokerto sebanyak tujuh truk yakni bernopol B 9160 BYU, BE 9854 BR, BE 9924 CE, BE 9691 CG, BE 9066 CG, BE 9504 CM dan B 9432 UYW (warna putih) sudah tidak bermuatan pupuk. (cj1/air/ce1)