Back Anda disini: Home

Artikel

Nyesal, Pembunuh Serahkan Diri

PALEMBANG - Upaya persuasif Polsekta Kertapati disambut baik Karnadi (41), warga Jl Swadaya, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati. Buronan kasus duel maut yang menyebabkan tewasnya Herudianto (28), warga Jl Kemas Rindo, Simpang Meranti, Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, akhirnya menyerahkan diri Rabu malam (26/2).

Sebelumnya, tersangka Karnadi sempat kabur selama tiga hari. Dia mengaku menenangkan diri di rumah keluarganya, di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).  “Peristiwa penganiayaan sendiri terjadi pada Minggu (23/2), di antara tersangka dan korban terlibat perkelahian. Korban tewas dengan satu luka tusuk di bagian perut atas sebelah kiri dekat ulu hati dan jantung,” kata Kapolsekta Kertapati AKP Sukri A Rivai SSos SH, didampingi Kanit Reskrim Ipda Sadikin SH.
Meski cukup kooperatif dengan menyerahkan diri kepada pihak kepolisian, namun Sukri mengatakan pihaknya akan tetap menjerat tersangka dengan pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. “Biarlah hal tersebut (iktikad baik tersangka menyerahkan diri, red) jadi pertimbangan di pengadilan nanti,” imbuh Sukri.
Sementara itu, penyesalan terlihat dari raut wajah tersangka Karnadi. Terutama ketika AKP Sukri menunjukkan foto jasad Herudianto yang tewas akibat tusukan sajam milik tersangka Karnadi, dalam kejadian dikawasan Simpang Sungki itu.  “Aku nyesal senyesal-nyesalnyo, Pak. Awalnyo aku dak menyangko biso terjadi cak ini. Tapi namonyo balak, dak biso dihindarke. Kalu aku idak melawan, mungkin aku yang jadi korban malam itu,” aku tersangka Karnadi.
Diceritakan Karnadi, malam saat kejadian dirinya berencana pulang ke rumah. Di tengah jalan, persis depan sebuah warung, dia bertemu dengan korban yang tengah duduk bersama dua rekannya. “Ado lokak apo? Bagi amen ado lokak ni?,” kata tersangka Karnadi, menirukan ucapan korban.
Lantaran nada pertanyaan yang sinis dan dianggap menyindir, tersangka Karnadi membalas dengan jawaban yang rupanya membuat korban naik pitam. “Ado lokak bebala amen galak?” jawab Karnadi. Akibatnya perkelahian tak terhindarkan. Korban mencabut pisau dari balik pinggangnya, sementara Karnadi mundur setelah dilerai warga.  Karnadi lantas pulang ke rumah saudaranya yang berada tak jauh dari TKP awal,  mengambil pisau di dapur.
Rupanya, saat mengira kondisi sudah tenang, korban Herudianto kembali mendatangi Karnadi dengan menggunakan sepeda motor. “Dio sudah bawak parang dan pas turun dari motor langsung nak bacok aku. Aku dak tahu sebabnyo, apo dendam kareno dulu dio ni jugo pernah basah (ditusuk) oleh ponakan aku. Sudah aku ngelak, aku cabut jugo pisau yang kubawa tadi, kutusuk ke dio,” urainya. (aja/air/ce1)