Back Anda disini: Home

Artikel

Untuk Kenangan, Tahunya Tersebar

KAYUAGUNG – Gerak cepat jajaran Satuan Reskrim Polres OKI, berhasil meringkus pemeran video mesum berjudul “Fatim vs Wndo”. Tak meleset dari dugaan awal, pelakunya benar warga Kecamatan Lempuing, OKI. Pemeran laki-laki bernama Suwondo (31), warga Desa Kepahyang, sedangkan perempuannya berinisial Ftm (17), warga Desa Sindang Sari.
    “Kami pertama kali menangkap pemeran laki-laki Suwondo, sekitar pukul 22.00 WIB, Rabu (26/2) di rumahnya.

Selanjutnya baru menangkap pemeran perempuannya, juga di rumahnya,” terang Kapolres OKI, AKBP Erwin Rachmat SIk, melalui Kasat Reskrim, AKP H Surachman SH, didampingi Kanit Pidum Ipda Irwansyah Sidik, kemarin (27/2).
    Dari hasil pemeriksaan sementara, lanjut Surachman, keduanya mengaku video itu dibuat di rumah tersangka Suwondo, Juli 2013 lalu. “Alasan pemeran laki-laki, video itu untuk kenang-kenangan pribadi. Tapi mereka lalai, sehingga ada pihak lain yang menyebarkan video itu kepada orang lain,” jelasnya.
    Nah, siapa yang menyebarkan video berjudul “Fatim vs Wndo” dengan durasi 09.06 menit itu masih dicari polisi. Sebab tersangka Suwondo mengaku bukan dia, tapi pernah ada temannya yang datang ke rumahnya. “Handphone (hp) milik Suwondo itu sempat dipegang temannya itu. Identitasnya sudah kami ketahui, jangan disebutkan dulu ataupun inisialkan. Nanti dia kabur karena sedang kami kejar,” beber Surachman.
    Untuk sementara, sambung Surachman, tersangka Suwondo dapat dijerat dengan UU No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), karena merekam adegan tersebut. Kemudian dilapiskan UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak, karena saat disetubuhi pertama kali Ftm baru naik kelas 2 SMP. “Suwondo jelas statusnya tersangka, sedangkan Ftm sebagai korban,” urainya.
     Ditambahkan, untuk jeratan UU Perlindungan Anak, tersangka sudah dilaporkan orang tua korban. Yang membuat sedih, tutur Surachman, Ftm baru saja melangsungkan pernikahannya dengan Eko, warga Kabupaten OKU Timur, pada 15 Februari 2014 lalu. “Untuk sementara pemeran video itu kami amankan, untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan kasusnya,” pungkasnya.
    Ditemui di Mapolres OKI, tersangka Suwondo mengakui sengaja merekam adegan mesum itu, saat mereka berhubungan badan di rumah Suwondo, Juli 2013, sekitar pukul 10.00 WIB. “Pagi itu sengaja saya mengajak Ftm ke rumah, kami memang sudah sering berhubungan badan. Hari itu saya sengaja merekam adegan itu, untuk konsumsi pribadi,” akunya.
    Meski mengakui sudah bertahun-tahun melakukan hubungan badan dengan Ftm, namun tersangka Suwondo menyatakan baru sekali itu merekamnya. Videonya persis seperti yang beredar di masyarakat. “Merekamnya pakai Hp saya, Nokia X2. Tapi nggak tahu kenapa bisa beredar di masyarakat, mungkin teman saya yang mengedarkannya. Karena dia pernah main ke rumah, dan memegang hp saya,” sesalnya.
    Sementara korban Ftm, mengaku sempat menolak Suwondo yang saat itu berstatus pacarnya, untuk merekam adegan mesum tersebut. Seperti yang tergambar dalam video itu. “Saya sempat menepis hp-nya, saat merekam saya. Tapi Wondo terus merekam, mengatakan untuk konsumsi pribadi. Dia juga berjanji tidak akan beredar, saya diam saja,” tutur Ftm, sembari mengaku dirinya beserta keluarganya malu dengan beredarnya video mesum tersebut.
    Diberitakan sebelumnya, video mesum berjudul Fatim vs Wndo berdurasi 09.06 menit, dengan format .3gp, beredar di Kabupaten OKI. Warga heboh, karena mengenal pemerannya merupakan warga Kecamatan Lempuing, OKI.  Dari video itu terlihat, adegan mesum dilakukan beralaskan tikar, dengan kaki sang perempuan menggantung ke lantai. Hanya membuka celana, menempel di kaki kiri. Sementara baju dan branya, hanya diangkat ke atas.
    Sedangkan sang pemeran laki-laki, hanya terlihat sebatas lengan dan sebagian badannya. Dia sibuk merekam adegan mesum itu, yang awalnya pemeran perempuan menolak direkam dengan cara menepis hp. Tapi setelah rayuan dan janji yang diucapkan dengan komunikasi bahasa Jawa, pemeran perempuan hanya pasrah. Mulai dari persetubuhan sampai selesai, termasuk saat perempuannya mengenakan lagi celananya dan memperbaiki bajunya, terus direkam sang laki-laki. (hak/air/ce1)