Back Anda disini: Home

Artikel

22 Anggota PPK Tetap Dilantik

EMPAT LAWANG – KPU Empat Lawang kemarin secara resmi melantik 22 anggota PPK di 8 kecamatan. Pelantikan ini sendiri dinilai KPU sudah sesuai aturan dan tahapan. Sebelumnya KPU didemo simpatisan peduli pemilu agar menunda pelantikan anggota PPK. ‘’Tak ada yang menyalahi aturan dan semuanya sudah sesuai jadwal dan agenda kegiatan pemilu,’’ ujar Anggota Komisioner KPU Empat Lawang, A Majid.


Dikatakan, masalah PPK tetap mengacu pada hasil pleno sebelumnya. , Terkait tuntutan pendemo, Majid mengatakan, apa yang disampaikan pendemo wajar-wajar saja. ‘’Namun setelah dipelajari, apa yang kita lakukan sudah sesuai aturan, semua demi pelaksanaan serta alur tahapan pemilu yang ada,’’ katanya.

Majid juga mengatakan, sampai saat ini KPU Sumsel memang sudah mengirimkan surat ke KPU Empat Lawang. Hanya saja tak ada perintah perintah penundaan. "Secara penafsiran, kami menilai tak ada perintah pasti dan tegas untuk melakukan penundaan, sepanjang memang tak begitu mendesak," ujarnya.   

Untuk semua anggota PPK yang baru dilantik, lanjutnya, diharapkan dapat segera bekerja, terutama melaksanakan tahapan pemilu yang ada, demi terlaksana dan suksesnya pemilu di Empat Lawang kedepan.    "Kami tetap optimis akan tahapan yang ada, dan dalam waktu dekat semua tahapan akan segera dilaksanakan, mulai dari pengosongan kotak suara, bimtek, sosialisasi, dan juga penyortiran surat suara," bebernya.  

 Terpisah, Fahrurrozam, anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD), dan juga merupakan salah satu 'pentolan' pendemo sebelumnya mengaku kecewa dengan sikap komisioner KPU tersebut. Padahal, dengan tegas pihaknya sudah menyampaikan keberatannya ke KPU Sumsel, dan sudah ada rekomendasi untuk penundaan pelantikan.   "Jika memang hal ini masih dilaksanakan, jelas KPU mengangkanginya, dan bisa diberikan sanksi tegas," ungkap Fahrurrozam.   

Menyikapi hal ini, maka dalam waktu dekat pihaknya akan segera mendesak pihak-pihak terkait, seperti KPU Provinsi, dan bahkan hingga ke pihak pusat sekalipun. Semuanya demi pelaksanaan pemilu Empat Lawang kedepan, atau jika dibiarkan, kekhawatiran akan terjadinya konflik susulan bahkan kembali terjadi.   "Kami sangat berharap, masalah ini disikapi dengan bijaksana, sehingga kondisi sosial dan politik Empat Lawang bisa tetap kondusif, dan tak bisa dibiarkan saja," tegasnya. (idi)