Jum08282015

Last update09:37:50 PM

Back Anda disini: Home

Artikel

Mulai Patroli dengan Helikopter

PALEMBANG –  Langkah nyata patroli titik api (hotspot) di wilayah Sumsel diwujudkan dalam banyak cara. Salah satunya patroli udara
 dengan helikopter. Dengan bantuan pihak Sinarmas, Kepala BPBD dan UPTD PKHL Dishut Sumsel melakukan itu, kemarin.
Helikopter yang digunakan jenis Bell. Yang dipantau kemarin beberapa hotspot skala kecil di wilayah OKI. “Data Jumat dini hari pukul 00.00 WIB, ada 29 hotspot,” kata  Kepala BPBD Sumsel, Yulizar Dinoto SH.
Sebanyak 29  hotspot itu tersebar di Banyuasin wilayah Betung dan Talang Kelapa. Lalu Palembang, di kawasan Sukarami. Di Muara Enim, tepatnya wilayah Penukal Abab, Talang Ubi, dan Tanjung Agung. Kemudian Muba, di Babat Toman, dan Bayung Lencir.
Untuk Mura, di Muara Lakitan. Ogan Ilir di Muara Kuang dan Pemulutan. OKI di Cengal dan Tulung Selapan. Sedangkan OKUT, di Cempaka dan Semendawai SK 1. “Titik api terlihat dari aktivitas petani yang tengah panen  dan sebagian di daerah rawan mineral,” beber Yulizar.
Dipastikan, kemarin  semua hotspot itu telah dipadamkan. Antisipasi hotspot di lahan gambut juga terus dilakukan. BPBD dan Dishut terus menyosialisasikan Maklumat Polda tentang larangan membakar lahan dan hutan.
Kepala UPTD PKHL Dishut Sumsel, Achmad Taufik menambahkan, patroli dengan helikopter memang baru pertama dilakukan, kemarin. Selama 2,5 jam terbang, mereka memantau wilayah OKI. “Patroli udara ini akan terus dilakukan ke depannya. Untuk daerah gambut, nihil titik hotspot” tandas Taufik. Menurut data yang ada, pada Januari, tercatat ada 13 hotspot, Februari (33), Maret (42), April (29), Mei (137), dan Juni per tanggal 15 ada 32 hotspot. (uni/ce4)