Sen09012014

Last update10:33:50 PM

Back Anda disini: Home

Artikel

Agnes Tewas Mengenaskan di Malaysia

JAKARTA – Satu lagi, tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia yang meninggal dunia di Malaysia. Agnes ditemukan tewas mengenaskan, dengan luka gorokan di leher. Pihak kepolisian setempat memperkirakan, Agnes bunuh diri usai membunuh dua anak majikannya.
    Kedua anak majikannya ditemukan dalam kondisi yang sama dengan Agnes. Koay Jia Hong (5) dan adiknya, Melvin Selvan Joseph (18 bulan), tewas  dengan leher tergorok.

Ketiganya ditemukan di rumah majikan Agnes, di perumahan Taman Sri Putra, Sungai Buloh, Selangor, Malaysia, Selasa (25/2).
    Pihak KBRI Kuala Lumpur pun telah menerjunkan tim secara langsung untuk memperoleh keterangan lebih dalam terkait kasus ini. Dalam penelusuran tersebut, ada keganjilan yang ditemukan oleh tim penyidik. Pasalnya, dari keterangan keluarga majikan Agnes, selama bekerja 1,5 tahun pada mereka, Agnes tidak pernah bermasalah.
Agnes pun dikatakan sangat dekat dengan kedua anak majikannya itu. Hal ini kemudian dugaan bahwa kejadian ini bukan merupakan bunuh diri usai membunuh anak majikan. Ada pihak lain yang melakukan serangkaian tindakan pembunuhan ini.
Sayangnya dugaan tersebut langsung ditepis oleh pihak kepolisian Malaysia.  Sebab, polisi tidak menemukan force entry. "Tapi KBRI minta agar kemungkinan adanya pihak lain tetap dibuka mengingat keluarga sendiri yang katakan hubungan TKI dengan anak-anaknya sangat dekat," ujar Koordinator Konsuler KBRI KL, Dino Nurwahyudin, kemarin.
    Selain itu, lanjut Dino, jika memang yang bersangkutan yang membunuh pasti ada motif sangat kuat. Terlebih cara membunuh yang disebutkan dilakukan Agnes, terbilang cukup kejam. "Pastilah dilakukan orang yang tak dalam kondisi normal," tuturnya.
    Meski telah melakukan penyelidikan lebih lanjut, hingga kini pihak KBRI Kuala Lumpur tidak memiliki data lengkap Agnes. KBRI tidak mengetahui nama lengkap maupun asal perempuan itu. Nama Agnes pun hanya diperoleh dari pihak majikan.
Menurut Dino, hal itu dikarenakan tidak ditemukan selembar dokumen apa pun terkait Agnes. Sehingga KBRI dan polisi kesulitan untuk memperoleh identitas lengkapnya.  "Tapi polisi memperoleh Hp TKI tersebut, diharapkan ada info baru," katanya. Lanjutnya, pihak KBRI akan terus mengawal kasus ini. KBRI akan memastikan polisi terus mengusut kasus ini hingga benar-benar jelas. (mia/air/ce2)