Back Anda disini: Home

Artikel

Oknum Guru Konsumsi Narkoba

SEKAYU – Kelakuan oknum guru satu ini tidak patut dicontoh. Pasalnya, seorang guru SMA, Abu Salim Ilias (49), ditangkap 
Satres Narkoba Polres Muba di Jl Kol Wahid Udin, tepatnya depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu, Kamis (16/10) sekitar pukul 00.30 WIB.
Informasi yang dihimpun, terungkapnya kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat terkait adanya oknum guru yang diduga kerap memakai sabu di kontrakannya di Jl Merdeka, Lingkungan I, Kelurahan Kayuara, Kecamatan Sekayu. Satres Narkoba dipimpin Iptu  Zon Prama langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran.
Setelah dicek di kontrakannya, oknum guru itu tengah keluar mengendarai mobil Avanza nopol  D 1739 SJ warna hitam. Lalu polisi melakukan pengejaran mulai dari Jl Lingkar Randik Sekayu menuju Jalan Kol Wahid Udin. Pada pengejaran tersebut, polisi menemukan mobilnya parkir di depan RSUD Sekayu.
Tidak ayal, anggota Satres Narkoba melakukan penggeledahan terhadap mobil oknum guru tersebut. Abu Salim tidak berkutik setelah ditemukan barang bukti (BB) satu butir ineks warna pink di jok mobil sebelah kiri dan uang Rp7 juta serta hp Nokia dan Advan. 
Tidak puas atas temuan itu, polisi lalu menggeledah rumah kontrakan oknum guru tersebut. Penggeledahan kali ini, polisi menemukan pirek, bong, tiga pipet, serta  bekas plastik sabu.  “Abu Salim mengaku dirinya mengonsumsi narkoba dengan tetangga kontrakannya, Muyadi alias Mahok (30). Lalu kami kembali menggeledah rumah Mulyadi yang tengah berada di kontrakannya,” kata Iptu Zon Prama, KBO Narkoba Polres Muba. Polisi berhasil menemukan BB pirek dan bong. Kedua pelaku terancam UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkoba Pasal 114 ayat 1 dan Pasal 112 ayat 1. 
Pengakuan pelaku Mulyadi, sabu diambil dari bandar yang berada di Palembang. Dirinya telah tujuh kali melakukan transaksi dan pembelian barang haram tersebut, hanya untuk dipakai sendiri. “Saya sudah pakai sabu selama enam bulan ini,” cetusnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muba, Drs H Yusuf Amilin mengaku, dirinya telah menerima adanya oknum guru yang diduga mengonsumsi narkoba dan ditangkap polisi. Maka itulah, dirinya menyerahkan segala proses hukumnya kepada polisi.  “Ini tindakan kriminal. Kami serahkan kepada polisi. Bila dia terbukti dan divonis oleh majelis hakim di atas lima tahun, kami akan rekomendasikan agar dipecat dari status pegawai negeri sipil (PNS),” janjinya. 
Sementara di PALI, Polsek Tanah Abang, Pimpinan Kanit Reskrim Bripka Muslim bersama jajarannya, berhasil meringkus seorang kurir narkoba jenis sabu-sabu di wilayah hukumnya. Tersangka yakni, Dodi Ardian alias Dodi (29), dengan barang bukti sabu-sabu sebanyak enam paket hemat siap edar ke pasaran.
Tersangka Dodi diringkus Rabu (15/10) sekitar pukul 21.30 WIB, saat asyik berbaring sambil menonton televisi di dalam rumahnya di Dusun II, Desa Harapan Jaya, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Kapolres Muara Enim, AKBP M Aris melalui Kapolsek Tanah Abang, AKP Roni Romli didampingi Kanit Reskrim Bripka Muslim membenarkan adanya penangkapan oleh anggotanya terhadap seorang kurir narkoba di wilayah hukumnya, beserta barang bukti enam paket sabu-sabu siap edar. “Barang bukti kami amankan berupa enam paket hemat sabu dan uang tunai sebanyak Rp1,6 juta,” tegasnya. (yud/ebi/asa/ce5)