Min07052015

Last update07:46:33 AM

Back Anda disini: Home

Artikel

Rizal Siap “Bongkar” Wisma Atlet

JAKARTA - Mantan kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Cipta Karya Sumatera Selatan, Rizal Abdullah, dua pekan ke depan segera diadili. Mantan anak buah Gubernur Alex Noerdin itu, siap buka-bukaan dalam persidangan tersebut. 
  Rizal, yang mantan ketua Wisma Atlet SEA Games adalah tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Wisma Atlet SEA Games. Juga terseret kasus Gedung Serbaguna Provinsi Sumsel.
“(Soal fee) Itu di sidang saja,” ujarnya sebelum memasuki mobil tahanan.                  
Menurut Rizal, kedatangannya ke Gedung KPK, kemarin, untuk menandatangani berkas pelimpahan (P21) ke tahap  dua. 
Hanya saja, kata Rizal, dirinya belum diberitahu akan disidang di mana. “Iya sudah (P21), tapi belum tahu disidang di mana,” jawabnya.                  
Kepala Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, menyatakan, Rizal Abdullah akan disidang di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Pusat. “RA sudah masuk P21 masuk tahap dua (penuntutan). Disidang di Jakarta (PN Tipikor  Jakpus),” katanya.  
Priharsa menjelaskan alasan Rizal disidang di Jakarta karena locus (tempat perbuatan) tersebut sebagian berada di Jakarta. Kendati dari fakta persidangan Rizal diketahui menerima “fee” proyek Wisma Atlet di kantornya di Palembang. “Ada locus yang di Jakarta jadi, sidangnya di Jakarta,” tambah Priharsa. 
Lalu tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) segera menyusun dakwaan terhadap Rizal Abdullah dalam kurun waktu dua minggu. Rizal diketahui menjadi tersangka dalam kasus ini sejak 29 September 2014. Rizal adalah Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet Jakabaring, Palembang dan Gedung Serbaguna Pemprov Sumatera Selatan tahun 2010-2011. 
Anak buah Alex Noerdin itu, diduga melakukan mark up atau penggelembungan anggaran dalam proyek tersebut. Akibat perbuatannya, Rizal disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.  (ran/ce1)