Back Anda disini: Home

Artikel

Seret Empat Tersangka Baru

PALEMBANG  –  Penyidikan kasus dugaan korupsi di Dinas Kebersihan Kota (DKK) Palembang kembali “memakan korban”. Kalau sebelumnya sudah ada empat tersangka,   kemarin (27/2), tim penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polresta Palembang menetapkan empat tersangka baru.
 Keempat tersangka ini masih berstatus PNS DKK Palembang. Mereka Edwin Khotomi (Kasi Pendataan dan Penetapan Retribusi), Amri Yunus, serta dua staf sekretariat Evi Kusumayani dan Neneng Susanti. Dua hari lalu, mereka dipanggil ke Mapolresta untuk memberikan keterangan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan 10 dump truck yang diduga merugikan negara lebih dari Rp1 miliar.
 “Sudah kami periksa selama lebih dari 14 jam dan akhirnya mereka ditetapkan sebagai tersangka. Mereka berempat mengetahui dan terlibat dalam upaya lelang yang diduga tidak memenuhi standard operational procedure (SOP) sehingga ada dugaan memperkaya diri sendiri,” kata Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabarudin Ginting SIk MSi melalui Kasat Reskrim Kompol Djoko Julianto SIk MH didampingi Wakasat Reskrim AKP Edi Rahmat Mulyana SIk, kemarin (27/2).
Dijelaskan Djoko, keempat tersangka berperan bersama dengan para tersangka lain, di antaranya dua panitia lelang. Mereka, SW selaku ketua lelang dan SN selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) saat pelaksanaan lelang. “Berkas kasus ini akan segera kami limpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU),” ungkapnya.
Penyidik Unit Tipikor telah menyita sejumlah dokumen yang menjadi barang bukti  dalam kasus ini. Di antaranya surat lelang dan dokumen penetapan PT Sugihjaya Dewantara sebagai pemenang lelang. Lalu menyita 10 unit dump truck merk Isuzu yang akan digunakan sebagai truk pengangkut sampah yang dibeli menggunakan APBD tahun anggaran 2012 senilai Rp3,4 miliar.
Seharusnya, PT Sugihjaya Dewantara tersebut gugur lantaran tidak memenuhi persyaratan lelang. Namun ketua panitia lelang bersama anggota yang kini ditetapkan sebagai tersangka tetap meloloskan PT Sugihjaya Dewantara sebagai pemenang.
“Kami mencium adanya indikasi kongkalikong dalam pengadaan 10 unit dump truck ini. Itu sebabnya anggota kami mulai menyidik dan berkoordinasi dengan Badan Pengawas dan Pemeriksa Keuangan (BPKP) Sumsel untuk melihat adanya pelanggaran hukum dalam lelang ini,” beber  Djoko.
Setelah ditetapkan sebagai tersangka, keempat PNS DKK itu kini terpaksa menginap di Mapolresta Palembang. “Dua orang lain yang sudah lebih awal ditetapkan statusnya sebagai tersangka akan segera dipanggil juga,” ucap Djoko. Enam tersangka ini disangkakan telah melanggar UU No 20/2001 jo pasal 55 KUHP dengan ancaman di atas lima tahun penjara.
Sejumlah saksi telah diperiksa dalam kasus ini. Mulai Zulfikri Simin (Kepala DKK Palembang 2005-2012), Kms Abu Bakar (Kepala DKK 2012-Juli 2013), Idham Darmawi, Zil Zili, Suhrawardy, Deva Rozano, dan Soenardi (semuanya Kasi di DKK), Samuel Pilo Bunga (Kacab PT Isuzu Palembang), Kusmaidi Laksono (dari PT Astra Internasional Jakarta), dan David Kusmanto (direktur PT Sugihjaya Dewantara).  
    Terpisah, Kepala DKK Palembang, Agung Noegroho  kepada Sumatera Ekspres membenarkan keempat tersangka masih PNS aktif. Tiga orang yakni Edwin Khotomi, Evi Kusumayani dan Neneng Susanti merupakan PNS di DKK. “Sedangkan Amri Yunus bekerja di kecamatan,” ujarnya.
    Agung mengatakan dia tidak tahu rinci kasus tersebut karena belum memimpin dinas ini pada tahun dimana pengadaan armada untuk angkutan sampah itu dilakukan. “Saya berharap para PNS tersebut bisa tertib administrasi dan mengikuti aturan yang berlaku, taat hukum untuk proses yang sedang berjalan,” tukasnya. (aja/cj7/ce1)