Sab10252014

Last update05:34:46 PM

Back Anda disini: Home

Artikel

Bonaran Laporkan Bambang Widjojanto

JAKARTA - Bupati Tapanuli Tengah, Raja Bonaran Situmeang (RBS) melaporkan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto (BW) ke lembaga antirasuah tersebut. Bonaran menyebut bahwa Bambang diduga sama "kotornya" semasa masih aktif menjadi pengacara.

Bonaran sendiri mengaku hal itu dikatakan oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar yang kini sudah menjadi terpidana dalam kaitan suap pilkada di MK.

Bonaran yang datang pada Rabu (15/9) sekitar pukul 09:45 WIB memakai baju batik cokelat dibalut rompi tahanan KPK didampingi sejumlah pengacaranya. "Saya mau melaporkan hari ini, Bambang Widjojanto (KPK) atas keterangan Akil Mochtar. Pak Akil mengatakan, bahwa Bambang Widjojanto itu pernah minta tolong di dalam kasus Pilkada Kota Waringin. Mereka ketemu di mobil. Undang-Undang advokat tidak boleh itu (melarang)," katanya sebelum memasuki Gedung KPK.

Pilkada Kotawaringin itu menurutnya kontroversial. "Akil Mochtar mengatakan jangan sok bersihlah (Bambang), kan berarti ada kotor dong? Karena kotor makanya saya laporkan hari ini. Ya, saya akan laporkan hari ini mudah-mudahan diterima," tandasnya.

Namun mengenai kasusnya, Bonaran bersikukuh tidak mengenal Akil Mochtar dan tidak menyuap untuk mempengaruhi penangnan perkara sengketa pilkada Tapanuli Tengah di MK.

"Sangkaan KPK saya menyuap Akil, Akil itu bukan hakim panel saya dan bukan ketua MK waktu perkara saya. Apa korelasinya Akil saya suap? gak ada gitu loh. dan saya tidak kenal akil dan saya tidak pernah memberikan uang kepada akil atau kepada siapapun. Siapapun loh termasuk anda! Kalau ada yang bisa membuktikan saya pernah memberikan uang kepada siapapun silakan tahan saya," bantahnya.

Seperti diketahui, Bonaran disangka melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a Undang-undang PemberantasanTindak Pidana Korupsi. Ia ditahan di Rumah Tahanan KPK cabang Guntur, Jakarta Timur sejak Senin (6/10) lalu. (ran)