>> Home Home Arsip SUMSEL Disembur Minyak, Warga Ngungsi
Tangkal Badai Pegunungan
PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke markas Persiwa Wamena di...Readmore
Jual 15 Unit per Bulan
PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- Main Dealer Honda Palemban...Readmore
Putusan Sesuai Perintah MK
PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang segera mengeluarkan surat kepu...Readmore
Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi
PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahun  bulan 4, yang bebas t...Readmore
Banyak Saingan, Diminta Transparan Harga
Saat koran ini jalan-jalan ke sana siang kemarin, pengunjung di bawah tiap tenda tida...Readmore
  • Tangkal Badai Pegunungan

    PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke...

  • Jual 15 Unit per Bulan

    PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- M...

  • Putusan Sesuai Perintah MK

    PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang seger...

  • Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi

    PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahu...

  • Banyak Saingan, Diminta Transparan Harga

    Saat koran ini jalan-jalan ke sana siang kemarin, pengunjung...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Disembur Minyak, Warga Ngungsi

SUNGAI LILIN - Yakub (47) bersama keluarganya terpaksa mengungsi untuk beberapa waktu. Pasalnya, kediaman sekaligus tempat usaha bangsal batubata, tambak ikan dan kebon pisang miliknya di Jalintim Palembang-Jambi KM 98, Dusun II, RT 7, Desa Letang, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin dipenuhi tumpahan bekas semburan minyak mentah yang berasal dari pipa pertamina Elnusa yang bocor.
Pantauan Sumatera Ekspres kemarin (22/6), kebocoran memenuhi areal pekarangan rumah dan kebun milik Yakub. Puluhan pohon pisang dan pohon lainnya penuh minyak mentah, kolam tambak ikan miliknya juga jadi lautan minyak hitam, ratusan ekor ikan nila dan lele yang ada di dalamnya juga dipastikan mati. Tak cuma itu, ia terpaksa menutup usaha batu batanya karena pasti akan menimbulkan kebakaran jika dibuka.
"Kami juga terpaksa mengungsi pak ke rumah Kiyai dan di Masjid, karena baunya sangat menyengat belum lagi takut terjadi kebakaran. Ditambah sungai dan sumur di sini sudah tercemar semua oleh minyak, jadi tidak ada sumber air bersih lagi baik untuk mandi maupun minum," tukasnya.
Kebocoran diperkirakan berlangsung sejak Kamis (21/6) malam, Yakub mengaku terbangun karena bau minyak yang sangat menyengat. "Saya langsung keluar rumah bawa motor dan mengungsi, saat saya cek lagi besok paginya ternyata semburan minyak dari pipa di depan rumah saya tinggi sekali mencapai enam meter dan baru berhenti setelah petugas datang," tandas Yakub.
Kemarin pagi, sejumlah petugas Elnusa akhirnya tiba dan langsung melakukan perbaikan. Setelah ditelusuri ternyata ada empat titik kebocoran dengan jarak masing-masing 10 meter. Diduga kuat kebocoran akibat aksi pencurian minyak mentah, sebab ditemukan chlaim di setiap lobang yang diduga untuk menyedot minyak, bahkan dijarak 100 meter di belakang kebun jeruk ditemukan selang sepanjang 50 meter lebih yang diduga milik pencuri minyak mentah tersebut.
Dugaan kian kuat setelah Yakub mengaku pernah dipukuli hingga babak belur oleh sekelompok pria yang diduga pencuri minyak mentah tersebut. "Sebelumnya pernah ada truk yang diamankan petugas, saya dituduh melaporkan kejadian itu kepolisi oleh orang-orang tersebut. Padahal, saya tidak tahu menahu pak kalau ada pencurian minyak," terang dia.
Kades Letang Yoyong Saripli yang meninjau lokasi meminta agar pihak Elnusa selaku operator pipa tersebut memberi kompensasi yang sepadan serta melakukan rehabilitasi terhadap lahan yang tercemar apapun alasan pemicunya. "Sering kalau kejadian seperti ini tidak ada ganti rugi, pihak Elnusa beralasan kejadian itu disebabkan pencurian bukan karena faktor lain. Padahal masyarakat sangat dirugikan, bisa dilihat kerugian Yakub bisa puluhan sampai ratusan juta karena ikannya mati, kebunnya mati dan terhalang berusaha belum lagi dampak lingkungannya," tegas Yoyong.    Ia menuding ada konspirasi penyebab kebocoran, tidak mungkin hanya ulah pencuri minyak. "Pasti ada petugas Elnusa juga yang terlibat, logika saja kan dari ujung-keujung jarak boster tidak terlalu jauh. Artinya petugas pasti tau kalau ada kebocoran, karena debit di boster kan berkurang, masak tidak terpantau, ini kalau tidak ada laporan dari kita tidak tau," ujar Yoyong. (kur)



Add this to your website
 

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078