>> Home Sumatera Ekspres Tersetrum Kawat Perangkap Babi
Dicat dan Diperbaiki
PALEMBANG – Pascakebakaran bagian bawah jembatan Ampera 2010 lalu, hingga ki...Readmore
Demo BBM Meluas
SUMSEL - Aksi demontrasi besar-besaran menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (...Readmore
La Furia Roja (Belum) Perkasa
RECIFE - Spanyol menunjukkan jati dirinya sebagai tim penguasa dunia. Menghadapi j...Readmore
Ahsan-Hendra Selamatkan Indonesia
JAKARTA - Indonesia tidak jadi malu sebagai tuan rumah di Djarum Indonesia Open 20...Readmore
Perampok Tembak Pedagang Emas
KAYUAGUNG – Kawanan perampok bersenjata api yang diduga berjumlah enam orang...Readmore
  • Dicat dan Diperbaiki

    PALEMBANG – Pascakebakaran bagian bawah jembatan Am...

  • Demo BBM Meluas

    SUMSEL - Aksi demontrasi besar-besaran menolak kenaikan h...

  • La Furia Roja (Belum) Perkasa

    RECIFE - Spanyol menunjukkan jati dirinya sebagai tim pen...

  • Ahsan-Hendra Selamatkan Indonesia

    JAKARTA - Indonesia tidak jadi malu sebagai tuan rumah di...

  • Perampok Tembak Pedagang Emas

    KAYUAGUNG – Kawanan perampok bersenjata api yang di...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Tersetrum Kawat Perangkap Babi

PALEMBANG – Tewasnya dua pasien rehabilitasi narkoba di Pondok Pesantren (Ponpes) Ar Rahman, Jl Tegal Binangun, Kelurahan Plaju Darat, Kecamatan Plaju, Jeri Angga Saputra (16) dan Hendri Saputra (18), yang ditemukan Rabu pagi (13/6), mulai menemui titik terang. Tak meleset seperti dugaan polisi dan dokter forensik sebelumnya, kedua korban yang ditemukan mengapung di parit itu sebelumnya tewas akibat setruman listrik.
Kemarin sore (17/6), aparat Polsekta Plaju dipimpin langsung kapolseknya AKP Oscar Heuza, mengamankan Nuriman (40), tersangka pelaku yang diduga menyebabkan kedua korban itu tewas. Namun bukan akibat sengaja disetrum, tapi tersetrum kawat perangkap babi hutan yang dialiri arus listrik dipasang oleh tersangka Nuriman di sawahnya. Tersangka Nuriman, dicokok dari rumahnya, setelah polisi memintai keterangan saksi-saksi, di antaranya Siti dan Leni.
“Keterangan saksi mengarah kuat ke tersangka. Diduga saat korban yang kabur dari pesantren, melintasi sawah tersangka yang dialiri listrik. Itulah yang diduga menjadi asal mula tewasnya korban,” terang Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting SIk, melalui Kapolsekta Plaju AKP Oscar Heuza SH, didampingi Kanit Reskrim Aiptu Yusron Rizal, tadi malam.
Lanjut Oscar, mengaku takut ketahuan dirinya yang menyebabkan tewasnya kedua korban, untuk menghilangkan jejak tersangka membuang jasad kedua korban ke parit yang ada di samping ponpes Ar Rahman. Dari sawah miliknya, tersangka menggotong korban satu per satu ke lokasi pembuangan. ”Kecurigaan kami sebelumnya kalau korban dibunuh dengan adanya bekas jeratan itu, untuk sementara sudah bisa disimpulkan. Tersangka mengakui kalau dirinya mengikat kaki korban yang sudah tak bernyawa, untuk memudahkannya menggotong ke parit samping pesantren,” jelasnya.
Atas perbuatannya, tersangka Nuriman bakal dikenakan Pasal 359 KUHP tentang kelalaiannya yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia. Ancamannya, pidana penjara paling lama lima tahun. Dari tersangka Nuriman, polisi menyita kawat sepanjang sekitar 70 meter untuk mengelilingi sawahnya. Lalu sejumlah kabel yang berfungsi mengalirkan arus listrik ke kawat perangkap babi hutan itu.
Sementara saat ditemui di Mapolsekta Plaju, tadi malam, tersangka Nuriman merasa sangat bersalah. Dia tak menyangka niatnya memasang kawat berarus listrik untuk menjerat hama babi ke sawahnya, malah menyebabkan kedua korban tewas.  ”Saya tidak menyangka. Sejak tiga tahun lalu saya nyawah tapi tidak pernah memperoleh hasil karena diganggu hama babi. Itu sebabnya untuk kali ini saya pasang kawat listrik untuk memusnahkan hama babi hutan, justru malah terkena dengan mereka (kedua korban, red),” sesal tersangka Nuriman.
Menurut Nurisman, dia mengalirkan arus listrik bertegangan 22 Volt ke kawat di sekeliling sawahnya, Senin (11/6) sekitar pukul 19.00 WIB. Selasa (12/6) sekitar pukul 09.00 WIB, tersangka Nuriman mendapati dua jasad korban dalam kondisi tertelungkup di sawahnya. Tersangka sudah menduga keduanya pasien rehabilitasi narkoba di Ponpes Ar Rahman, namun dia tidak berani melaporkannya ke pihak ponpes, karena takut dihajar massa dan ditangkap polisi.
Dia memilih pulang, dan bekerja seperti biasa seolah tidak terjadi apa-apa. Namun malamnya sepulang kerja pukul 21.00 WIB, dia mulai dihantu rasa bersalah. Hingga kemudian sekitar pukul 22.00 WIB, tersangka membuang jasad kedua korban ke parit di samping ponpes Ar Rahman. Kedua korban digotongnya bergantian, satu persatu. Untuk memudahkan menggotong jasad itu, kaki korban dililitnya pakai kabel listrik. (cj1)


Add this to your website
 

ALL SPORT

article thumbnailPercepat Jalur Juara
23 Feb 2013

LONDON - Manchester United akan bertandang ke markas Queens Park Ranger dalam lanjutan Premier League yang akan dilangsungkan Sabtu (23/2). Pertandingan yang rencananya disiarkan Global TV mulai pu [ ... ]


Berita lain

GELORA SRIWIJAYA

article thumbnailKim-Vali Masih Tanda Tanya
23 May 2013

JAKARTA - Besok (24/5), Persiwa Wamena menjamu Sriwijaya FC di Stadion Pendidikan, Wamena. Namun, tim berjuluk Badai Pegunungan itu masih pusing menyiapkan komposisi terbaik untuk menjamu juara ber [ ... ]


Berita lain

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078