Sel09022014

Last update05:43:06 AM

Back Anda disini: Home

Artikel

Buah Naga Baik untuk Pascasakit

Siapa yang tak kenal dengan buah naga atau dragon fruit. Walaupun bentuk luar tidak terlalu menarik, tetapi buah ini memiliki kandungan gizi, yang bernama latin hylocereus polyhizus ini, ternyata bermanfaat bagi kesehatan.

BUAH naga banyak dijual di pasar tradisional ataupun mal dengan beraneka warna, mulai dari merah, merah keunguan, hingga putih. Namun, sebenarnya nilai gizi dari buah naga tersebut tidaklah jauh berbeda.
“Walaupun banyak varian warna dari buah naga, sebenarnya nilai gizinya tidaklah jauh berbeda. Semuanya hampir sama,” ujar ahli gizi klinik Rumah Sakit Dr Mohammad Hoesin Palembang, Yenita DCN MPH.
 Buah naga, lanjut dia, memiliki kandungan antioksidan yang baik bagi tubuh. Karena buah berkulit merah tersebut mengandung vitamin A dan vitamin C yang dipercaya mampu untuk menghambat penuaan dini.
    “Vitamin A dan C tersebut bersifat sebagai antioksidan yang dapat menangkap radikal bebas dan  menghambat paparan polusi udara,” kata Yenita. Selain itu, kandungan antioksidan lain yang terdapat pada buah naga adalah fitoalbumin yang dapat mencegah pertumbuhan sel kanker, serta kandungan likopen yang dapat mencegah terjadinya kanker prostat. “Warna merah pada buah naga karena adanya likopen,” cetus alumnus Universitas Gajah Mada itu.
Buah naga, sambungnya, juga mengandung vitamin B1 dan B2 yang dapat meningkatkan nafsu makan bagi yang mengonsumsinya. Sehingga sangat dianjurkan dikonsumsi bagi seseorang yang dalam tahap pemulihan pascasakit. “Buah naga juga mengandung vitamin B3 yang dapat menurunkan kadar kolesterol tinggi,” ungkapnya.
Diterangkannya, buah yang berasal dari Amerika Tengah ini juga memiliki kandungan fosfor dan kalsium yang tentunya baik untuk kesehatan tulang dan otot. Bagi orang dewasa, tentu kandungan fosfor dan kalsium tersebut dapat mencegah terjadinya osteoporosis. Lain dari itu, ternyata biji buah naga juga memiliki kandungan baik untuk kesehatan karena mengandung asam lemak tidak jenuh.
“Bijinya yang berwarna hitam dan berukuran kecil tersebut mengandung asam lemak tidak jenuh atau asam lemak esensial, omega 3, dan omega 6 yang dapat menurunkan risiko gangguan kardiovaskuler dalam tubuh,” jelas Yenita.
Kandungan serat yang banyak pada buah naga ternyata baik untuk kesehatan saluran cerna dan mencegah konstipasi. Rata-rata berat buah naga yang beredar di pasaran itu sekitar 150 sampai 160 gram. Dari berat tersebut, yang dapat dikonsumsi hanya sekitar 60 persennya saja dari berat bersihnya. “Kandungan air yang tinggi pada buah naga ini akan melancarkan sirkulasi dan  proses metabolisme di dalam tubuh,” tutupnya. (cj3/ce4)