Kam09182014

Last update02:00:37 PM

Back Anda disini: Home

Artikel

Bahas Kerjasama Berbagai Bidang

JAKARTA - Untuk kedua kalinya, Raja Yordania Abdullah Bin Al-Hussein atau Abdullah II berkunjung ke Indonesia. Kunjungan tersebut diterima dengan hangat oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Merdeka, kemarin (26/2). Dalam kunjungan singkat tersebut, kedua kepala negara menggelar pertemuan bilateral membahas kerjasama di berbagai bidang. Namun, pertemuan bilateral tersebut berlangsung tertutup.

          “Dalam pertemuan tadi ada dua bagian besar. Pertama membicarakan hubungan bilateral Indonesia dan Yordania, dan sisi lain, Bapak Presiden SBY membahas perkembangan di Timur Tengah. Dalam perkembangan bilateral juga disampaikan perasaan kegembiraan dari kedua belah pihak atas adanya berbagai kemajuan, baik itu perdagangan, maupun dari sisi investasi,” papar Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah di Kompleks Istana Kepresidenan, kemarin.
          Faizasyah menuturkan, di bidang investasi, telah dijalin sejumlah kesepakatan investasi antara kedua negara, salah satunya investasi Petrokimia. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Yordania menempati ranking 15 dalam daftar investor terbesar di Indonesia. “Kita mencatat bahwa mereka sudah melakukan kerjasama di bidang petrokimia dan mereka berinvestasi di sektor itu. Ini menunjukkan faktor jarak sebenarnya tidak menjadi suatu kendala bagi Indonesia dan yordan dalam membangun kerjasama. Mereka tertarik dengan pengolahan pupuk fosfat misalnya. Tapi memang tidak bicara spesifik nilai dan juga besarannya,"urainya.
     Di samping investasi, Faizasyah menuturkan, pemerintah Yordania juga menaruh perhatian terhadap permasalahan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang ada di negara mereka. Setidaknya terdapat sekitar 40 ribu TKI yang bekerja di negara tersebut. Terkait hal tersebut, Pemerintah Yordania pun menjamin rasa aman bagi para TKI yang bekerja di negaranya.
    "Tadi secara khusus Raja Abdullah menyampaikan komitmen pemerintah Yordania untuk memberikan atensi sebaik-baiknya bagi setiap permasalahan yg dihadapi TKI di sana. Memang digarisbawahi adanya keperluan untuk keterukuran baik pihak pengirim di Indonesia dan juga sponsor mereka di Yordania. Tapi secara prinsip raja Yordania menggarisbawahi komitmen pribadinya terhadap masalah yang akan diberi atensi secara khusus,"tutur Faizasyah.
   Faizasyah melanjutkan, bidang-bidang kerjasama lain yang juga menjadi pembahasan dalam pertemuan bilateral tersebut, diantaranya bidang pertahanan dan pendidikan. Dia menyebutkan ada peluang peningkatan kerjasama khususnya di bidang pertahanan, terkait transfer teknologi. “Banyak hal lain juga yang disinggung, antara lain kerjasama bidang intelijen, bagaimana kita mencatat kelebihan Yordania sebagai salah satu negara kunci di Timur Tengah yang sangat memahami perkembangan isu-isu politik di wilayahnya,” lanjutnya.
        Tidak hanya itu, konflik Suriah juga menjadi perhatian kedua kepala negara. Keduanya sempat menyinggung proses penyelesaian konflik Suriah yang saat ini tengah berjalan. Presiden SBY dan Raja Abdullah II pun sepakat bahwa penyelesaian politik bagi konflik Suriah bisa menjadi salah satu solusi.
       “Mengenai isu kawasan secara mendalam dibahas perkembangan di Suriah. Tentunya kita ingin mendengar Yordania, atas hal-hal apa yang bisa dilakukan dalam penanganan masalah ini ke depannya. Pada dasarnya kedua kepala negara bersepakat bahwa penyelesaian politik adalah sesuatu keniscayaan dalam penyelesaian masalah Suriah ke depannya,” imbuhnya. (ken)