Back Anda disini: Home

Artikel

Pesta Gol, Belum Bikin Puas

JAKARTA - Sriwijaya FC berhasil mencatatkan skor meyakinkan dalam laga uji coba menghadapi Mali Selection, Kamis (8/1). Bermain di Lapangan Halim Perdanakusuma, Ferdinand Sinaga dan kawan-kawan pesta gol ke gawang tim lawan dengan skor 6-2.

Menggunakan format waktu 3x30 menit, Sriwijaya FC awalnya hanya memainkan pemain lapis kedua di babak pertama. Yogi Triana turun di bawah mistar gawang. Lalu untuk posisi bek, ada Jajang, Nanak, Rishadi Fauzi, dan Fathul Rahman. Sektor gelandang diperkuat Manda, Hapit Ibrahim, Ichsan Kurniawan, dan Alan Martha. Untuk barisan depan, ada Syakir Sulaiman dan Rizsky Dwi Ramadhana. Meski sempat unggul 1-0 lewat gol Syakir Sulaiman di menit ke-5, Sriwijaya harus mengakui keunggulan Mali dengan skor 1-2 di babak tersebut karena Syakir gagal mengeksekusi penalti yang diberikan.
Barulah babak kedua dengan skuat inti, skuat asuhan Benny Dollo ini mampu menyamakan kedudukan. Turun sebagai kiper Dian Agus, lalu bek ada Fakhruddin, Maiga, Wildansyah, dan Jeki. Untuk tengah, diperkuat Asri Akbar, Morimakan Koita, dan Anis Nabar. Kemudian, tiga penyerang turun sekaligus, Patrich Wanggai, Ferdinand Sinaga, dan Vaquero.
Gol dicetak Morimakan Koita yang memanfaatkan rebound hasil kemelut di depan gawang Mali. Pada 30 menit babak ketiga, Sriwijaya bermain lebih ganas,  Maiga berhasil membawa SFC unggul 3-2 menit ke-62.
Sriwijaya kembali menorehkan gol dan skor menjadi 4-2 lewat Rizki Dwi Ramadhana yang menggantikan Vaquero yang bermain buruk. Selanjutnya, Anis Nabar ikut menunjukkan kelasnya. Setelah Ferdinand Sinaga menendang bola ke arah gawang dan ditepis kiper Mali, Anis Nabar langsung menyambar bola sehingga 5-2 untuk Sriwijaya FC. Ferdinand sendiri mencetak gol penutup setelah berhasil menerobos kotak penalti dan men-chip bola melewati kiper.
“Hasilnya sih memang bagus, tapi sebenarnya apa yang ditunjukkan oleh para pemain hari ini belum sesuai dengan apa yang saya inginkan. Karena dari segi permainan, belum begitu memuaskan,” kata pelatih kepala Sriwijaya, Benny Dollo, ketika dibincangi wartawan usai laga tersebut.
Mantan arsitek Timnas Indonesia tersebut masih mencatat ada beberapa kekurangan yang perlu dibenahi oleh timnya.  ”Tadi itu transisi permainan masih kurang, jarak antara lini belakang, tengah, dan depan terkadang terputus terlalu jauh, dan pemain juga sering melakukan kesalahan passing,” keluhnya.
Akan tetapi, lanjut pelatih yang akrab disapa Bendol ini, dirinya optimis setiap kesalahan itu dapat terus diperbaiki seiring waktu. Apalagi, klub yang bermarkas di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring itu akan turun dalam turnamen Trofeo Cup Persija, Minggu (11/1) mendatang.
“Mudah-mudahan dalam pertandingan nanti, permainan bisa semakin membaik dan saya berharap akan ada kemajuan yang berarti meski besok mungkin pemain akan diliburkan terlebih dahulu,” tegas pria yang musim lalu membesut tim Persija Jakarta.
             Disinggung mengenai strategi bertanding, Bendol tak berkomentar banyak. Dirinya masih mencari-cari formasi yang tepat. “Untuk strategi, tentunya akan kita sesuaikan dengan lawan-lawan yang akan dihadapi,” ungkap pria berkacamata ini.
Dalam pertandingan itu sendiri, pada babak pertama, Sriwijaya hanya memainkan pemain lapis kedua. Barulah pada babak kedua dan ketiga, Bendol menurunkan pemain inti dengan formasi 4-2-3-1. Di mana, penyerang Uruguay, Vaquero, diplot sebagai striker tunggal. (rip/ion/ce4)