Back Anda disini: Home

Artikel

Andil Torres

MADRID-Publik Vicente Calderon begitu antusias jelang leg pertama babak 16 besar Copa del Rey dini hari kemarin. Bukan hanya karena lawannya adalah seteru sekota Real Madrid, tetapi juga karena kembalinya Si Anak Hilang, Fernando Torres.  
 El Nino (The Kid) -julukan Torres -menjadi starter pada laga ini. Sebanyak 48.600 orang yang menyesaki Calderon begitu bersemangat menonton comeback pemain yang berkelana ke Liverpool, Chelsea, dan terakhir ke AC Milan tersebut.
  Pemain yang menjadi top scorer Atletico dalam lima musim beruntun sebelum pindah ke Liverpool pada 2007 itu memang tidak mencetak gol. Tetapi Atletico sukses memukul Real dengan skor 2-0. Itulah kemenangan pertama Torres dalam 10 kali derby. 
      Permainan Torres dalam skema 4-4-2 dan berduet dengan penyerang asal Prancis Antoine Griezmann cukup menjanjikan. Torres mencatat satu umpan kunci (key passes), 16 sentuhan, dan dua kali memenangkan duel udara. Statistik yang lumayan, walaupun penyerang berusia 30 tahun itu tidak sekalipun mencatat tendangan akurat ke arah gawang.
      Entrenador Atletico Diego Simeone memang menyusun skema penyerangan dengan mengeksplorasi kecepatan Torres di lini depan. "Torres sangat kuat dan bertenaga. Namun memang butuh waktu agar dia bisa beradaptasi dan menyatu dengan tim ini. Torres juga harus meningkatkan kemampuannya untuk memberikan tekanan kepada pertahanan lawan," ucap Simeone kepada AS.  
      Altetico unggul lebih dulu pada menit ke-58 lewat eksekusi penalti Raul Garcia. Penalti diberikan karena kapten Real dalam pertandingan ini Sergio Ramos menjatuhkan Garcia di dalam kotak penalti. Dalam keunggulan 1-0, pada menit ke-59 Simeone ingin bermain lebih bertahan dengan memasukkan Koke untuk menggantikan Torres.  
      Meski Real mendominasi penguasaan bola, Atletico malah bisa menggandakan keunggulan pada menit ke-76 melalui gol tandukan remaja berusia 19 tahun, Jose Gimenez. Bek tengah asal Uruguay tersebut meneruskan tendangan sudut Gabi.
      Gol tandukan kepala memang menjadi andalan Atletico dalam menghadapi Real. Dalam sepuluh derby terakhir, Gabi dkk mencetak enam gol dari udara.   Dan inilah kemenangan pertama Atletico dengan margin lebih dari satu gol sejak 1999. Ketika itu Los Colchoneros"julukan Atletico"membekap Real 1-3 di Santiago Bernabeu.
      Secara umum, Real yang baru memainkan bintang utama Cristiano Ronaldo pada menit ke-63, mencatat penguasaan bola sampai 72 persen. Tetapi sang juara bertahan Copa del Rey itu tidak efisien dengan hanya melakukan tiga tendangan mengarah ke gawang dari 10 percobaan. Bandingkan dengan Atletico yang cuma mencatat dua peluang akurat arah gawang namun mencetak dua gol.
      "Atletico bermain dengan bola panjang dan selalu menggunakan trik kotor," kecam full back kiri Real Marcelo sebagaimana dilansir AS.
      "Hasil ini sangat sulit diterima. Kami bermain baik, namun sekali lagi, kami kebobolan dari set-piece. Kekalahan ini tidak adil. Permainan juga sulit sekali. Mereka hanya bermain dengan bola panjang," keluh pemain asal Brasil tersebut.
      Simeone mengakui bahwa Real memulai pertandingan dengan sangat baik. Namun, Los Rojiblancos"julukan lain Atletico"mampu memberikan respon sangat baik.
      "Kami mampu bertahan pada babak pertama dan lantas tampil sangat kompetitif dan bermain bagus pada babak kedua. Kami bekerja dengan baik. Organisasi kami juga rapi," ucap Simeone yang dalam laga kemarin menarik perhatian dengan merayakan gol pertama Atletico dengan memeluk anak gawang yang tak lain adalah putranya sendiri.
      "Melawan Real, kami harus sabar dan selalu menekan. Kami melakukan pressing dengan baik dalam penyerangan," imbuh El Cholo"panggilannya.
      Leg kedua akan dihelat di Santiago Bernabeu pada 15 Januari nanti. Dan Entrenador Real Carlo Ancelotti menegaskan bahwa timnya tidak berada dalam krisis. Kekalahan back-to-back melawan Atletico dan sebelumnya menghadapi Valencia, 1-2 di Mestalla (4/1), setelah 22 kali menang beruntun, tidak mengguncang timnya.
      "Berlebihan sekali kalau mengatakan kami berada dalam krisis. Kami masih punya peluang untuk melaju dan akan bermain sebaik-baiknya menggunakan segenap kekuatan yang kami miliki," ucap Ancelotti kepada Marca.
      Real sendiri punya catatan baik di Copa del Rey melawan Atletico. Dalam tiga pertemuan sebelumnya, pada musim 1994-1995, 2011-2012, dan 2013-2014, Real selalu lolos dari hadangan Atletico. (nur/nan/jpnn)