>> Home Sumatera Ekspres Sulit Dihentikan
Dicat dan Diperbaiki
PALEMBANG – Pascakebakaran bagian bawah jembatan Ampera 2010 lalu, hingga ki...Readmore
Demo BBM Meluas
SUMSEL - Aksi demontrasi besar-besaran menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (...Readmore
La Furia Roja (Belum) Perkasa
RECIFE - Spanyol menunjukkan jati dirinya sebagai tim penguasa dunia. Menghadapi j...Readmore
Ahsan-Hendra Selamatkan Indonesia
JAKARTA - Indonesia tidak jadi malu sebagai tuan rumah di Djarum Indonesia Open 20...Readmore
Perampok Tembak Pedagang Emas
KAYUAGUNG – Kawanan perampok bersenjata api yang diduga berjumlah enam orang...Readmore
  • Dicat dan Diperbaiki

    PALEMBANG – Pascakebakaran bagian bawah jembatan Am...

  • Demo BBM Meluas

    SUMSEL - Aksi demontrasi besar-besaran menolak kenaikan h...

  • La Furia Roja (Belum) Perkasa

    RECIFE - Spanyol menunjukkan jati dirinya sebagai tim pen...

  • Ahsan-Hendra Selamatkan Indonesia

    JAKARTA - Indonesia tidak jadi malu sebagai tuan rumah di...

  • Perampok Tembak Pedagang Emas

    KAYUAGUNG – Kawanan perampok bersenjata api yang di...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Sulit Dihentikan PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Administrator   
Senin, 11 Juni 2012 09:13

DONETSK - Bukan hanya tuan rumah Piala Eropa (Euro) yang terkena kutukan gagal menang di laga pembuka dalam tiga edisi terakhir turnamen. Inggris juga tidak pernah meraih hasil absolut setiap kali menjalani pertandingan awal mereka di Euro.
Tujuh laga perdana Inggris hanya menghasilkan tiga seri dan empat kalah. Three Lions--sebutan Inggris--bahkan menjadi pecundang dalam dua start Euro terakhir. Yakni, 2-3 dari Portugal di edisi 2000 dan 1-2 dari Prancis (2004) gara-gara dua gol Zinedine Zidane di masa injury time.
Nah, mengawali Euro 2012, Inggris kembali bersua Prancis malam nanti (siaran langsung RCTI kickoff 23.00 WIB). Bayang-bayang memori delapan tahun lalu membayangi bentrok kedua tim di Donbass Arena, Donetsk, tersebut. Prancis memang lebih diunggulkan karena datang ke turnamen sebagai kontestan dengan tren terbaik.
Les Bleus--sebutan Prancis--tidak terkalahkan dalam 21 laga terakhirnya, 15 di antaranya dengan kemenangan. Prancis juga selalu mengatasi perlawanan Inggris dalam tiga pertemuan terakhir, termasuk victory 2-1 dalam uji coba di Stadion Wembley 18 bulan lalu.
Pencetak gol pertama Prancis di Wembley, Karim Benzema, meyakini apabila catatan positif timnya sangat krusial sebagai modal mengawali turnamen dengan motivasi dan kepercayaan diri tinggi. “Tren kami terlalu mulus untuk dihentikan,” kata striker Prancis itu kepada AFP.
Benzema juga meyakini apabila periode buruk Prancis, yang finis sebagai juru kunci grup di Euro 2008 dan Piala Dunia 2010, telah berlalu. “Kami tengah menjalani era baru di bawah kendali pelatih yang istimewa (Laurent Blanc, Red),” tutur bintang Real Madrid itu.
Gelandang bertahan Prancis Alou Diarra juga optimistis timnya bakal mampu meredam permainan Inggris. Salah satunya karena skuad Les Bleus memiliki kombinasi pemain yang lebih baik dan komplet. Yakni, perpaduan antara pemain senior, pemain yang tengah menikmati usia emasnya, dan pemain muda bertalenta.
Sedangkan untuk Inggris, lanjut Diarra, tidak memiliki pemain di usia emas. Wayne Rooney yang sebenarnya mewakili generasi tersebut justru absen di dua laga awal. “Inggris kembali berubah sebagai tim pragmatis, sedangkan kami adalah tim yang berani bermain terbuka dan mengekploitasi lawan,” jelas pemain asal Olympique Marseille tersebut.
Sejak ditinggal mundur Fabio Capello dan memilih Roy Hodgson sebagai pelatih baru 40 hari lalu, Inggris memang kembali ke selera lama. Sekalipun mencatat rekor seratus persen dalam dua laga awal, masing-masing menang 1-0 atas Norwegia dan Belgia, permainan Steven Gerrard Cs terlalu minimalis.
Untuk mengalahkan Prancis, Hodgson mengatakan apabila Inggris butuh sedikit keberuntungan tapi menolak itu sebagai sebuah keajaiban. “Pemain kami tetap berpikir mampu mengalahkan Prancis. Di kompetisi apapun, 21 laga tanpa terkalahkan adalah capaian hebat. Tapi, saya pikir itu tidak membuat pemain kami terpengaruh,” papar pelatih yang semasa menangani Swiss pernah mengalahkan Prancis 2-1 dalam uji coba di Lausanne 20 tahun lalu itu kepada Reuters. (dns/ce1)

Prancis (4-2-3-1) : 1-Lloris (g/c); 2-Debuchy, 4-Rami, 5-Mexes, 3-Evra; 18-Diarra, 6-Cabaye; 14-Menez, 11-Nasri, 7-Ribery; 10-Benzema
Pelatih : Laurent Blanc

Inggris (4-4-1-1) : 1-Hart (g); 2-Johnson, 6-Terry, 15-Lescott, 3-Cole; 7-Walcott, 17-Parker, 4-Gerrard”, 16-Milner; 11-Young; 22-Welbeck
Pelatih : Roy Hodgson

Stadion : Donbass Arena, Donetsk
Wasit : Nicola Rizzoli (Italia)

PREDIKSI
Prancis Menang    38%       
Seri            33%
Inggris Menang    29%

Empat Bentrok Terakhir
17/11/2010     Inggris v Prancis: 1-2 (uji coba)
26/3/2008    Prancis v Inggris: 1-0 (uji coba)
13/6/2004    Prancis v Inggris: 2-1 (Euro 2004)
2/9/2000    Prancis v Inggris: 1-1 (uji coba)


Add this to your website
 

ALL SPORT

article thumbnailPercepat Jalur Juara
23 Feb 2013

LONDON - Manchester United akan bertandang ke markas Queens Park Ranger dalam lanjutan Premier League yang akan dilangsungkan Sabtu (23/2). Pertandingan yang rencananya disiarkan Global TV mulai pu [ ... ]


Berita lain

GELORA SRIWIJAYA

article thumbnailKim-Vali Masih Tanda Tanya
23 May 2013

JAKARTA - Besok (24/5), Persiwa Wamena menjamu Sriwijaya FC di Stadion Pendidikan, Wamena. Namun, tim berjuluk Badai Pegunungan itu masih pusing menyiapkan komposisi terbaik untuk menjamu juara ber [ ... ]


Berita lain

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078