Sen07062015

Last update09:30:57 PM

Back Anda disini: Home

Artikel

Golkar DKI Versi Agung Diklaim Solid

JAKARTA - Ketua DPD I Partai Golkar DKI Jakarta Fayakhun Andriadi menanggapi santai pernyataan Zainuddin Oding yang menyebut bahwa pengurus DPD I dan DPD II Golkar se-DKI menolak kepemimpinannya dan hanya mengakui kepengurusan yang berpatron pada Aburizal Bakrie.
 
Menurut Fayakhun, pernyataan Zainuddin itu sebagai settingan opini menyesatkan. Zainuddin, kata dia, tidak bisa menerima kenyataan bahwa kepengurusan yang sah dan legal adalah kepengurusan Agung Laksono yang ketua umum Partai Golkar dan Zainuddin Amalie sebagai sekjennya.
 
"Sekarang, Partai Golkar Provinsi DKI Jakarta sangat solid berada di bawah kepemimpinan Agung Laksono," tegas Fayakhun dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (25/6).
 
Soliditas semua kader Golkar se-DKI Jakarta, kata doktor ilmu politik lulusan Universitas Indonesia ini, sangat terlihat pada saat pelaksanaan Musda-Musda di semua wilayah tingkat II dan Musda Provinsi. 
 
Menurutnya, semua kader dan kepengurusan di semua tingkatan, mulai dari pengurus provinsi, kabupaten/kota hingga pengurus kecamatan, memberikan dukungan yang besar dan sepenuh hati. Kata dia, meski ditekan, diintimidasi dan diteror, semua kader tidak terpengaruh dan tidak gentar. 
 
Dan sebaliknya, mereka sangat antusias mensukseskan konsolidasi Partai Golkar DKI Jakarta. "Kader Partai Golkar DKI Jakarta sangat melek informasi dan mudah mengakses informasi dari tangan pertama, sehingga mereka tidak gampang tertipu oleh pemutar-balikan fakta, manipulasi data, dan settingan opini menyesatkan dari 'saudara sebelah'," sambung Fayakhun.
 
Fayakhun yang juga Sekretaris Fraksi Golkar di DPR mengatakan, pada Musda kemarin muncul antusiasme besar dari semua kader untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar di DKI Jakarta. 
 
Menurutnya, Zainuddin Oding harusnya sadar diri. Dia melanjutkan, perolehan Golkar pada 2010-2015 dimana saat itu Oding menjabat sekretaris DPD hanya menempati posisi tujuh besar untuk tingkat provinsi padahal secara nasional meraih posisi dua besar. 
 
"Ini merupakan sejarah paling kelam Golkar Jakarta. Kenyataan kelam ini sungguh memilukan bagi semua kader," tukas Fayakhun. (jpnn)