Sab10252014

Last update10:10:18 AM

Back Anda disini: Home

Artikel

Emil Dardak Belum Beri Sinyal Minat jadi Wali Kota Depok

JAKARTA - Nama Pakar Tata Kota, Emil Dardak masih terus disebut-sebut sebagai calon Wali Kota Depok dalam bursa pilkada di wilayah tersebut. Dalam diskusi bersama ratusan relawan Jokowi-JK se-kota Depok yang turut dihadiri perwakilan partai-partai pendukung Jokowi-JK, Emil Dardak pun masih didorong agar dapat maju sebagai kandidat di Depok.
 
Saat itu, ia diundang khusus sebagai narasumber dalam diskusi Penataan Tata Ruang dan Infrastruktur Kota Depok. Turut hadir pada acara tersebut adalah Ketua DPC PDIP Kota Depok, Hendrik Tangke Allo, yang belum lama ini telah dilantik menjadi Ketua DPRD Kota Depok.
 
Hendrik mengatakan, Depok sebenarnya beruntung jika memiliki sosok muda seperti Emil Dardak yang luar biasa prestasinya.
 
"Apalagi beliau memiliki kepakaran di bidang penataan kota," kata Hendrik seperti dalam rilis yang diterima JPNN.com pada Selasa, (14/10).
 
Sosok seperti Emir, dianggap sangat dibutuhkan. Apalagi, tegas Hendrik, Kota Depok memiliki masalah penataan ruang. Kota itu dianggap tumbuh tanpa perencanaan yang matang. Menurutnya, masalah kota Depok dilihat dari tiga fase, diawali dengan masuknya Perumnas, kemudian dibukanya Kampus UI Depok, hingga menjamurnya kegiatan komersial di sepanjang ruas Jalan Margonda.
 
Menurutnya, Depok tidak mencerminkan adanya konsep penataan kota yang baik. Saat ditanya apakah dengan hadirnya di acara tersebut berarti Emil Dardak siap maju dari PDI Perjuangan, Emil enggan menanggapinya secara serius.
 
“Wah saya di sini kan sebagai narasumber. Saya apresiasi kepedulian rekan-rekan di sini serta ketua dewan pada khususnya akan pentingnya penataan ruang dan infrastruktur sebagai agenda pembangunan kota Depok ke depannya. Sebenarnya bukan hanya saya yang mendalami perencanaan kota dan infrastruktur," kata Emil.
 
Emil saat ini menjabat sebagai wasekjen di Ikatan Ahli Perencana. Ia menyatakan sebagai warga Depok ia memang setuju adanya perubahan pada kota tersebut.
 
Dalam paparannya, Emil mengaku mengusung konsep Megapolitan Polycentric dalam menyambut Jabodetabek sebagai calon megapolitan kedua terbesar di dunia dengan 30 juta penduduk. Depok, ujarnya, harus mampu berkembang menjadi sentra bisnis bagi industri jasa dan perdagangan yang selama ini terkonsentrasi di DKI Jakarta. Untuk itu, sambungnya, harus mampu bersinergi dengan arah pengembangan DKI Jakarta 5 tahun ke depan.
 
Menurutnya, konsep distrik atau blok Eco-CBD (Central Business District) yang mengandalkan penataan ruang sekitar 'situ' atau 'danau' serta akses ke stasiun kereta menjadi kunci dalam mengembangkan kawasan bisnis yang terkoneksi dengan baik ke pusat kota DKI Jakarta maupun kota lainnya. Terpenting, tegasnya, menawarkan suasana yang lebih asri dengan mengedepankan penataan areal Situ.
 
"Yang lebih penting karena saya adalah salah satu warga Depok yang ingin kota Depok semakin baik ke depannya," kata Emil tanpa merespon lebih lanjut dukungan untuknya.(flo/jpnn)