>> Home
Turnamen Tenis Sumeks Open 2013
PALEMBANG - Technical Meeting Turnamen Tenis Sumeks Open 2013 telah rampung digela...Readmore
Tangkal Badai Pegunungan
PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke markas Persiwa Wamena di...Readmore
Jual 15 Unit per Bulan
PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- Main Dealer Honda Palemban...Readmore
Putusan Sesuai Perintah MK
PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang segera mengeluarkan surat kepu...Readmore
Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi
PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahun  bulan 4, yang bebas t...Readmore
  • Turnamen Tenis Sumeks Open 2013

    PALEMBANG - Technical Meeting Turnamen Tenis Sumeks Open ...

  • Tangkal Badai Pegunungan

    PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke...

  • Jual 15 Unit per Bulan

    PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- M...

  • Putusan Sesuai Perintah MK

    PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang seger...

  • Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi

    PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahu...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Kalkulasi Box Culvert Rp600 Juta

PALEMBANG – Penanganan banjir yang terus terjadi di Jl Kol H Barlian, khususnya di depan  Graha Pena, kantor pusat Harian Pagi Sumatera Ekspres Group, harusnya dilakukan menyeluruh. Meskipun genangan air tak dapat dielakkan karena termasuk dataran rendah, setidaknya bisa mempercepat penyurutan.
“Bisa dengan membangun kolam retensi di sekitar kawasan tersebut,” ujar Aidil Fikri, kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jalan Metropolitan Palembang kepada Sumatera Ekspres, kemarin (3/6). Selain itu, juga harus dilakukan pembersihan gorong-gorong yang mengakibatkan penyumbatan serta upaya lainnya.
“Pipa PDAM yang ada di mulut gorong-gorong, juga harusnya tidak di situ. Dipindahkan,” ungkapnya. Menurut dia, serapan air di daerah itu hanya di depan Graha Pena (tanah rawa, red) dan Hutan Wisata Punti Kayu. “Kalau genangan air tiap kali hujan memang terjadi di tempat itu. Gorong-gorong sendiri dibangun sejak 1970-an. Intinya, ke depan perlu penanganan menyeluruh.”
Seperti diberitakan sebelumnya, setiap kali hujan deras, sejumlah titik menjadi lokasi langganan banjir. Salah satunya, depan Graha Pena, Jl Kol H Barlian. 
Diduga kuat, salah satu faktor penyebab genangan itu karena tersumbatnya aliran air ke Punti Kayu. Box culvert (gorong-gorong persegi beton bertulang) terlalu kecil. Tidak sebanding dengan debit air hujan.   
Kepala Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga (BM) dan Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) menilai usul pembuatan kolam retensi tersebut cukup baik untuk mengantisipasi genangan air yang kerap terjadi di depan Graha Pena. Namun, hal tersebut memakan waktu cukup lama. Belum lagi dana untuk pembangunannya tak tersedia. “Besar biaya untuk membuat kolam retensi ini,” ujar Budhy.
Menurutnya, daya tampung di kawasan Punti Kayu cukup besar. Hanya, saluran air menuju ke tempat tersebut yang perlu menjadi perhatian.
Budhy tetap berpendapat box culvert yang ada saat ini, harus dibesarkan lagi. Tujuannya, agar genangan air di tempat tersebut tidak lama. “Kalau box culvert-nya 1 meter persegi atau 1,5 meter persegi, bisa lebih cepat menangani banjir,” ungkapnya.
Dibandingkan dengan membuat kolam retensi, kata Budhy, lebih efisien mengganti box culvert dengan biaya sekitar Rp600 juta. “Kalau buat kolam retensi, miliaran rupiah. Sebut saja dana pembebasan lahan bisa sekitar Rp10 M, belum lagi pengerukan dan lainnya.”
Dikatakan Budhy, pihaknya terus berupaya membersihkan saluran air di lokasi tersebut. Upaya ini, agar genangan air saat hujan tak lagi lama berada di jalan, tapi mengalir ke Punti Kayu. (rei/ce2)



Add this to your website
 

--------------------------------------------------

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078