Back Anda disini: Home

Artikel

Era De Gea Bukan Casillas

Selama Iker Casillas masih aktif bermain, tidak akan ada perubahan besar di bawah mistar gawang. Baik di 
Timnas Spanyol maupun Real Madrid. Kiper 33 tahun tersebut terlalu dominan hingga kiper muda Spanyol lain tidak banyak mendapat kesempatan tampil.
      Upaya untuk nge-drop Casillas sejatinya sudah banyak dilakukan. Tapi, hampir selalu gagal. Pada musim terakhirnya di Real Madrid, pelatih Jose Mourinho menepikan Casillas dan menjadikan Diego Lopez kiper utama. Tapi, tindakan "nekat" itu justru berakhir dengan hengkangnya sang Special One, julukan Mourinho, dari Santiago Bernabeu.
       Entrenador pengganti Mourinho, Carlo Ancelotti, membuat "kompromi" dengan menjatah Casillas hanya di Liga Champions dan Copa del Rey. Sedangkan Lopez menjadi pilihan di ajang Liga Primera. Tapi, di musim keduanya, Ancelotti tidak berdaya. Dia mengembalikan posisi kekasih Sara Carbonero itu sebagai kiper utama di semua laga Real. Justru Lopez yang mengalah dengan hengkang ke AC Milan.
      Padahal, performa Casillas menurun drastis. Hingga jornada ketujuh Real sudah kebobolan sembilan gol. Melorotnya performa kapten Real itu terlihat saat La Furia Roja, julukan Spanyol, dikalahkan Slovakia Jumat (10/10) lalu. Gol kemenangan Slovakia via skema set-piece sejatinya bisa dihalau Casillas. Sebab, bola tepat mengarah ke posisinya. Namun, Casillas tetap gagal membendung laju bola.
      Entrenador Spanyol, Vicente Del Bosque akhirnya bertindak berani. Dia akhirnya menepikan Casillas saat mereka melawan Luksemburg kemarin (13/10) dini hari. Del Bosque memasang kiper Manchester United, David De Gea sebagai starter. Ironisnya, itu baru caps ketiga De Gea. 
      Hasilnya, kiper 23 tahun itu langsung mencetak clean-sheet alias nol kebobolan. Padahal, dia harus membendung hingga enam tendangan on target Luksemburg. De Gea sangat percaya diri dengan penunjukan Del Bosque. Dia langsung bertekad mempermanenkan posisinya.
      "Saya merasa sangat nyaman dengan tim. Ini adalah kemenangan penting. Pelatih yang menentukan siapa yang bermain. Saya harus membayarnya dengan antusiasme yang besar. Saya harus berlatih keras jika ingin tetap memegang posisi ini," katanya seperti dikutip Sports Mole. (aga/ca/nan/ce5)