>> Home Sumatera Ekspres CEO Sumatera Ekspres Rekaman di Bollywood
Massa Bakar Kantor PT Gembala Sriwijaya
INDERALAYA - Kantor PT Gembala Sriwijaya di jalan lintas timur, Palembang-Prabumul...Readmore
Kurang Sebulan, Catat 150 SPK
BOGOR – Mobil All New KIA Carens mendapat respon baik dari publik Tanah Air....Readmore
Pembagian Buku Manasik Tertunda
PALEMBANG – Sebanyak 6.475 set buku manasik haji dan umrah kiriman Kementeri...Readmore
Dicat dan Diperbaiki
PALEMBANG – Pascakebakaran bagian bawah jembatan Ampera 2010 lalu, hingga ki...Readmore
Demo BBM Meluas
SUMSEL - Aksi demontrasi besar-besaran menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (...Readmore
  • Massa Bakar Kantor PT Gembala Sriwijaya

    INDERALAYA - Kantor PT Gembala Sriwijaya di jalan lintas ...

  • Kurang Sebulan, Catat 150 SPK

    BOGOR – Mobil All New KIA Carens mendapat respon ba...

  • Pembagian Buku Manasik Tertunda

    PALEMBANG – Sebanyak 6.475 set buku manasik haji da...

  • Dicat dan Diperbaiki

    PALEMBANG – Pascakebakaran bagian bawah jembatan Am...

  • Demo BBM Meluas

    SUMSEL - Aksi demontrasi besar-besaran menolak kenaikan h...

NEWS UPDATE

Stop
Play
CEO Sumatera Ekspres Rekaman di Bollywood PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Administrator   
Jumat, 01 Juni 2012 08:44

Di sela-sela kunjungannya ke Time of India, CEO Jawa Pos Wilayah Sumatera Bagian Selatan, H Suparno Wonokromo pada 21 Mei lalu rekaman di Studio  Bollywood, India. Bagaimana ceritanya? Berikut ini catatan selengkapnya soal rekaman tersebut dan soal Bollywod yang sangat terkenal itu.

Siang itu sekitar pukul 11.00 waktu Mumbai, rombongan Sumatera Ekspres (Sumeks) Group memasuki sebuah kawasan pusat pertokoan. Ada ruangan berukuran sekitar 5 x 10 meter persegi. Ruangan itu disekat tengah dengan kaca tembus pandang sehingga menjadi dua ruangan. Ruangan yang sebelah berisi alat-alat rekaman secara lengkap. Sedang yang sebelahnya tampak agak kosong tetapi ada mikrofon dengan tiang setinggi orang berdiri untuk ukuran orang menyanyi. “Inilah studio Bollywood, namanya Studio Triniti,” kata Gautam, orang Bollywood yang jadi pemandu turis kepada rombongan Sumeks Group waktu itu.
Rombongan Sumeks Group tersebut adalah H Suparno Wonokromo, Subki Sarnawi, Yunita Ayu, Muwarni, dan Rosmiati (Sumatera Ekspres), Ary Mistanto, Purnawirawan (Radar Lampung), Dwi Nurmawan, Arief Badi Karyawan (WSM), Muslimin dan Nurbeti (Rakyat Bengkulu), Yanto Utomo (Radar Cirebon), Priyo Susilo (Radar Banten), Wiwik Kustiyani (Radar Banyumas), Ismail Husni dan Nyonya (Lombok Pos) dan Yama dari Nusa Travel. Meski ruang itu terlihat sederhana, tetapi sangat krusial. “Ini bukan ruang sembarang ruang, tetapi ruang kedap suara,” lanjut Gautam. Dan film-film Hollywood proses pengisian suaranya ada di tempat tersebut.
Menurut  Gautam, di Studio Triniti ini suara asli penyanyi bisa ditambah atau dilengkapi dengan musik atau nada lain, sehingga menjadi sangat bagus seperti dalam film-film Hollywood. Inilah yang menyebabkan Studio Triniti itu sangat penting. Bahkan sebuah film Hollywood minimal dua bulan sebelum shooting harus sudah dibuatkan lagunya terlebih dulu.
Kenapa  begitu? Karena, lanjut Gautam, lagu yang dibuat itu masih suara asli dari penyanyinya. Supaya lagu itu bagus, maka suara asli penyanyi itu harus ditambah dengan musik lain atau nada lain supaya lagunya lebih bagus dan lebih hidup. Prosesnya perlu waktu bisa sampai satu atau dua bulan.
“Apakah bapak-bapak atau Ibu-ibu (rombongan Sumeks Group) mau mencoba rekaman di sini biar tahu suara yang asli dan suara yang sudah ditambahi nada lain di studio ini,” katanya. Dari sinilah semua anggota rombongan meminta H Suparno Wonokromo menyanyi untuk direkam. Ketika menyanyi, H Suparno membawakan lagu Jawa, yaitu Bowo Sinom Grandel. Syairnya begini, Memanismu kang ngujiwat. Agawe rujiting  galih. Roro opo kang sinandang. Upomo munduto rukmi, tertamu tak turuti. Ibarat wong numpak prahu.... Lumampah tanpo welah. Neng madyaning jolonidi. Temah gonjing anggenjong neng pagulingan. Selesai lagu itu, orang dalam studio ramai-ramai tepuk tangan. “Good...good Indonesian song,” puji Gautam.                         
“Yes... yes, but from Java,” kata orang-orang dari rombongan Sumeks Group. Suara asli H Suparno Wonokromo dan suara yang sudah ditambah dengan nada lain memang menjadi lebih bagus. Setelah mendengar suara yang sudah ditambah dengan nada di studio itu ada nyeletuk dan tersenyum simpul. ”Dapatkan kaset dan CD-nya di toko kaset terdekat”.
Menurut Gautam, peran Studio Triniti bukan hanya untuk film-film Bollywood saja,  tetapi film-film produk negara lain bisa disempurnakan di Studio Triniti. Pada kesempatan itu Gautam juga mengajak rombongan Sumeks Group ke kompleks Bollywood.
“Studio ini memang tidak dalam kompleks Bollywood,” lanjut Gautam. Jaraknya sekitar 40 km atau 30 menit perjalanan dengan bus, karena lalu lintasnya sangat padat sehingga bus tidak bisa cepat. Kompleks Bollywood itu sangat luas, sekitar 15.000 hektare. Dari kejauhan memang tampak seperti hutan, tetapi setelah memasuki kompleks itu terdapat fasilitas lengkap untuk shooting film. Mulai dari sarana jalan, misalnya untuk kebut-kebutan sepeda motor sudah tersedia. Untuk shooting film horor  banyak lokasi yang memenuhi syarat. Untuk shoting rumah ada, untuk shooting rumah kumuh sudah terhampar, mau shooting lokasi bekas kena bom pun sudah  disiapkan.
“Pokoknya mau shooting film apa saja tidak perlu keluar dari kompleks Bollywood,” tambah Gautam berpromosi. Oleh karena itu, Bollywod sangat produktif dalam pembuatan film. Bahkan untuk produksi film, Bollywood adalah yang terbesar di dunia. yaitu 900 judul film dalam satu tahun. Besarnya produksi film di Bollywood juga terlihat waktu rombongan Sumeks Group memasuki kompleks perfilman itu. Dari satu jalan yang  dilewati bus rombongan Sumeks Group ada lima tempat shooting film. “Setiap hari kesibukannya yang begini ini,” tambah Gautam lagi.
Kompleks Bollywood ini terdapat di Kota Mumbai. Kota ini terkenal sebagai kota bisnis di India itu terdiri dari tujuh pulau, dan Bollywood berada di pulau ketujuh. Selain itu, Gautam  mengajak rombongan Sumeks Group ke studio tempat menari para artis Bollywood. Di studio itu setiap hari ada latihan menari, baik para artis figuran maupun artis terkenal.
Setidaknya ada 10 orang penari yang mengikuti alunan musik India dan para penari-penari itu rata-rata masih muda-muda. “Ini bintang film masa depan,” lanjut Gautam. Dari latihan menari ini, dalam main film gerakan tariannya baik aktor atau artis utama dan pemain figuran bisa kompak. Gerakannya sama dan enak ditonton. “Karena mereka memang latihan terus menerus,” lanjut Gautam.
Khusus artis dan aktor terkenal kalau sedang latihan menari agak diistimewakan. Saat artis terkenal latihan menari yang lain tidak boleh ikut. Penjagaannya pun khusus dengan tidak mengizinkan ada orang lain yang masuk. “Kalau bapak-bapak atau Ibu-ibu mau ikut menari, silakan,” kata Gautam. 
Semua anggota rombongan pun ikut tak melewatkan kesempatan menari dengan asyiknya mengikuti gerakan penari India dengan melenggak-lenggokkan badan sambil tertawa. “Wah, rasanya sudah seperti artis Bollywood saja kita ini,” kata Arief, salah satu rombongan Sumeks Group. (Suparno).


Add this to your website
 

ALL SPORT

article thumbnailPercepat Jalur Juara
23 Feb 2013

LONDON - Manchester United akan bertandang ke markas Queens Park Ranger dalam lanjutan Premier League yang akan dilangsungkan Sabtu (23/2). Pertandingan yang rencananya disiarkan Global TV mulai pu [ ... ]


Berita lain

GELORA SRIWIJAYA

article thumbnailKim-Vali Masih Tanda Tanya
23 May 2013

JAKARTA - Besok (24/5), Persiwa Wamena menjamu Sriwijaya FC di Stadion Pendidikan, Wamena. Namun, tim berjuluk Badai Pegunungan itu masih pusing menyiapkan komposisi terbaik untuk menjamu juara ber [ ... ]


Berita lain

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078