Back Anda disini: Home

Artikel

WHO Kirim Tim ke Jeddah

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memantau perkembangan penanganan penularan penyakit MERS (sindrom pernapasan akut Timur Tengah) di Jeddah, Arab Saudi. Mereka menerima laporan bahwa WHO (World Health Organization) telah mengirim tim ke Jeddah.

     Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemenkes Tjandra Yoga Aditama mengatakan, WHO menurunkan tim setelah menerima laporan bahwa sejak Maret 2014 lalu ada 11 pasien positif MERS dan 31 di antaranya meninggal dunia di Arab Saudi.
    "Apalagi cukup banyak juga terjadi penularan pada petugas kesehatan di Jeddah," ujarnya, kemarin (5/5). Tjandra mengatakan tim dari WHO itu sedang meneliti pola penyebaran atau penularan penyakit MERS.
 Informasi awal lainnya adalah, sepertiga orang yang tertular MERS di rumah sakit ternyata hanya mengalami gejala ringan. Tim dari WHO juga meneliti apakah pola penularan MERS di rumah sakit identik dengan penularan di komunitas.
    Tjandra mengatakan data di Saudi dalam satu hari (3 Mei), telah terjadi 15 kasus penularan MERS (9 laki-laki dan 6 perempuan). Kasus itu ditemukan di Jeddah sebanyak lima kasus, di Mekah (4 kasus), dan di Riyadh (6 kasus). Rentang usia pasien yang tertular itu mulai dari 25 tahun hingga lebih dari 65 tahun.
    Awalnya muncul kabar bahwa unta berperan dalam penyebaran virus ini. Tetapi Tjandra mengatakan, penelitian sampai saat ini belum memberikan hasil pasti dari sudut epidemiologi. "Walaupun penelitian terakhir membuktikan bahwa unta memang dapat mengeluarkan virus hidup," jelas dia.
     Tjandra juga mengatakan, ada sejumlah penyakit yang memiliki risiko tertinggi tertular MERS. Di antaranya adalah orang dengan diabetes mellitus, penyakit paru kronik, riwayat gangguan ginjal, dan gangguan imunologik.
    "Sampai saat ini WHO belum menganjurkan travel restriction (pembatasan perjalanan) ke Arab Saudi dan juga belum menganjurkan skrining di bandara dan pelabuhan," tandasnya. Dia berharap upaya dari WHO itu bisa berujung pada penekanan penularang MERS.
    Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laskono berharap seluruh pemerintah daerah (pemda) mewaspadai penyebaran penyakit MERS itu. "Kewaspadaan bisa dilakukan dengan mewaspadai warga yang baru melakukan perjalanan dari Timur Tengah atau Arab Saudi," jelas dia kemarin.
    Agung mengatakan penyebaran kasus MERS di Arab Saudi menjadi perhatian Indonesia. Sebab saat ini ada sekitar 1,2 juta warga Indonesia yang bekerja di Arab Saudi. Selain itu setiap tahun ada ratusan ribu jemaah haji dan umrah yang berangkat ke Saudi. (wan/air/ce2)