Back Anda disini: Home

Artikel

IHSG Makin Tergerus

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada transakembali ditutup di zona merah mengekor tren bursa saham global yang masih ada di teritori negatif. Pada penutupan perdagangan Senin (13/10), IHSG terkikis 49,907 poin (1,01 persen) ke level 4.913,053 dan indeks LQ45 tergerus 10,373 poin (1,25 persen) ke level 828,303.

Frekuensi transaksi perdagangan reguler hari ini (belum termasuk post trading) mencapai 196.293 kali dengan volume sebanyak 2,622 miliar saham atau setara Rp 3,329 triliun. Sebanyak 198 saham turun dan hanya ada 86 saham berhasil naik. Selebihnya stagnan.

Saham-saham mengalami kenaikan nilai tertinggi (top gainers) antara lain Matahari Putra Prima (MPPA) naik 75 (2,83 persen) ke level 2.725. Surya Citra Media (SCMA) naik 45 (1,29 persen) ke level 3.540. Wintermar Offshore (WINS) naik 40 (3,28 persen) ke level 1.260. Express Transindo (TAXI) naik 35 (3,00 persen) ke level 1.200.

Sebaliknya, saham-saham mengalami penurunan nilai paling dalam (top losers) di antaranya United Tractors (UNTR) turun 575 (3,00 persen) menjadi 18.575. Indocement Tunggal (INTP) turun 450 (2,05 persen) menjadi 21.550. Indo Tambangraya (ITMG) turun 425 (1,73 persen) 24.200. Matahari Department Store (LPPF) turun 400 (2,58 persen) menjadi 15.100.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya, menilai pasca koreksi hari ini IHSG mulai mengalami pola tekanan terbatas. ”Potensi Tebound (technical rebound) terlihat akan terjadi,” kata dia.

Faktor penghambat yaitu dijebolnya pertahanan pada level support 4.933 sehingga, menggeser timeframe tebound menjadi sedikit lebih panjang. Support berikutnya, kata William, berada pada level 4.911 sementara target resistance berada pada level 5.002 yang diyakini berpotensi tercapai dalam waktu dekat, ”IHSG dalam timeframe jangka panjang masih uptrend,” katanya.(gen/dio)