Back Anda disini: Home

Artikel

Polisi Tembak Meja Gaple

LAHAT – Delapan anak baru gede (ABG) yang sedang bermain gaple, ketakutan setelah oknum anggota polisi berinisial Briptu RH menembak ke arah meja gaple. Bahkan peluru dari senjata api (senpi) laras panjang itu sampai menembus lantai keramik, dari sebuah warung di depan SPBU Muara Siban, Kecamatan Pulau Pinang, Lahat.
    Dari kejadian yang berlangsung Sabtu (22/2) sekitar pukul 13.30 WIB, kasusnya dilaporkan ke Seksi Propam Polres Lahat. “Laporannya telah kami limpahkan ke Polres Muara Enim, karena terlapornya (Briptu RH, red) anggota Polres Muara Enim,” cetus Kapolres Lahat AKBP Budi Suryanto, dikonfirmasi via ponselnya, kemarin.
     Kedelapan bocah yang bermain gaple itu,  Yulius Saputra (16), Jaka (15), Redo Fadila (16), Yogi Pratama (14), Chandra Wijaya (13), Rangga Pengestu (16), Dian Ardiansyah, dan Derry Yansah, semuanya warga Desa Muara Siban. Menurutnya, saat mereka sedang bermain gaple di warung itu, lalu datang Briptu RH mengendarai sepeda motor Honda Beat.
    “Kami dituduh bejudi, padahal aku dengan kawan-kawan lainnya main selentikan tangan bae. Kareno kami ngomong idak bejudi, polisi tadi (Briptu RH, red) marah. Ngambil senjata panjangnyo, langsung menembak meja gaple di hadapan kami,” ungkap Yogi, ditemui kemarin.  
    Sementara orang tua Redo Fadila, Tuna Rismawati, meminta persoalan ini segera dituntaskan. Karena yang dilakukan oknum itu membuat resah warga, bukannya menunjukkan sebagai pelindung masyarakat. ”Kami ingin oknum polisi itu ditindak, bagaimana jika tembakan pelurunya mengenai kepala anak saya, bisa berakibat fatal,” tukasnya.
       Kepala Desa (Kades) Muara Siban, Janggut, juga angkat bicara. Menurutnya, perlakuan oknum polisi itu sudah di luar batas, apalagi sampai membuat takut anak-anak. “Anak-anak bisa trauma, kami dukung penuntasan masalah ini. Mereka warga saya semua, jadi penuntasan masalah ini harus transparan dan tidak terkesan pembiaran,” pintanya.
     Di tempat lain, Wakapolres Muara Enim Kompol Hans Rachmatulloh Irawan SIk MH, mengatakan terlapor Briptu RH sudah menjalani pemeriksaan. “Nanti akan kami sidang disiplin,” ujar Hans, melalui pesan singkat BlackBerry Messenger (BBM). 
    Hanya saja, versi warga lain dengan keterangan RH saat dimintai keterangannya. “Saat itu dia (Briptu RH) pulang Pam (melakukan pengamanan,red), ada orang main judi di depan rumah. Ditegur tidak dihiraukan (berujung penembakan itu, red),” tambah Hans. (irw/air/ce2)