Back Anda disini: Home

Artikel

Black List

PALEMBANG – Sriwijaya FC punya daftar hitam (black list) nama-nama pemain dan pelatih. Mereka adalah penghuni skuat berjuluk Laskar Wong Kito yang gelar aksi mogok main pada pengujung kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2012/2013.
    Jajaran pelatih dihuni Kas Hartadi, Hartono Ruslan, dan Indrayadi. Sedangkan untuk pos penjaga gawang terdata, Ferry Rotinsulu, Rivki Mokodompit, dan Andi Irawan. Lalu pada bagian bek, dihiasi Fandy Mochtar, Dodok Anang, Taufik Kasrun, Abd Rahman, Mahyadi Pangabean, dan Markus Avif.
    Selanjutnya pada sektor tengah, ada M Fakhrudin, Imanuel Padwa, Ponaryo Astaman, Achmad Jufrianto, dan Lintang. Kemudian untuk pemain depan, terdapat Tantan, Aliyudin, Khoirul Huda, dan Sultan Samma.
Dua musim lalu klub kebanggaan masyarakat Sumsel juga diperkuat talenta asing. Namun, Diogo Santos (bek), Erick Lewis (gelandang), dan Hilton Morierra tidak ikut mogok bersama M Sobran dan Ramdani Lestaluhu.
Sebagai bukti, saat Kas Hartadi mencoba melamar kembali sebagai pelatih sebelum laskar Jakabaring resmi rekrut Benny Dollo, manajemen menolak mentah-mentah. Alasan Presiden Sriwijaya FC, Dodi Reza Alex, lantaran Kas Hartadi sudah bersikap tidak fair dengan menjadi pemimpin mogok saat klub sedang berjuang di sisa kompetisi.  
Kondisi ini membuat pelatih anyar Sriwijaya FC, Benny Dollo kesulitan rekrut pemain gara-gara black list tersebut. “Namun, bukan berarti mereka tidak mungkin didatangkan. Opsinya ada saja, kita masih terus membuka komunikasi,” kata dia.
Bendol sendiri sudah patok kriteria dan standar calon penghuni Sriwijaya FC. Salah satunya harus memiliki kualitas mumpuni, mayoritas penghuni klub delapan besar ISL, dan sebagian penggawa Timnas Indonesia.  Sebut saja, Zulkifli Syukur, Haryono, Alfin Tuasalamony, Gustavo Lopez, Ahmad Bustomi, dan I Made Wirawan.
Sayang, pelatih asal Manado, Sulawesi Utara, tersebut enggan menyebutkan secara gamblang nama pemain yang sudah deal.  “Nama pemain sudah saya serahkan pada manajemen. Namun untuk detailnya, saya belum bisa ungkap sebab masih sebatas komunikasi,” ujar bekas pelatih Arema dan Persija tersebut.
Dikatakan Bendol, alasan belum ungkap nama pemain karena menghormati kontrak, mayoritas berakhir pada November. “Jika diungkap, takutnya tidak sesuai harapan. Karena itu, kami menyiapkan opsi lain,” ulas pelatih yang pernah arsiteki Timnas tersebut.
Sempat beredar kabar, kapten Persib, Firman Utina, juga bakal diboyong ke Jakabaring. Namun dengan cepat, Robert Heri, manajer Sriwijaya FC, membantah hal tersebut.
“Ah, tidak-tidak. Dia (Firman, red) bukan pemain idaman untuk starting eleven musim depan,” ucap Robert tegas.
 Padahal, Bendol memiliki kedekatan dan paham dengan permainan Firman Utina kala membesut Timnas Indonesia dan Arema Indonesia. (yun/cj11/ion/ce4)