Sel09022014

Last update05:43:06 AM

Back Anda disini: Home

Artikel

Penuh Emosi, Banyak Memori

ISTANBUL - Pertandingan penuh cerita akan tersaji pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions antara Galatasaray melawan Chelsea dini hari nanti. Laga di Turk Telekom Arena, Istanbul, tersebut menyimpan banyak sekali memori masa lalu (live Nex Media mulai pukul 02.45 WIB).
Banyak plot yang mengiringi pertandingan ini. Paling utama tentu saja pertemuan pertama Didier Drogba berhadapan dengan Chelsea. Ikatan yang terbangun antara striker yang 11 Maret nanti berusia 36 tahun itu dengan Chelsea sangat kuat.
Selama delapan musim, Drogba menjadi bomber utama dan membawa kejayaan besar untuk klub milik Roman Abramovich. Drogba berandil besar merebut satu trofi Liga Champions, tiga gelar Premier League, dan empat Piala FA yang memenuhi rak kebesaran Chelsea.
Selain soal Drogba, pertandingan ini juga mengandung rivalitas yang sengit antara manajer Chelsea Jose Mourinho dan pelatih Galatasaray Roberto Mancini. Bukan rahasia kalau keduanya memang tidak saling suka.
Mou adalah suksesor Mancini saat membesut Inter Milan pada 2008. Pelatih asal Portugal yang juga pernah mengarsiteki Real Madrid tersebut kerap melontarkan kata-kata pedas untuk Mancini. Selain reuni Drogba, playmaker Cimbom (julukan Galatasaray) Wesley Sneijder juga akan kembali bertemu dengan Mou, eks pelatihnya di Inter.
Apakah mudah Chelsea mengalahkan Galatasaray? Jawabnya tentu saja tidak. Mou sadar betul bagaimana sulitnya menaklukkan neraka Turk Telekom Arena. Musim lalu, pada babak perempat final, ketika masih membesut Real Madrid, Mou kalah 3-2 di Istanbul. Real lolos ke semifinal karena menang 3-0 pada leg pertama di Santiago Bernabue.         
Tetapi, Mou sangat optimistis. Pemain berpengalaman macam Frank Lampard dan John Terry akan membuat Chelsea semakin solid. ”Mereka sangat penting untuk tim ini. Mereka, pemain tua Chelsea ini, memiliki sejarah yang besar di Liga Champions. Mereka sangat berpengalaman menghadapi laga-laga berat,” papar Mou kepada Daily Mirror.
Dalam pertandingan ini Chelsea tidak akan diperkuat gelandang bertahan Nemanja Matic. Pemain tengah Serbia itu tidak diperbolehkan bermain karena sudah membela Benfica pada fase grup. Selain Matic, playmaker asal Brasil Oscar juga diragukan tampil. Bek tengah yang belakangan juga difungsikan sebagai holding midfielder David Luiz dikabarkan pula dalam kondisi tidak fit.
Sementara itu, dari kubu Galatasaray, semua pemain terbaiknya bisa berlaga. Trio maut Drogba-Sneijder-Burak Yilmaz siap untuk memberikan teror kepada lini belakang Chelsea. Galatasaray membawa modal bagus jelang partai krusial ini. Pekan lalu, Galatasaray memenangi derby panas melawan Besiktas dengan skor 1-0 via penalti gelandang bertahan Selcuk Inan. Galatasaray menyalip Besiktas untuk nangkring di posisi kedua klasemen tepat di bawah Feberbache.
”Kami tidak punya banyak peluang, bahkan di kandang sendiri karena Chelsea lebih baik,” ucap Mancini seperti dilansir ESPN. ”Mereka adalah salah satu yang terbaik di Eropa. Bagi Galatasaray, bermain melawan Chelsea adalah momen penting. Kami harus bekerja keras,” imbuh manajer asal Italia itu. (nur/ego/ce6)