>> Home Home Arsip SLIDE NEWS Sekolah Pakai Motor Ayah
Massa Bakar Kantor PT Gembala Sriwijaya
INDERALAYA - Kantor PT Gembala Sriwijaya di jalan lintas timur, Palembang-Prabumul...Readmore
Kurang Sebulan, Catat 150 SPK
BOGOR – Mobil All New KIA Carens mendapat respon baik dari publik Tanah Air....Readmore
Pembagian Buku Manasik Tertunda
PALEMBANG – Sebanyak 6.475 set buku manasik haji dan umrah kiriman Kementeri...Readmore
Dicat dan Diperbaiki
PALEMBANG – Pascakebakaran bagian bawah jembatan Ampera 2010 lalu, hingga ki...Readmore
Demo BBM Meluas
SUMSEL - Aksi demontrasi besar-besaran menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (...Readmore
  • Massa Bakar Kantor PT Gembala Sriwijaya

    INDERALAYA - Kantor PT Gembala Sriwijaya di jalan lintas ...

  • Kurang Sebulan, Catat 150 SPK

    BOGOR – Mobil All New KIA Carens mendapat respon ba...

  • Pembagian Buku Manasik Tertunda

    PALEMBANG – Sebanyak 6.475 set buku manasik haji da...

  • Dicat dan Diperbaiki

    PALEMBANG – Pascakebakaran bagian bawah jembatan Am...

  • Demo BBM Meluas

    SUMSEL - Aksi demontrasi besar-besaran menolak kenaikan h...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Sekolah Pakai Motor Ayah

Lama tidak masuk sekolah, kemarin, Louis Alfredo, muncul di tengah teman-temannya, SDK Frater Xaverius 2. Meskipun ia kini menjadi yatim piatu setelah ayah, ibu, dan dua kakaknya dibantai dukun Asep, Louis tetap ceriah. Ia pun tak segan bercerita tentang keluarganya.“Senang bisa masuk sekolah lagi,” ujar Louis, bocah 11 tahun kelas V SD itu, memulai perbincangan di ruang kepala sekolah selepas pulang sekolah, kemarin. Ia berkali-kali senyum kepada teman-teman dan para gurunya. Apalagi, kemarin, merupakan hari pertama Louis masuk sekolah.
“Tadi, sudah belajar bahasa Inggris. Teman-teman ternyata sudah kangen sama saya,” jelas Louis, penyuka pelajaran matematika ini sambil tersenyum. Siang itu, selepas sekolah Louis langsung ingin mengikuti les yang diadakan di sekolahnya.
Ia mengaku banyak pelajaran yang sudah tertinggal sejak dirinya sakit. “Kalau cita-cita sih mau jadi polisi. Makanya harus rajin dan tekun,” katanya sambil memainkan Blackberry miliknya.
Kevin Gunawan (11), teman sekelas Louis di kelas V D mengaku memang sudah menunggu-nunggu kehadiran Louis di sekolah. “Louis sekarang terlihat lebih rajin dan tidak usil lagi,” beber Kevin.
Koran ini sengaja tidak menanyakan langsung ke Louis perihal kejadian yang menimpa keluarganya. Hanya, dari pamannya Andi (29) terungkap kalau Louis sudah mengetahui kalau ayah, ibu, dan kedua kakaknya sudah meninggal.
“Awalnya saya tahu dari bibinya Louis, kemudian saya tanyakan langsung ke Louis. Ternyata benar, dia sudah tahu dari BBM Hp-nya,” ujar Andi yang didampingi oleh neneknya Louis. Kemarin, keduanya sengaja menemani Louis masuk sekolah.
Setelah mengetahui orangtuanya sudah tiada, Andi menjelaskan Louis sangat tabah. “Malah Louis bilang ke saya bahwa terpenting Tuhan masih sayang kepadanya. ‘Kan ada Koko dan nenek yang juga masih sayang Louis,” ungkap Andi menirukan perkataan Louis.
Sebenarnya pihak keluarga khawatir bila Louis mengetahui kondisi orangtuanya maka akan mengganggu psikisnya, tetapi kekhwatiran itu tidak terjadi karena Luois menerima kondisinya dengan tabah. “Ini sebuah keagungan Tuhan untuk anak seperti Louis.”
Saat ini,  Andi dan neneknya memang akan mengantar dan menjemput Louis ke sekolah. “Sebenarnya tadi saya saja yang ingin mengantar ke sekolah, tetapi Louis meminta neneknya untuk ikut juga. Kami berangkat ke sekolah menggunakan motor ayahnya. Louis sendiri yang meminta saya untuk memakai motor itu,” tutur Andy lagi.
Yati (61) neneknya Louis mengaku sejak pulang dari rumah sakit Louis tinggal di rumahnya, Jl Mojopahit 7 No 1844, RT 46 RW 13, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan Kertapati. “Dia selalu tidur dengan saya,” katanya ramah.
Dari pihak sekolah, ada gerakan tanda kasih untuk Louis. “Gerakan tanda kasih tersebut berasal dari orangtua dan siswa mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Bentuknya   semacam tabungan atau beasiswa untuk Louis. Pihak keluarga juga sudah diberitahu secara lisan, pemberiannya nanti menunggu kepala sekolah yang sekarang sedang dinas di luar kota,” ungkap Wakepsek bidang kesiswaan A Daris Awalistiyo.
Daris menambahkan akan ada dispensasi dari pihak sekolah untuk Louis. “Dia menjadi perhatian kami, nantinya kami akan membebaskan biaya sekolah hingga dia tamat SD,” ujar Daris. 
Terkait akademik Louis, Wakepsek bidang kurikulum P Harmanto menjelaskan sebenarnya setelah keluar dari rumah sakit Louis sudah mau langsung masuk sekolah. “Tetapi kami dari pihak sekolah masih khawatir dengan kondisi psikologis Louis. Ternyata apa yang kami khawatirkan tidak terjadi. Saya senang melihat Louis sudah gembira seperti sekarang, ” jelasnya.
Diketahui, Louis kehilangan ayahnya, Mukkong (40); ibunya, Acen (35); serta dua kakaknya, Serly (16) dan Ranti (12). Keluarganya dihabisi oleh tersangka Asep yang berprofesi sebagai dukun. Hanya, Louis yang selamat dari kejadian tersebut.  (cj7/ce2)


Add this to your website
 

ALL SPORT

article thumbnailPercepat Jalur Juara
23 Feb 2013

LONDON - Manchester United akan bertandang ke markas Queens Park Ranger dalam lanjutan Premier League yang akan dilangsungkan Sabtu (23/2). Pertandingan yang rencananya disiarkan Global TV mulai pu [ ... ]


Berita lain

GELORA SRIWIJAYA

article thumbnailKim-Vali Masih Tanda Tanya
23 May 2013

JAKARTA - Besok (24/5), Persiwa Wamena menjamu Sriwijaya FC di Stadion Pendidikan, Wamena. Namun, tim berjuluk Badai Pegunungan itu masih pusing menyiapkan komposisi terbaik untuk menjamu juara ber [ ... ]


Berita lain

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078